Sejarah Trem Jakarta, dari Tenaga Kuda sampai Melintasi Batavia

Trisna Wulandari - detikEdu
Kamis, 30 Des 2021 16:00 WIB
Rel trem peninggalan Belanda ditemukan dalam proyek pembangunan MRT Fase 2A Glodok - Kota. Begini penampakannya.
Penampakan rel trem Jakarta di masa berdirinya Batavia yang ditemukan di pembangunan MRT fase 2A. Begini sejarah trem di Jakarta. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Jaringan rel trem Jakarta ditemukan pada proyek MRT False 2A Jalur Glodok-Kota. Rel dengan panjang sekitar 400 meter tersebut digunakan sebagai perlintasan trem di masa berdirinya Batavia dari area Glodok ke Museum Bank Mandiri.

Arkeolog dari Universitas Indonesia Junus Satrio Atmodjo mengatakan, rel-rel trem tersebut akan diteliti dan disimpan selama sekitar 4 tahun dalam rangka konservasi. Harapannya, rel-rel yang bertahan melampaui zaman penjajahan hingga kemerdekaan Indonesia tersebut dapat dibersihkan dan dirawat agar tidak rusak.

Salah satu wacana tentang nasib rel trem Jakarta ini yaitu dipasang kembali di lokasi yang sama setelah pengerjaan MRT selesai.

"Ada indikasi untuk dikembalikan, itu masih akan didiskusikan. Apakah ditanam, atau dikembalikan ke permukaan jalan. Kalau dikembalikan kan harus dikonservasi dilakukan dengan baik, memunculkan kembali enkripsinya, mengawetkan bantalan kayu supaya bisa awet," kata Junus, Rabu (29/12/2021).

Junus mengatakan, wacana lainnya yaitu rel trem Jakarta akan dipamerkan di Stasiun MRT saat rampung dibangun. Dengan demikian, masyarakat bisa mengenal temuan bersejarah di sepanjang pembangunan MRT. Seperti apa sejarah trem Jakarta?

Sejarah trem Jakarta

A. Tenaga kuda dan uap

Trem pertama di Batavia pada 10 April 1869 menggunakan tenaga kuda. Pada 1882, trem kuda mulai digantikan dengan trem uap. Trem ini dioperasikan Bataviasche Tramweg Maatschappij (BTM), yang kelak berganti nama jadi Nederlands-Indische Tramweg Maatschappij (NITM).

Trem uap menggunakan lebar sepur 1.1188 mm saja. Di samping itu, lokomotif uap menjadi lebih efisien arena dapat menyingkat waktu perjalanan, seperti dikutip dari penelitian Perkembangan Transportasi Kereta Api di Jakarta oleh Jumardi dkk. Jalur trem membentang dari Kota Intan hingga Kampung Melayu.

Trem uap Batavia ini melintas dari Tram Stasiun Kota Intan melalui Stasion Batavia NIS dan Stasion Batavia BOS, Glodok, Harmoni, lalu belok melalui Rijswijk (sekarang kawasan Juanda, dekat Harmoni), Pasar Baroe, Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng), Senen, Tanah Tinggi, Kramat, Salemba, Matraman, Meester Cornelis (sekarang Jatinegara Timur), dan Kampung Melajo.

B. Trem listrik

Peningkatan jalur trem Batavia terus dilakukan dengan mengganti trem uap jadi trem listrik pada tahun 1899. Jalurnya mencapai 14 km pada 1909. Trem listrik dioperasikan oleh perusahaan yang berbeda dengan trem uap, yaitu Batavia Elektrische Tramweg Maatschappij (BETM). Kedua perusahaan trem uap dan trem listrik kelak bergabung pada tanggal 31 Juli 1930 sebagai Batavia Verkeers-Maatschappij (BVM).

C. Penambahan jalur

Di samping meningkatkan trem uap jadi trem listrik, jalur trem di Batavia juga ditambah. Jalur trem baru dimulai dari Stasion Batavia (BOS) ke arah timur sejajar rel melalui Kemajoran, Goenoeng Sahari, Pasar Senen dan Tanah Tinggi, kalau belok ke arah barat melalui Kwitang, Gondangdia, dan seterusnya ke Tanah Abang, lalu berakhir di halte Kanpong Djati. Dari Kanpong Djati, Tanah Abang, jalur trem ini mengarah ke halte Harmoni.

D. Trem Jakarta

Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, pemerintah mengambil alih perusahaan BVM. Perusahaan trem ini dinasionalisasi pada tahun 1957 menjadi perusahaan Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD).

Trem Jakarta hanya dioperasikan PPD beberapa waktu setelah dinasionalisasi.Sebab, saat itu trem dianggap tidak cocok dengan tata ruang kota besar. Nah, itu dia sejarah trem Jakarta dari masa berdirinya Batavia hingga kemerdekaan. Apakah detikers sudah pernah melihat rel trem Indonesia dari masa lalu?



Simak Video "Heboh Temuan Rel Trem Tertua di Indonesia, Arkeolog Beberkan Kondisinya"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia