Mengenal Baju Sangkarut, Pakaian Adat Suku Dayak Ngaju Kalimantan Tengah

Nikita Rosa - detikEdu
Rabu, 29 Des 2021 15:00 WIB
Baju sangkarut yang merupakan pakaian adat dari suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah
Baju Sangkarut (Dok. Pemprov Kalimantan Tengah)
Jakarta -

Baju sangkarut atau juga dikenal dengan baju basulau merupakan pakaian adat asal Kalimantan Tengah. Baju sangkarut dibuat oleh suku Dayak Ngaju yang bermukim di daerah Sungai Kapuas, Kalimantan Tengah.

Baju berbentuk rompi ini berasal dari bahan dasar alam dengan dihiasi kerang. Mengutip dari Dinas Kominfo, Persandian, dan Statistik Provinsi Kalimantan Tengah, bahan dasar baju sangkarut mengandung serat daun nanas, serat daun lemba, serta tengang, dan serat nyamu.

Kulit dari daun lemba merupakan kulit tumbuhan pinang puyuh yang tumbuh di Kalimantan. Kulit daun lemba berstruktur keras dan berserat sehingga kuat untuk dibentuk menjadi rompi.

Ornamen yang menghiasi baju sangkarut dibuat dengan bahan alami seperti kerang, tempelan kulit trenggiling, kancing, uang logam, manik-manik, dan benda magis.

Benda magis yang dijadikan ornamen penghias baju sangkarut tidak hanya sebagai hiasan. Benda magis ini juga dipercaya membantu pemakainya memiliki kekebalan akan senjata tajam atau senjata api. Inilah yang menjadikan baju sangkarut umum digunakan dalam peperangan.

Penamaan baju ini berasal dari kata "Sangka" dengan arti pembatas. Nilai filosofinya, baju ini dapat menangkal setiap gangguan para roh halus yang akan datang pada pemakainya. Selain itu, baju ini dipercaya bisa melindungi pemakainya dari pengaruh orang jahat.

Seiring perkembangan zaman, Suku Dayak Ngaju bersosialisasi dengan kelompok dari suku lain. Sosialisasi ini berlangsung melalui praktek jual beli ketika bangsa Cina dan India datang ke Kalimantan Tengah. Bangsa Cina dan India mengenalkan manik-manik untuk melengkapi perhiasan masyarakat yang sebelumnya hanya terbuat dari biji-bijian, kayu, dan tulang.

Perpaduan ini menghasilkan pakaian adat yang eksotis dengan tetap mengekspresikan kekayaan sumber daya alam. Kini baju sangkarut sulit ditemukan. Masyarakat suku Dayak Ngaju telah beralih ke baju modern yang lebih nyaman untuk dipakai.

Meski demikian, baju sangkarut tetap digunakan di ritual-ritual tertentu dan acara penyambutan.



Simak Video "Jawaban Kenapa Jokowi Pakai Baju Adat Baduy di Sidang Tahunan MPR"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia