Interaksi Sosial: Pengertian, Contoh, Ciri-Ciri, Syarat, dan Jenisnya

Novia Aisyah - detikEdu
Minggu, 09 Jan 2022 08:00 WIB
Sekolah di Jakarta menggelar tatap muka terbatas hari ini. Kapasitas ruang kelas bisa terisi 100 persen dengan durasi belajar 6 jam.
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Manusia perlu melakukan interaksi sosial, sebab tergolong dalam makhluk sosial. Pengertian dari interaksi sosial adalah hubungan timbal balik dalam bentuk aksi saling mempengaruhi antara satu individu dan yang lain, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok.

Dalam sebuah interaksi sosial, individu atau kelompok dapat bekerja sama atau berkonflik, baik secara formal atau informal dan secara langsung ataupun tidak langsung.

Bagaimana kita dapat mengetahui adanya interaksi sosial? Charles P. Loomis dalam e-modul Sosiologi Kelas X: Interaksi Sosial menjelaskannya.

Ciri-ciri Interaksi Sosial

1. Ada lebih dari satu orang yang terlibat

2. Terdapat komunikasi antarpelaku melalui kontak sosial

3. Adanya tujuan yang jelas

4. Ada dimensi waktu, yakni masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

1. Kontak Sosial

Kontak sosial adalah hubungan antara dua pihak yang saling bereaksi dan merupakan awal dari interaksi sosial. Kontak sosial ini bisa berupa kontak fisik atau kontak secara langsung dan kontak tidak langsung.

Salah satu contoh kontak sosial langsung adalah dua individu yang saling tersenyum atau saling sapa. Sedangkan kontak sosial tidak langsung adalah interaksi yang terjadi melalui perantara, misalnya media sosial, telepon, dan sebagainya.

2. Komunikasi

Komunikasi merupakan proses penyampaian dan penerimaan pesan berupa gagasan dari satu pihak ke yang lain, dan dalam rangka saling mempengaruhi. Pada proses komunikasi, pesan juga perlu disampaikan dengan bahasa atau simbol yang sama-sama dimengerti kedua pihak.

Oleh sebab itu, komunikasi membutuhkan beberapa komponen agar berjalan dengan baik. Inilah komponen-komponen yang dibutuhkan:

1. Pengirim/komunikator sebagai orang yang mengirim pesan.

2. Penerima/komunikan sebagai pihak yang mendapat pesan.

3. Pesan, yakni gagasan yang disampaikan.

4. Umpan balik, yaitu tanggapan penerima pesan atas pesan yang disampaikan.

5. Media/alat untuk menyampaikan pesan, bisa berupa lisan, tulisan, gambar, ataupun film.

Jenis Interaksi Sosial

Dikatakan dalam Modul Interaksi Sosial yang ditulis oleh Asep Mulyana, interaksi sosial secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

1. Interaksi Sosial Asosiatif

a. Kerja sama

Kerja sama adalah sebuah usaha bersama antarindividu maupun kelompok demi mencapai tujuan bersama. pada pelaksanaannya, bentuk kerja sama bisa bersifat membangun atau konstruktif dan merusak atau destruktif.

Salah satu contoh kerja sama yang konstruktif adalah kerja sama para karyawan dalam sebuah perusahaan. Sedangkan contoh kerja sama yang merusak adalah tawuran pelajar.

Kerja sama juga bisa terjadi dalam bentuk lain, yakni:

  • Bargaining, artinya adalah perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa antara dua organisasi atau lebih.
  • Cooperation, yaitu penerimaan unsur-unsur baru kepemimpinan di sebuah organisasi untuk menghindari kecurangan dalam stabilitas organisasi.
  • Coalition, gabungan dua organisasi atau lebih yang punya tujuan sama.
  • Joint venture, artinya adalah kerja sama dalam usaha proyek-proyek tertentu.

b. Akomodasi

Akomodasi adalah proses penyesuaian diri demi mengatasi ketegangan individu/kelompok yang bertentangan. Bentuk-bentuk akomodasi adalah:

  • Coersion, pemaksaan kehendak pihak yang kuat ke yang lemah.
  • Kompromi, pihak-pihak yang terlibat dalam perselisihan saling mengurangi tuntutan agar konflik terselesaikan.
  • Arbitrasi, yaitu mengundang pihak ketiga yang netral guna mengambil keputusan untuk dapat menyelesaikan konflik.
  • Mediasi, yakni mengundang pihak ketiga yang netral agar untuk menyelesaikan konflik. Tetapi, dalam hal ini pihak ketiga tidak mempunyai wewenang memberi keputusan penyelesaian.
  • Konsiliasi, yaitu mempertemukan keinginan masing-masing pihak yang berselisih agar tujuan bersama dapat tercapai.
  • Toleransi, artinya keinginan menghindari perselisihan.
  • Stalemate, hal ini terjadi ketika dua kelompok yang berselisih punya kekuatan seimbang.
  • Ajudikasi, penyelesaian masalah dengan jalur hukum atau pengadilan.

c. Asimilasi

Asimilasi adalah peleburan dua kebudayaan menjadi satu.

d. Akulturasi

Akulturasi adalah penerimaan dan pengolahan unsur-unsur kebudayaan asing, namun tidak menghilangkan unsur budaya aslinya.

2. Interaksi Sosial Disosiatif

a. Persaingan

Persaingan melibatkan individu atau kelompok agar dapat mencapai keuntungan, tanpa adanya ancaman maupun kekerasan.

b. Kontravensi

Kontravensi adalah proses sosial dengan adanya sikap atau perasaan tidak suka, namun disembunyikan. Proses sosial kontravensi ada di antara persaingan dan konflik.

c. Pertikaian

Pertikaian adalah proses sosial di mana individu atau kelompok berusaha menentang pihak lain melalui ancaman atau kekerasan. Mereka melakukan ini untuk mencapai tujuannya.

d. Konflik

Konflik adalah proses sosial di mana individu atau kelompok saling menyingkirkan dengan cara menghancurkan atau membuat tidak berdaya.

Contoh Interaksi Sosial

Dikutip dari buku Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas X karya Kun Maryati dan Juju Suryawati, berikut ini contoh-contoh interaksi sosial:

1. Diskusi antarpemain sepakbola

2. Guru menerangkan dan murid bertanya

3. Kongres pemuda nasional

4. Peperangan (contoh negatif)

5. Kakak membantu adiknya belajar.

Demikian pengertian, ciri, contoh, syarat, dan jenis interaksi sosial. Semoga membantu, detikers!



Simak Video "Berkibarnya Spanduk 'Maaf, SBM ITB Tidak Terima Mahasiswa Baru Lagi'"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia