Raja Balaputradewa, Kunci Zaman Keemasan Kerajaan Sriwijaya

Nikita Rosa - detikEdu
Kamis, 30 Des 2021 14:45 WIB
Kerajaan Sriwijaya sempat menjadi salah satu yang terbesar di Nusantara. Tepatnya berdiri pada sekitar abad ke-7 Masehi di tepian Sungai Musi, di daerah Palembang, Sumatera Selatan.
Kerajaan Sriwijaya pernah menjadi kerajaan maritim besar saat berada di bawah Raja Balaputradewa (Foto: Dok. detikcom)
Jakarta -

Dalam buku Sejarah Nasional Indonesia: Edisi Revisi (2019) karya Edi Hernadi, Raja Balaputradewa merupakan raja yang terkenal dari Kerajaan Sriwijaya. Ia merupakan keturunan dari dinasti Syailendra dan memerintah kerajaan Sriwijaya pada abad ke-8 hingga 9 Masehi.

Pada masa pemerintahan Raja Balaputradewa, kerajaan Sriwijaya berkembang pesat hingga mencapai zaman keemasan. Hal ini disebabkan karena, Raja Balaputradewa memiliki gaya kepemimpinan yang berani dan tegas.

Kontribusinya dalam memajukan kerajaan Sriwijaya terdengar hingga dataran China oleh musafir China bernama I-tsing. Raja Balaputradewa punya kontribusi sangat besar pada kemajuan Kerajaan Sriwijaya yakni membangun armada angkatan laut yang kuat.

Pada akhir abad ke-8, kerajaan Sriwijaya telah berhasil menguasai seluruh jalur perdagangan di Asia Tenggara, baik melalui Selat Sunda maupun Selat Malaka, Selat Karimata dan Tanah Genting Kra.

Dengan wilayah kekuasaan itu, Sriwijaya menjadi kerajaan laut terbesar di Asia Tenggara. Berkat kontribusi Raja Balaputradewa, Sriwijaya dikenal sebagai kerajaan maritim dan pusat perdagangan di Asia Tenggara.

Sebagai pusat perdagangan, Sriwijaya memperoleh peningkatan ekonomi yang besar di masa kepemimpinan Balaputradewa. Peningkatan ini didapatkan dari pembayaran upeti dan pajak, serta keuntungan hasil perdagangan

Selain itu, Raja Balaputradewa dengan bantuan Raja Dewapaladewa di Pali telah mendirikan Vihara di Nalanda (India) bagi pelajar-pelajar Nusantara yang belajar agama Buddha di Nalanda.

Dia pun mendorong rakyatnya untuk mendalami ajaran agama Buddha. Di bawah kepemimpinannya juga, Kerajaan Sriwijaya juga menjadi pusat pendidikan dan penyebaran agama Buddha.

Hal ini dibuktikan dari Prasasti Nalanda berangka tahun 860 M yang ditemukan oleh Hirananda Shastri pada tahun 1921 di ruang depan Biara Nalanda, Bihar-India.

Prasasti dengan aksara Pallawa ini menjelaskan tentang Raja Devapaladeva yang berasal dari Kerajaan Palla di India, yang mengabulkan permintaan Sri Maharaja dari Swarnadvipa atau Sriwijaya untuk membangun sebuah biara Buddha di Nalanda.

Kecakapannya dalam memimpin juga menjadi alasan Raja Balaputradewa yang merupakan anak dari Samaragrawira itu disegani oleh rakyatnya.



Simak Video "Tempat Bersejarah di Pulau Buru, Riau"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia