Mengapa Kucing Suka Menjilat? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Anatasia Anjani - detikEdu
Sabtu, 25 Des 2021 11:00 WIB
Sebuah rumah tua di Iran disulap menjadi museum kucing. Di sana pengunjung dapat melihat berbagai jenis kucing yang di antaranya diselamatkan dari jalanan.
Foto: AP Photo/Vahid Salemi
Jakarta -

Kucing sangat suka menjilat. Menurut penelitian, kucing domestic dewasi menghabiskan waktunya hingga 8 persen dari bangun tidur untuk merawat tubuh mereka. Menjilat bagi kucing juga memiliki peran yang sangat penting.

Melansir dari laman Science Focus, berikut adalah alasan mengapa kucing suka menjilat.

1. Dengan menjilat manusia, menunjukkan bahwa kucing mempercayai kalian.

2. Menjilat juga dilakukan untuk mengakses informasi biokimia dari kulit manusia.

3. Dengan menjilat manusia, menandai manusia tersebut adalah miliknya.

Selain tiga alasan tersebut, menurut pakar terdapat tiga teori yang mendasari mengapa kucing suka menjilat. Berikut tiga teorinya:

1. Teori Kepercayaan

Ada kemungkinan kucing menjilati manusia untuk menunjukkan bahwa mereka mempercaya manusia tersebut. Selain itu juga untuk menunjukkan bahwa mereka tidak menganggap manusia sebagai pesaing.

"Jenis menjilati ini mirip dengan perilaku kucing ke kucing yang dikenal sebagai allogrooming, yang pada dasarnya saling merawat. Seekor kucing akan mempelajari hal ini dari induknya ketika mereka masih sangat kecil, buta dan tuli. Ini pada dasarnya untuk membersihkan anak kucing dan memperkuat ikatan sosial," kata ahli psikologi hewan, David Sands.

David menjelaskan kucing dewasa hanya akan menjilat kucing lain yang mereka percayai dan tidak bersaing dengannya. Perilaku perawatan yang saling percaya ini dapat ditransfer ke manusia.

Dengan kata lain, jika kucing kalian menjilat kalian, itu bukan tanda keterikatan yang positif dan negatif.

Penelitian University of Lincoln yang berjudul Kucing Domestik Tidak Menunjukkan Tanda Keterikatan Aman dengan Pemiliknya.

Saat menukar 20 kucing dan pemiliknya, para peneliti menemukan bahwa kucing-kucing itu tampaknya juga terikat dengan orang asing (ditunjukkan melalui perilaku seperti bermain dan bercermin) dibandingkan dengan pemiliknya yang sebenarnya.

Para peneliti menyimpulkan kucing dewasa adalah makhluk yang mandiri dalam hubungan sosial. Mereka tidak harus bergantung pada orang lain untuk memberikan rasa aman dan aman.

2. Teori Biokimia

Menurut teori ini, jika kucing menjilat kalian berarti tertarik dengan aroma dari badan manusia.

"Indera pengecap kucing sangat sensitif. Mereka dapat menangkap aroma dari kulit kita yang dapat mencakup sekresi feromon dari hewan lain," ujar Sands.

"Bisa juga karena Anda memiliki garam, pelembab, atau apa pun yang baru saja Anda makan di tangan Anda. Bagi kucing, semua ini adalah aroma yang menarik dan menjilati memungkinkan mereka untuk memeriksanya," ujar Sands.

3. Teori Permainan Kepemilikan Kucing

Setelah menjilat manusia kucing kemudian menjilat diri mereka sendiri. Menurut Sands hal tersebut dilakukan untuk menghilangkan bau manusia.

"Begitu banyak perilaku kucing lainnya bermuara pada kepemilikan dan kepemilikan. Semua yang mereka lakukan sangat teritorial," ujar Sands.

"Kadang-kadang ketika kucing merawat kucing lain dan orang-orang, mereka mengikis aroma dan menggantinya dengan aroma mereka sendiri. Itu cara mereka menandai dan mengatakan 'Ini milikku! Aku memilikimu!'" ujar Sands.



Simak Video "Kisah Bu Menon Bukan Pengemudi Ojol Biasa"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia