Siswa, Ini 6 Jenis Kain Tradisional yang Harus Diketahui

Anatasia Anjani - detikEdu
Jumat, 24 Des 2021 09:00 WIB
Salah satu kerajinan khas Toba yang paling dikenal masyarakat adalah kain tradisionalnya yang bernama Ulos dan Sarung Batak. Intip proses pembuatannya yuks.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Indonesia memiliki beragam kekayaan budaya salah satunya kain tradisional. Kain tradisional adalah kain yang berasal dari budaya di daerah lokal. Kain ini dibuat secara tradisional dan digunakan untuk kepentingan adat dan istiadat.

Di Indonesia terdapat banyak jenis kain tradisional. Apa saja jenis kain tradisional tersebut? Berikut adalah penjelasannya yang dikutip dari akun Instagram Direktorat Sekolah Dasar.

6 Jenis Kain Tradisional:

1. Songket Minangkabau

Songket Minangkabau berasal dari Kerajaan Sriwijaya kemudia berkembang hingga Kerajaan Melaya dan masuk ke daerah Minang. Menurut sejarah kain Songket digunakan sebagai alat berekspresi.

Suku Minang mengekpresikan perasaannya ke dalam sehelai songket. Kain ini digunakan dalam berbagai upacara adat tingkat tinggi seperti upacara Batagak Pangulu (Pengangkatan Pemimpin Adat).

Kain ini juga digunakan dalam prosesi upacara pernikahan. Motif yang paling terkenal adalah motif Kaluak Paku dan Pucuak Rabuang.

2. Sasirangan Banjar

Kain sasirangan Banjar sudah ada sejak abad ke 12. Kain ini adalah karya dari Patih Lambung Mangkurat setelah ia bertapa di atas rakit Balarut Banyu selama 40 hari 40 malam. Sasirangan sendiri memiliki arti menyirang atau menjelujur.

Awalnya kain sasirangan dibuat untuk pengobatan tradisional, utamanya untuk pengobatan keturunan raja. Kain ini digunakan dalam upacara adat, misalnya acara mandi calon pengantin, melahirkan, dan upacara Baayun Maulid.

Motif utama dalam kain sasirangan adalah motif lajur, motif ceplok, dan motif variasi.

3. Kain Ulos

Ulos adalah kain khas dari suku Batak. Kain ulos dibuat dari benang kapas dan diwarnai dengan cara merendam benang ke dalam pewarna alami yang berasal dari tanaman.

Kain ini digunakan pada upacara adat. Awalnya kain ulos digunakan sebagai pakaian sehari-hari masyarakat Batak. Kain ini juga dapat dipakai sebagai penutup kepala hingga selendang.

Kain ulos merupakan simbol status Suku Batak.

4. Kain Lurik

Lurik adalah kain tradisional yang berasal dari Jawa. Kain ini memiliki pla lorek atau garis-garis. Garis-garis pada kain ini bisa berupa garis vertical maupun horizontal.

Kain lurik terbuat dari serat seperti kapas, kayu sutera, hingga sintetis. Kain lurik digunakan untuk upacara adat, misalnya saat acara mitoni dan labuhan.

5. Songket Palembang

Pada tahun 2013 lalu, songket Palembang diresmikan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Kain Songket Palembang memiliki makna filosofis seperti kemakmuran, kejayaan, serta keberanian.

Songket sendiri berasal dari kata sungkin yang artinya mengait. Songket Palembang memiliki beberapa jenis yaitu Songket Lepus, Songket Tabur, Songket Bunga, Songket Limar, dan lain sebagainya.

Kain songket digunakan untuk menghadiri acara adat seperti perkawinan, upacara cukur rambut bayi, dan busana penari Gending Sriwijaya.

6. Endek Bali

Endek memiliki arti diam atau tetap dan tidak berubah warnanya. Proses pembuatannya dengan benang yang diikat dan dicelupkan pada pewarna, benang tersebut tidak berubah warnanya.

Kain tenun Endek juga memiliki motif yang beragam.

Contohnya adalah motif patra dan encak saji. Motif tersebut bersifat sakral dan hanya digunakan pada saat upacara keagamaan. Sedangkan motif kain Endek lainnya seperti flora, fauna, tokoh pewayangan, dan motif gemotris biasa digunakan untuk kegiatan sosial atau menjalani kehidupan sehari-hari.

Itulah enam kain tradisional khas Indonesia. Apa detikers pernah memakainya?



Simak Video "Pemintalan Kapas, Proses Penting Pembuatan Kain Ulos, Tarutung"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/faz)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia