Asal-usul Gurun: Masalah Air Hujan, Awan, dan Kelembaban

Trisna Wulandari - detikEdu
Kamis, 16 Des 2021 09:00 WIB
gurun di Australia
Bagaimana asal mula gurun terbentuk? Nah, berikut asal-usul gurun. Foto: Getty Images/iStockphoto/lindsay_imagery
Jakarta -

Gurun adalah bioma atau ekosistem luas yang paling kering dari semua bioma. Ciri-ciri gurun yaitu hamparan pasir yang menerima curah hujan yang sangat sedikit, sekitar kurang dari 10 inci atau 250 mm per tahun.

Dikutip dari Encyclopaedia Britannica, munculnya gurun amat dipengaruhi oleh letak geografis, angin, dan ketiadaan awan. Jadi, seperti apa sebenarnya asal-usul gurun?

Asal-usul Gurun

Awan dan Hujan Tidak Terbentuk

Gurun umumnya berlokasi di sisi barat sebuah benua, seperti gurun Sahara, Arabia, gurun Gobi, dan gurun-gurun kecil di Asia. Posisi gurun berada di pedalaman Eurasia, jauh dari pantai. Area gurun biasanya terletak di bawah sisi timur area tekanan tinggi subtropis. Letak geografis gurun membuat daerah ini terkena pengaruh putaran angin besar di belahan bumi utara dan belahan bumi selatan.

Sementara itu Udara lembab yang naik di dekat garis khatulistiwa mendingin dan mengembun menjadi awan dan, kemudian, hujan. Saat arus udara bergerak menuju kutub, udara melepaskan banyak uap airnya.

Pada saat arus balik menuju garis khatulistiwa, udara sedang turun. Hal ini menyebabkan udara menjadi terkompresi, lebih hangat, dan kelembaban relatifnya turun lebih jauh.

Dalam kondisi tersebut, awan dan hujan jarang terbentuk. Sementara itu, angin besar maupun kecil di area gurun mempercepat penguapan uap air. Alhasil, daerah daratan di bawahnya menjadi sangat gersang karena kurangnya kelembaban. Tidak adanya hujan dan kelembaban membuat gurun muncul seperti yang kita kenal saat ini.

Tumpukan Pasir

Lalu, dari mana pasir gurun muncul? Dikutip dari Earth Sky, semua pasir gurun semula berasal dari tempat lain. Tidak jarang, pasir gurun berasal dari tempat sejauh ratusan km.

Sebagian pasir gurun juga berasal dari sungai atau aliran sungai di masa lalu, saat daerah tersebut belum menjadi gurun. Ketika daerah tersebut menjadi gersang, tidak ada vegetasi atau air yang bisa menahan tanah. Angin membuat partikel halus tanah liat dan bahan organik beterbangan. Hal inilah yang menjadi menyebabkan munculnya pasir gurun.

Pergerakan lempeng bumi lantas mempengaruhi letak gurun di masa lalu ke masa sekarang. Karena itu, sebuah daerah kering beserta batuan di sebuah tempat bisa berasal dari ratusan km jauhnya, jika dibandingkan dengan letak gurun saat ini. Terlebih, angin besar juga membuat partikel tanah dan bahan organik bisa terbang jauh.

Tidak Cuma Padang Pasir Panas

Gurun identik dengan suhu panas dan pasir di mana-mana. Tetapi, gurun juga dapat terbentuk di daerah yang lebih dingin. Gurun dingin di dunia di antaranya yaitu gurun Atacama, Chili dan Gurun Karakum, Turkmenistan yang terletak di Stepa Eurasia. Suhu gurun-gurun ini bisa turun hingga di bawah titik beku pada bulan-bulan yang lebih dingin tiap tahunnya.

Seperti gurun umumnya, gurun dingin juga mendapat curah hujan yang sangat sedikit, sehingga disebut gurun. Nah, jika memakai kriteria ini, maka Antartika juga dapat disebut gurun, lho.

Di "gurun" Antartika, es merupakan "pasirnya". Wilayah pesisir Antartika menerima curah hujan sekitar 7,9 inci (200 mm) per tahun. Sementara itu, area tengah benua menerima kurang dari 2 inci (sekitar 50 mm) per tahun.

Jika Antartika diterima sebagai gurun, maka benua ini dapat menjadi gurun terluas di dunia. Sebab, gurun Sahara terbentang sekitar 8,6 juta km persegi, sementara Antartika membentang 14,2 juta km persegi.

Nah, itu dia asal-usul gurun dan pasirnya. Apakah kamu setuju kalau Antartika juga dianggap sebagai gurun?



Simak Video "Langit Spanyol Berubah Jadi Oranye Akibat Badai Celia"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia