Mengapa dalam Dunia Pendidikan Pakai Bahasa Indonesia Baku?

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Selasa, 04 Jan 2022 13:15 WIB
Sekitar 3.050 sekolah di Jakarta bersiap untuk gelar sekolah tatap muka secara terbatas. Hal itu dilakukan seiring dengan pemberlakuan PPKM level 2 di ibu kota.
Ilustrasi siswa belajar di kelas menggunakan pengantar bahasa Indonesia baku. (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Perkara penggunaan bahasa Indonesia baku di dalam dunia pendidikan mungkin masih jadi pertanyaan bagi sejumlah pihak. Seperti, mengapa dalam dunia pendidikan harus menggunakan bahasa Indonesia baku?

Padahal, Indonesia sendiri mempunyai bahasa daerah yang sudah divalidasi oleh Peta Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) sebanyak 718 dari 2.560 daerah pengamatan sejak 2019.

Sebelum masuk dalam pembahasan, perlu diketahui bahwa bahasa Indonesia memiliki ragam kebahasaan yang terdiri dari bahasa baku dan bahasa tidak baku. Kedua jenis kata tersebut sudah diatur dan memiliki standar tersendiri yang dapat ditemukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) atau pun Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

Ragam pemakaian bahasa seperti kata baku tercipta karena dalam konteks komunikasi, penutur akan mempertimbangkan lawan bicara, isi pembicaraan, dan kondisi pembicaraan. Sebab itulah, kata baku digunakan sebagai acuan resmi dalam kaidah bahasa agar masyarakat memiliki rujukan ragam bahasa yang sama.

Penggunaannya juga disesuaikan dengan konteks yang telah disepakati, salah satunya dalam dunia pendidikan. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa dalam dunia pendidikan harus menggunakan bahasa Indonesia baku.

Mengapa dalam Dunia Pendidikan Harus Menggunakan Bahasa Indonesia Baku?

1. Implementasi UU dan Perpres

Alasan utamanya adalah penggunaan bahasa Indonesia ini merupakan aturan dasar yang termaktub dalam Undang-undang (UU) Nomor 24 Tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

"Bahasa Indonesia wajib digunakan sebagai bahasa pengantar dalam pendidikan nasional," bunyi pasal 29 ayat (1) dalam UU tersebut yang dilihat detikEdu, Selasa (4/1/2022).

Meskipun demikian, di ayat selanjutnya yakni pasal 29 ayat (2) kemudian diterangkan bahwa hal ini tidak menutup kesempatan bagi siswa di sekolah untuk menggunakan bahasa asing.

Dengan catatan, bahasa asing tersebut digunakan dengan tujuan untuk mendukung kemampuan berbahasa asing bagi peserta didik.

Selain diatur dalam UU, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 63 Tahun 2019 Tentang Penggunaan Bahasa Indonesia juga menyatakan hal serupa perilah kewajiban menggunakan bahasa Indonesia baku sebagai bahasa pengantar dalam pendidikan nasional.

Melalui Perpres tersebut, secara rinci dijelaskan bahwa penggunaan bahasa Indonesia berlaku bagi sekolah di tiap jenjang. Khusus bagi jenjang Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan yang sederajat di tahun pertama dan kedua, bahasa daerah juga masih boleh digunakan sebagai bahasa pengantar untuk mendukung pembelajaran.

"Bahasa daerah dapat digunakan sebagai bahasa pengantar di sekolah dasar, madrasah ibtidaiyah, atau bentuk lain yang sederajat pada tahun pertama dan kedua untuk mendukung pembelajaran," demikian bunyi pasal 23 bagian kelima dalam Perpres tersebut.

Perpres ini juga menyebutkan, bahasa Indonesia wajib digunakan sebagai bahasa pengantar dalam sejumlah mata pelajaran berikut. Seperti mata pelajaran Bahasa Indonesia, pendidikan agama, dan mata pelajaran terkait dengan pendidikan kewarganegaraan.

2. Sebagai Identitas

Melansir dari laman resmi Kantor Bahasa Maluku Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbud, bahasa Indonesia baku merupakan wujud identitas dari suatu negara. Pasalnya, tidak semua negara memiliki bahasa resmi sendiri.

Jadi, warga Indonesia sudah sepatutnya berbangga hati karena Indonesia memiliki bahasa resmi atau bahasa nasional yang berbeda dengan negara yang pernah menjajahnya. Penerapan bahasa Indonesia di sekolah juga merupakan salah satu upaya menanamkan cinta bahasa Indonesia sejak dini.

3. Sebagai Pemersatu Bangsa

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Indonesia setidaknya memiliki 718 bahasa daerah yang tersebar di seluruh nusantara. Untuk itu, diperlukan adanya kesepakatan bersama untuk menjadi rujukan utama bahasa yang digunakan ketika bertemu.

Berdasarkan penjelasan di atas, tidak ada alasan lain untuk tidak mempelajari bahasa Indonesia baku. Selain memberi ruang agar memudahkan kita berkomunikasi dengan suku lain di Indonesia, bahasa baku juga menjadi ciri khas bagi warga Indonesia yang membedakannya dengan warga negara lain.

Jadi, jangan malu berbahasa Indonesia ya!



Simak Video "Isi Kuliah Subuh, Anies Cerita Upaya Bung Karno Berantas Buta Huruf"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia