Bagaimana Siklus Hidup Belalang dengan Metamorfosis Tidak Sempurna?

Rika Pangesti - detikEdu
Selasa, 11 Jan 2022 08:00 WIB
In this photo taken Saturday, Feb. 1, 2020, a desert locust feeds on an Acacia tree in Nasuulu Conservancy, northern Kenya. As locusts by the billions descend on parts of Kenya in the worst outbreak in 70 years, small planes are flying low over affected areas to spray pesticides in what experts call the only effective control. (AP Photo/Ben Curtis)
Belalang yang bermetamorfosis tidak sempurna, bagaimana siklus hidupnya? Foto: AP Photo/Ben Curtis
Jakarta -

Belalang adalah contoh serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna. Dalam perubahannya, belalang tidak mengalami tahap kepompong atau pupa layaknya kupu-kupu yang melalui metamorfosis sempurna.

Metamorfosis belalang hanya melalui tahap telur, nimfa dan dewasa (imago). Metamorfosis tidak sempurna atau hemimetabola adalah proses perubahan bentuk hewan yang tidak lengkap.

Hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna dapat dicirikan dengan bentuk hewan mudanya mirip dengan induknya, tetapi ada bagian-bagian tubuh yang belum terbentuk, misalnya sayap.

Belalang juga termasuk serangga yang sering menjadi hama tanaman para petani. Sifatnya yang rakus membuat daun-daun tanaman habis dimakannya. Tetapi, belalang juga memiliki peran penting.

Hewan ini mampu menjaga keseimbangan ekosistem, terutama ekosistem sawah. Belalang menjadi mangsa bagi beragam jenis burung. Namun demikian, dari manakah belalang berasal? Bagaimana cara belalang berkembang biak?

Yuk ketahui ketiga tahapan metamorfosis belalang tersebut secara lengkap beserta penjelasannya yang dirangkum dari modul IPA yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,

Siklus hidup belalang

1. Telur

Proses metamorfosis belalang diawali dengan tahap telur. Belalang betina yang telah dibuahi umumnya dapat menghasilkan 10 sampai 300 butir telur. Biasanya belalang betina bertelur saat musim panas dan meletakkan telurnya di dedaunan, batang tanaman, hingga di dalam tanah.

2. Belalang muda (nimfa)

Telur belalang tersebut kemudian menetas menjadi nimfa atau bayi belalang yang berwarna putih. Warna nimfa akan berubah menjadi hijau atau cokelat saat terkena sinar matahari. Bentuk nimfa mirip seperti belalang dewasa, tetapi belum memiliki sayap. Nimfa akan bertumbuh bulu sayap di punggungnya menjadi belalang dewasa.

3. Belalang dewasa (imago)

Nimfa kemudian mengalami pergantian kulit empat kali dan penyempurnaan organ tubuh sehingga menjadi belalang dewasa yang bersayap. Pergantian kulit ini memiliki tujuan supaya memudahkan belalang kecil membentuk sel-sel baru. Belalang dewasa memiliki sayap sempurna dan siap bertelur.

Rentang waktu yang dibutuhkan untuk siklus hidup belalang yaitu sekitar sebelas sampai dua belas bulan. Usia belalang juga diperkirakan hanya dapat bertahan hidup sekitar dua belas bulan saja.

Siswa, demikian hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna memiliki bentuk tubuh yang sama sejak kecil hingga dewasa. Hanya saja, mengalami perkembangan dan bertambah besar tubuhnya.

Nah itulah jawaban mengenai darimana belalang berasal dan cara belalang berkembang biak. Semoga menambah pengetahuanmu ya, detikers.



Simak Video "Palsukan Kapur Antiserangga, Pasutri di Karanganyar Raup Miliaran Rupiah"
[Gambas:Video 20detik]
(row/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia