Penemu Radioaktivitas yang Meninggal Karena Temuannya Sendiri, Siapakah Dia?

Novia Aisyah - detikEdu
Selasa, 07 Des 2021 11:30 WIB
Marie Curie. Historical portrait of the Polish-French physicist Marie Curie (1867-1934, nee Marya Sklodowska). With her husband Pierre, she isolated the radioactive elements polonium and radium in 1898. Marie won the 1911 Nobel Prize for Chemistry for thi
Foto: Getty Images
Jakarta -

Para penemu di dunia tidak jarang perlu menanggung risiko atas hasil temuannya sendiri. Salah satunya adalah penemu radioaktivitas dan polonium.

Dia adalah Marie Curie, seorang fisikawan dan kimiawan yang mempelopori studi radiasi. Dikutip dari Live Science, dia menemukan unsur polonium dan radium bersama dengan suaminya, Piere.

Keduanya merupakan pemenang anugerah Nobel Fisika di tahun 1903, bersama dengan Henri Becquerel. Kemudian, Curie juga menerima hadiah Nobel Kimia pada tahun 1911.

Sempat Tidak Diizinkan Masuk Universitas karena Seorang Perempuan

Marie Curie memiliki nama asli Marya (Manya) Salomee Sklodowska. Dia lahir pada 07 November 1867 di Warsawa, Polandia.

Penemu radioaktivitas tersebut adalah anak bungsu dari lima bersaudara dan kedua orang tuanya berprofesi sebagai pengajar. Orang tua Curie memastikan agar Curie dan ketiga saudara perempuannya memperoleh pendidikan yang baik seperti anak laki-laki mereka. Sayangnya, ibu Curie meninggal saat dirinya masih usia SD.

Pada tahun 1883, Curie sudah lulus sekolah menengah dengan peringkat pertama ketika usianya baru 15 tahun. Dia dan kakak perempuannya, Bronya, sebetulnya ingin sekolah perguruan tinggi. Akan tetapi, University of Warsaw tidak menerima mahasiswa perempuan.

Agar bisa melanjutkan cita-citanya, Curie terpaksa harus meninggalkan negaranya. Dia juga membantu membayar sekolah kedokteran saudara perempuannya saat usia 17 tahun. Curie pun akhirnya harus belajar sendiri dan berangkat ke Paris pada November 1891.

Saat mendaftar ke Universitas Sorbonne di Paris, dia melamar dengan nama Marie agar terdengar lebih Prancis. Dia juga menjadi mahasiswa yang rajin dan top di kelas.

Berkat talentanya itu, Curie mendapat beasiswa Alexandrovitch untuk para mahasiswa Polandia yang sekolah di luar negeri. Dia lulus dari Ilmu FIsika dan Matematika pada 1894.

Asal Mula Menemukan Radioaktivitas

Pada awalnya, Curie merasa tertarik dengan laporan penemuan tentang sinar-X yang dilakukan fisikawan Jerman, Wilhelm Rontgen serta laporan fisikawan Prancis Henri Becquerel mengenai sinar Becquerel.

Curie kemudian melakukan berbagai percobaan pada uranium dan mendokumentasikannya pada sebuah makalah yang di dalamnya dia juga menciptakan istilah radioaktivitas. Dicatat oleh Goldsmith seperti dikutip dari Live Science, makalah ini didokumentasikan pada Maret 1898.

Curie menyatakan, mengukur radioaktivitas akan memungkinkan penemuan unsur-unsur baru dan radioaktivitas adalah milik atom.

Meninggalnya Penemu Radioaktivitas

Pasca Perang Dunia I, Marie Curie bekerja keras mengumpulkan uang untuk Institut radiumnya. Tetapi, dia mengalami penurunan kesehatan pada 1920 yang penyebabnya kemungkinan besar karena paparan zat radioaktif.

Curie meninggal pada 04 Juli 1934 karena anemia aplastik, yaitu kondisi di mana sumsum tulang tidak bisa menghasilkan sel darah baru. Dokter Curie menyimpulkan bahwa sumsum tulang Curie tidak bisa bereaksi kemungkinan karena akumulasi radiasi dalam waktu yang lama, demikian kata Craig Nelson dalam buku The Age of Radiance: the Epic Rise and Dramatic Fall of the Atomic Era (dalam Scribner, 2014).

Penemu radioaktivitas ini dimakamkan di sebelah suaminya di Sceaux, selatan Paris. Akan tetapi, makam mereka dipindahkan ke Pantheon, Paris bersama para warga terbaik Prancis.



Simak Video "4 Teknologi yang Mencoba "Melawan" Kuasa Tuhan "
[Gambas:Video 20detik]
(nah/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia