NASA Rekrut 10 Calon Astronaut, Ada Empat Perempuan

Trisna Wulandari - detikEdu
Selasa, 07 Des 2021 20:30 WIB
Calon astronaut NASA.
Foto: NASA
Jakarta - National Aeronautics and Space Administration (NASA) mengumumkan sepuluh nama calon astronot baru dari 12.000 pelamar, Rabu (6/12/2021). Kesepuluh calon astronaut perwakilan AS ini akan mendedikasikan ilmunya untuk kemanusiaan di luar angkasa.

Beberapa di antaranya lulusan universitas terkemuka dunia seperti Massachusetts Institute of Technology (MIT), Johns Hopkins University, dan Stanford University.

Sepuluh calon astronaut NASA ini adalah yang terbaru setelah 4 tahun NASA tidak merekrut anggota baru, seperti dikutip dari laman NASA. Kesepuluh calon astronaut tersebut akan mulai menjalani pelatihan 2 tahun per Januari 2022.

Pelatihan astronaut NASA sendiri terdiri dari lima kategori utama, yaitu mengoperasikan dan memelihara sistem kompleks Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station), pelatihan untuk perjalanan luar angkasa, mengembangkan keterampilan robotika yang kompleks, mengoperasikan jet pelatihan T-38 dengan aman, dan keterampilan bahasa Rusia.

Setelah selesai, sepulun calon astronaut NASA ini dapat ditugaskan untuk misi yang melibatkan penelitian di stasiun luar angkasa, peluncuran pesawat ruang angkasa buatan perusahaan komersil dari daratan Amerika, serta misi luar angkasa, termasuk ke bulan dengan pesawat ruang angkasa NASA Orion dan roket sistem peluncuran luar angkasa.

Administrator NASA Bill Nelson mengatakan, setiap calon astronot tersebut punya keahlian masing-masing.

"Hari ini kita menyambut 10 penjelajah baru, 10 anggota generasi Artemis, kelas calon astronaut NASA 2021. Masing-masing punya kejagoannya, tetapi bersama-sama mereka merepresentasikan keyakinan negara kita: E puribus unum -- out oof many, one," kata Nelson di Ellington Field, dekat NASA's Johnson Space Center, Houston.

Mantan Astronaut NASA dan Wakil Administrator NASA Pam Melroy mengatakan, setiap calon astronaut terpilih tersebut punya latar belakang luar biasa dan membawa keragaman dalam banyak bentuk ke korps astronot NASA. "Anda melangkah ke salah satu bentuk layanan publik tertinggi dan paling menarik," tuturnya.

Pelamar rekrutmen NASA tersebut berasal dari 50 negara bagian di AS, Distrik Columbia, dan wilayah AS Puerto Rico, Guam, Kepulauan Virgin, dan Kepulauan Mariana Utara. Pada rekrutmen ini, NASA pertama kalinya mewajibkan pelamar memiliki gelar master bidang STEM dan menggunakan alat penilaian online.

10 Calon Astronaut Baru NASA

Nichole Ayers

Nichole Ayers, calon astronot NASA.Nichole Ayers, calon astronot NASA. Foto: NASA/ROBERT MARKOWITZ

Mayor Angkatan Udara AS usia 32 tahun ini merupakan sarjana Matematika dengan minor Bahasa Rusia di U.S. Air Force Academy, Colorado (2011). Ayers lalu meraih gelar master dalam komputasi dan matematika terapan dari Rice University.

Penerbang tempur dengan 200 jam tempur dan lebih dari 1.150 jam total waktu terbang di jet tempur T-38 dan F-22 Raptor ini adalah salah satu dari sedikit perempuan yang saat ini menerbangkan F-22. Pada 2019, perempuan asal Colorado ini memimpin formasi khusus perempuan pertama dalam pertempuran.

Marcos BerrĂ­os

Marcos Berrios, calon astronaut NASA.Marcos Berrios, calon astronaut NASA. Foto: NASA/ROBERT MARKOWITZ

Mayor Angkatan Udara AS usia 37 tahun ini merupakan pilot penguji lulusan Massachusetts Institute of Technology (MIT) untuk gelar sarjana dan master bidang Teknik Mesin. Ia juga meraih gelar doktor bidang aeronautika dan astronotika dari Stanford University.

Pilot asal Guaynabo, Puerto Rico ini sudah menjalani lebih dari 110 misi tempur dan 1.300 jam waktu penerbangan di lebih dari 21 pesawat yang berbeda. Saat menjadi cadangan di Air National Guard, BerrĂ­os juga bekerja sebagai insinyur luar angkasa untuk Direktorat Pengembangan Penerbangan Angkatan Darat AS, Moffett Federal Airfield, California.

Christina Birch

Christina Birch, calon astronaut NASA.Christina Birch, calon astronaut NASA. Foto: NASA/ROBERT MARKOWITZ

Dosen alumnus S1 Matematika, Biokimia, dan Biofisika Molekuler University of Arizona ini meraih gelar dokter bidang teknik biologi dari MIT. Perempuan 35 tahun asal Gilbert, Arizona ini kelak menjadi dosen bioteknologi di University of California, Riverside serta dosen penulisan ilmiah dan komunikasi di California Institute of Technology. Birch juga dikenal sebagai pesepeda trek dari Tim Nasional (Timnas) AS.

Deniz Burnham

Deniz Burnham, calon astronaut NASA.Deniz Burnham, calon astronaut NASA. Foto: NASA/ROBERT MARKOWITZ

Letnan Angkatan Laut AS usia 36 tahun asal Wasilla, Alaska ini adalah mantan karyawan magang di NASA Ames Research Center di Silicon Valley, California.

Alumnus S1 Teknik Kimia, University of California, San Diego dan S2 Teknik Mesin, University of Southern California, LA ini tercatat berpengalaman di industri energi. Burnham di berpengalaman mengelola proyek pengeboran di lokasi di kawasan Amerika Utara, termasuk di Alaska, Kanada, dan Texas.

Luke Delaney

Luke Delaney, calon astronaut NASA.Luke Delaney, calon astronaut NASA. Foto: NASA/ROBERT MARKOWITZ

Pensiunan Mayor Korps Marinir AS usia 42 tahun ini merupakan alumnus S1 Teknik Mesin, University of North Florida dan Master Teknik Kedirgantaraan, Naval Postgraduate School. Pria asal Debary, Florida ini dikenal sebagai penerbang angkatan laut terkemuka yang berpartisipasi dalam latihan di seluruh wilayah Asia Pasifik dan melakukan misi tempur untuk mendukung Operasi Enduring Freedom. Sebagai pilot uji coba, Delaney banyak melakukan penerbangan yang mengevaluasi integrasi sistem senjata dan menjabat sebagai instruktur uji coba.

Baru-baru ini, Delaney sempat bekerja sebagai pilot penelitian di Pusat Penelitian Langley NASA, Hampton, Virginia untuk misi sains di udara. Termasuk karirnya di NASA, Delaney punya catatan lebih dari 3.700 jam terbang dengan 48 model pesawat jet, baling-baling, dan sayap putar.

Andre Douglas

Andre Douglas, calon astronaut NASA.Andre Douglas, calon astronaut NASA. Foto: NASA/ROBERT MARKOWITZ

Alumnus S1 Teknik Mesin, US Coast Guard Academy ini meraih gelar master bidang teknik mesin dari University of Michigan, master bidang arsitektur angkatan laut dan teknik kelautan dari University of Michigan, master bidang teknik listrik dan komputer dari Universitas Johns Hopkins, dan gelar doktor rekayasa sistem dari Universitas George Washington. Banyak, ya?

Pria 35 tahun asal Virginia ini bertugas di US Coast Guard sebagai arsitek angkatan laut, insinyur penyelamatan, asisten pengontrol kerusakan, dan perwira dek. Dia baru-baru ini sempat menjadi anggota staf senior di Laboratorium Fisika Terapan Universitas Johns Hopkins. Di sana, ia menangani robotika maritim, pertahanan planet, dan misi eksplorasi ruang angkasa untuk NASA.

Jack Hathaway

Jack Hathaway, calon astronaut NASA.Jack Hathaway, calon astronaut NASA. Foto: NASA/ROBERT MARKOWITZ

Komandan Angkatan Laut AS ini merupakan alumnus S1 Fisika dan Sejarah U.S. Naval Academy. Pria 39 tahun asal Connecticut ini menyelesaikan studi pascasarjana di University of Cranfield, Inggris dan U.S. Naval War College, AS.

Penerbang angkatan laut terkemuka ini tergabung dalam Skuadron Tempur 14 Angkatan Laut USS Nimitz dan Skuadron Tempur 136 USS Truman. Alumnus Empire Test Pilots' School, ini memiliki lebih dari 2.500 jam terbang di 30 jenis pesawat, lebih dari 500 kapal induk, dan menerbangkan 39 misi tempur.

Anil Menon

Anil Menon, calon astronaut NASA.Anil Menon, calon astronaut NASA. Foto: NASA/ROBERT MARKOWITZ

Letnan Kolonel Angkatan Udara AS usia 45 tahun ini lahir dan besar di Minneapolis, Minnesota. Ahli bedah penerbangan pertama SpaceX ini membantu peluncuran perdana luar angkasa selama misi SpaceX Demo-2 NASA. Menon juga membangun organisasi medis untuk mendukung sistem manusia untuk misi mendatang.

Sebelumnya, Menon merupakan ahli bedah penerbangan kru NASA untuk berbagai ekspedisi yang membawa astronaut ke Stasiun Luar Angkasa Internasional. Dokter pengobatan darurat juga aktif berlatih dengan pelatihan fellowship di padang gurun dan kedokteran kedirgantaraan, di samping menjadi penanggap pertama selama gempa bumi 2010 Haiti, gempa bumi 2015 Nepal, dan kecelakaan Reno Air Show 2011.

Angkatan Udara, Menon bertugas di Sayap Luar Angkasa ke-45 sebagai ahli bedah penerbangan dan Sayap Tempur ke-173, menangani lebih dari 100 pasien dalam tim critical care air transport.

Christopher Williams

Christopher Williams, calon astronaut NASA.Christopher Williams, calon astronaut NASA. Foto: NASA/ROBERT MARKOWITZ

Alumnus S1 Fisika, Universitas Stanford ini meraih gelar doktor bidang fisika dari MIT dengan penelitian bidang astrofisika. Fisikawan medis bersertifikat ini menyelesaikan pelatihan residensi di Harvard Medical School sebelum bergabung dengan fakultas sebagai fisikawan klinis dan peneliti.

Sebelum bergabung dengan NASA, Williams merupakan fisikawan medis Departemen Onkologi Radiasi, Brigham and Women's Hospital dan Dana-Farber Cancer Institute, Boston. Penelitian fisikawan utama untuk program terapi radiasi adaptif dengan MRI ini berfokus pada pengembangan teknik panduan gambar untuk perawatan kanker.

Jessica Wittner

Jessica Wittner, calon astronaut NASA.Jessica Wittner, calon astronaut NASA. Foto: NASA/ROBERT MARKOWITZ

Liutenant Commander US Navy ini semula aktif sebagai penerbang angkatan laut dan pilot uji. Alumnus S2 Teknik Kedirgantaraan, University of Arizona dan gelar S2 bidang yang sama di US Naval Postgraduate School ini sudah menerbangkan jet tempur F/A-18 dengan Strike Fighter Squadron 34 di Virginia Beach, Virginia, dan Strike Fighter Squadron 151 di Lemoore, California. Lulusan Sekolah Pilot Uji Angkatan Laut AS juga sebelumnya bekerja sebagai pilot uji dan petugas proyek dengan Skuadron Uji dan Evaluasi Udara 31 di China Lake, California.

Dengan tambahan 10 calon astronot 2021 ini, NASA kini telah memilih 360 astronaut sejak Mercury Seven pada tahun 1959. Gimana detikers, punya cita-cita jadi astronaut?

Simak Video "8 Jet Tempur China Masuk Zona Pertahanan Udara Taiwan"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia