31 Desember 1968: Pesawat Supersonik Pertama di Dunia dari Misi Spionase

Trisna Wulandari - detikEdu
Jumat, 31 Des 2021 15:03 WIB
Pesawat supersonik Tupolev TU-144 Uni Soviet, pesawat supersonik pertama di dunia yang direncanakan untuk penerbangan komersil.
Pesawat supersonik Tupolev TU-144 Uni Soviet, pesawat supersonik pertama di dunia yang direncanakan untuk penerbangan komersil. Foto: РИА Новости/Лев Поликашин/Lev Polikashin
Jakarta -

Uni Soviet berhasil penerbangan perdana pesawat supersonik TU-144 pada 31 Desember 1968. Penerbangan ini berlangsung beberapa bulan lebih dulu dari Anglo-French Concorde. Peristiwa tersebut menambah poin Uni Soviet dalam Perang Dingin.

Pesawat terbang yang dirancang untuk terbang melebihi kecepatan suara ini direncanakan untuk kegiatan eksperimental dan militer. Teknis pembuatannya yang sulit membuat Uni Soviet diduga kuat menjalankan misi spionase agar dapat menjadi negara pertama di dunia yang memiliki pesawat supersonik, seperti dikutip dari laman History.

Saking miripnya dengan pesawat Concorde, media Barat menjulukinya 'Konkordski'. Seperti apa misi spionase dalam proses pembuatan pesawat supersonik pertama di dunia?

Pesawat Supersonik Pertama di Dunia dan Misi Spionase

Mengintai Proyek Inggris-Prancis

Salah satu tantangan pembuatan pesawat supersonik saat itu adalah mesin pesawat harus dua kali lebih kuat dari pesawat jet biasa. Rangka pesawat juga harus kuat menghadapi gelombang kejut dan suhu tinggi karena gesekan dengan udara.

Perusahaan pesawat Boeing di Amerika Serikat kesulitan dengan desain sayap pesawat pada kompetisi proyek pesawat supersonik tersebut. Tetapi, Inggris dan Prancis melaporkan hasil pengembangan awal yang lebih menjanjikan.

Karena itu, Nikita Sergeyevich Khrushchev, pemimpin Uni Soviet pada masa awal Perang Dingin memerintahkan intelijen negara untuk mencari tahu sebanyak mungkin informasi tentang prototipe pesawat supersonik Inggris-Prancis.

Agen Spionase Tertangkap

Pada 1965, Prancis menangkap Sergei Pavlov, kepala kantor cabang Paris dari perusahaan pesawat Uni Soviet Aeroflot. Saat itu, Pavlov tertangkap memperoleh informasi rahasia tentang proyek pesawat supersonik Prancis secara ilegal.

Namun, mata-mata Soviet tingkat tinggi lainnya tetap tidak diketahui sampai tertangkap pada 1967. Dalam selang waktu 2 tahun, mata-mata Uni Soviet dapat memberikan informasi tentang calon pesawat supersonik Concorde.

Pesawat Meledak

Tiga bulan setelah penerbangan perdana pesawat supersonik TU-144 Uni Soviet, pesawat Concorde besutan Inggris-Prancis terbang pada 1969. Sementara itu, Amerika Serikat meninggalkan proyek pesawat supersonik karena terkendala anggaran dan lingkungan.

Pesawat TU-144 dan Concorde tampil di Paris Air Show tahun 1973 di Le Bourget. Pesawat Concorde melakukan demonstrasi tanpa cela. Namun, TU-14 mengalami kendala.

Setelah manuver 360 derajat, pesawat Uni Soviet terbang dengan kemiringan curam. Tiba-tiba, pesawat ini terbang mendatang dan menurun tajam. Sekitar 450 meter di atas tanah, pesawat tersebut pecah karena tekanan tinggi dan jatuh ke tanah. Sebanyak 6 awak pesawat dan 8 warga Prancis tewas.

Pilot Tidak Diberi Tahu

Penyelidik Soviet dan Prancis memutuskan bahwa kesalahan pilot adalah penyebab kecelakaan pesawat supersonik tersebut. Namun, kelak penyelidik Soviet mendapati bahwa pesawat intelijen Prancis Mirage memotret TU-144 dari atas selama penerbangan.

Seorang penyelidik Prancis mengkonfirmasi bahwa pilot Soviet tidak diberitahu bahwa Mirage ada di sana. Hal ini merupakan pelanggaran peraturan udara.

Keberadaan pesawat Mirage diduga membuat pilot Uni Soviet tiba-tiba menurunkan TU-144 karena takut menabrak pesawat ini. Dalam manuver mengelak yang tiba-tiba, daya dorongnya mungkin gagal. Pilot kemudian diduga mencoba menghidupkan kembali mesin dan mencoba mendarat, namun upaya mendadak ini diduga membuat pesawat mendapat tekanan berlebih dan meledak.

Kerjasama untuk Menutup-nutupi

Penyelidik Prancis tidak mengkritisi desain dan mesin TU-144 setelah Uni Soviet setuju untuk menutupi peristiwa meledaknya pesawat supersonik tersebut. Sebab, di samping keberadaan pesawat Mirage, TU-144 yang didesain terburu-buru untuk memenangkan kompetisi teknologi sepanjang Perang Dingin juga membuat layanan penerbangan komersil Uni Soviet tertunda.

Sementara itu, Concorde memulai penerbangan komersil yang pada Januari 1976 sehingga memenangkan perlombaan proyek pesawat supersonik tersebut. Uni Soviet sendiri menjalankan 100 penerbangan domestik saja dengan TU-144, lalu dihentikan.

Kebakaran Concorde

Kendati sukses terbang, Concorde banyak dikeluhkan penumpang karena polusi suara dari mesin dan kecepatannya. Sebagian besar maskapai saat itu menolak membeli pesawat Concorde, sehingga hanya 16 pesawat yang dibuat untuk British Airways dan Air France.

Penumpang Concorde saat itu hanya bisa terbang dari London ke New York dan Paris ke New York. Kendati tidak nyaman, pejalan mewah ini hanya butuh empat jam untuk melintasi Samudra Atlantik dan sampai dari Inggris ke Amerika Serikat.

Pada 25 Juli 2000, sebuah Concorde Air France jatuh 60 setelah lepas landas dari Paris dalam perjalanan ke New York. Semua 109 orang di dalam pesawat dan empat di darat tewas.

Kecelakaan pesawat supersonik tersebut disebabkan ban pesawat pecah sehingga jatuh dan memecahkan tangki bahan bakar. Kebocoran bahan bakar ini membuat kebakaran pesawat hingga gagal mesin. Kecelakaan fatal pertama pada Concorde ini menandakan penurunan kualitas pesawat. Penerbangan terakhir Concorde ditutup pada 24 Oktober 2003.

Nah, itu dia peristiwa bersejarah pada tanggal 31 Desember tahun 1933 yang diwarnai kompetisi proyek pesawat supersonik Uni Soviet dengan Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat di Perang Dingin. Apakah detikers pernah mendengar peristiwa ini?



Simak Video "Ilmuwan Jadikan Chernobyl Lab Penelitian Keanekaragaman Hayati"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia