Mirip seperti di Bumi, Ilmuwan Temukan Air Es di Mars

Fahri Zulfikar - detikEdu
Jumat, 17 Des 2021 19:30 WIB
Lima tahun sejak mendarat, penjelajah Curiosity Mars milik NASA mendaki menuju beberapa lapisan Gunung Sharp pada Agustus 2017.
Foto: NASA / JPL-Caltech/Planet Mars
Jakarta -

Penelitian baru berdasarkan Trace Gas Orbiter (TGO), bagian dari misi ExoMars yang dioperasikan oleh European Space Agency (ESA) menemukan air es yang mungkin bersembunyi hanya beberapa meter di bawah permukaan Mars.

Penelitian tentang temuan air es di Mars tersebut telah diterbitkan dalam jurnal Icarus edisi Maret 2022 dan diterbitkan secara online pada 19 November.

ExoMars yang diluncurkan pada 2016 setidaknya mencakup dua TGO dan penjelajah Rosalind Franklin yang akan diluncurkan ke Mars tahun depan.

Di antara instrumen di kapal TGO, ada salah satu yang disebut Fine Resolution Epithermal Neutron Detector (FREND), yang dapat mendeteksi hidrogen, salah satu dari dua elemen yang membentuk air.

Analisis baru dari data FREND menunjukkan tingkat hidrogen yang tinggi di sebuah situs atau kanal bernama Candor Chaos, yang terletak di dekat jantung sistem ngarai besar yang dijuluki Valles Marineris.

"Kami menemukan bagian tengah Valles Marineris penuh dengan air, jauh lebih banyak air daripada yang kami harapkan," kata Alexey Malakhov, seorang ilmuwan senior di Space Research Institute of the Russian Academy of Sciences, dikutip Science, Jumat (17/12).

Menurut Malakhov, hal itu sangat mirip dengan wilayah permafrost (tanah beku abadi) bumi, di mana es air secara permanen bertahan di bawah tanah kering karena suhu rendah yang konstan.

Valles Marineris adalah ngarai terbesar di tata surya dengan 10 kali lebih panjang dan lima kali lebih dalam dari Grand Canyon di Bumi.

Ketika para ilmuwan telah mencari air es Mars di wilayah khatulistiwa sebelumnya, mereka hanya dapat mempelajari debu permukaan, dan mereka hanya menemukan sejumlah kecil air.

Penelitian baru ini memperluas kedalaman yang dapat dipelajari para ilmuwan, memberi mereka pandangan di bawah permukaan atas serta permukaan langsung.

"Dengan TGO kita dapat melihat ke bawah hingga satu meter [3 kaki] di bawah lapisan berdebu ini dan melihat apa yang sebenarnya terjadi di bawah permukaan Mars dan yang terpenting, menemukan 'oasis' kaya air yang tidak dapat dideteksi dengan instrumen sebelumnya," terang Igor Mitrofanov, ilmuwan lain di Institut Penelitian Luar Angkasa Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia.

Para peneliti mengatakan bahwa jika semua hidrogen yang mereka deteksi hadir dalam bentuk air es, maka senyawa berharga tersebut dapat membentuk sebanyak 40% bahan dekat permukaan di daerah tersebut.

Namun, FREND juga dapat mendeteksi air yang terkandung dalam mineral lokal, meskipun para ilmuwan percaya bahwa kemungkinannya lebih kecil daripada es.

"Temuan ini merupakan langkah pertama yang luar biasa, tetapi kami membutuhkan lebih banyak pengamatan untuk mengetahui dengan pasti bentuk air apa yang sedang kami hadapi," ungkap mantan ilmuwan proyek ESA untuk ExoMars TGO, HÃ¥kan Svedhem.



Simak Video "Kalau Wisata ke Planet Mars, Destinasinya Kemana Aja Ya?"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia