Kisah KH As'ad Humam, Menemukan Metode Iqro dari Bawah Pohon Jambu

Rosmha Widiyani - detikEdu
Kamis, 02 Des 2021 11:30 WIB
Sejak tahun 1990 buku Iqro telah diproduksi di Kotagede, Yogyakarta. Nah, seperti apa sih proses produksinya? Yuk, intip foto-fotonya berikut ini.
Buku Iqro (Foto: PIUS ERLANGGA)
Jakarta - Gambar pria tua kurus berkacamata dengan memakai setelan jas dan peci hitam itu selalu muncul di sampul Buku Iqro. Ini adalah sebuah buku kecil untuk belajar membaca Alquran bagi anak-anak di Taman Pendidikan Alquran (TPA/TPQ).

Namun meski gambar tersebut muncul dalam buku Iqro' dan selalu dibawa oleh umat Islam baik usia anak-anak, remaja dan dewasa saat belajar membaca Alquran, sedikit yang tahu tentang sosok pria dalam sampul buku tersebut.

Dikutip dari situs Muhammadiyah, sosok kiai di sampul belakang buku Iqro tersebut adalah almarhum KH As'ad Humam. Iqro adalah buku kecil yang biasa digunakan untuk belajar membaca Alquran.

KH As'ad Humam lah yang menemukan metode Iqro untuk belajar membaca Alquran. Pria yang lahir pada tahun 1933 itu adalah anak kedua dari tujuh bersaudara yang berasal dari Selokraman, Kotagede, Yogyakarta.

Di masa mudanya KH As'ad Humam pernah belajar di pesantren Al-Munawir Krapyak selama dua tahun. Perjalanan panjang ditempuh KH As'ad Humam hingga menemukan metode Iqro.

Sang Kiai sampai pernah mencari inspirasi di bawah pohon jambu sebelah rumahnya, demi mencari cara yang tepat untuk mengajarkan membaca Alquran. Erweesbe Maimanati, anak kedua KH As'ad Humam mengisahkan, perlu waktu dua tahun bagi sang ayah untuk menemukan metode Iqro.

Metode belajar baca Alquran Iqro menyebar dengan cepat sejak didirikannya Taman Pendidikan Alquran (TPA) untuk anak usia 7-12 tahun. TPA berdiri pada 1989 di Kampung Selokraman, Kotagede, Yogyakarta.

Metode Iqro terdiri dari 6 jilid buku yang dimulai kata yang mudah dan akrab, misal ba-ta. Iqro juga didukung dengan variasi warna sampul. Seiring peningkatan jilid, pilihan kata makin variatif.

"Lewat sistem Iqro, KH As'ad Humam telah menyelamatkan masyarakat dari kebutaan terhadap Quran. Beliau adalah pahlawan penyelamat Quran," kata Menteri Agama periode 1993-1998 Tarmizi Taher.

Seiring waktu, metode Iqro membuktikan diri sebagai salah satu yang paling akrab dengan kebanyakan masyarakat Indonesia. Saking akrabnya, sosok sang kiai di sampul belakang buku Iqro bikin penasaran.

Masyarakat pun mencari info sosok yang ternyata telah meninggal pada 2 Februari 1996 ini. Rasa penasaran publik terjawab lewat konten TikTok viral @fridesides, yang ternyata cucu sang kiai.

"Mereka ingin sekali mengenal lebih jauh tentang Kakek Iqra dan minta aku menceritakan perjalanan hidup beliau," kata Frideswidi Aufi pemilik akun @fridesides dikutip dari Wolipop.

Menurut mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini, konten tersebut mendapat respon positif dari warganet. Publik juga senang bisa mengenal keturunan kakek Iqra.

Sosok sang kakek yang berdakwah lewat dunia pendidikan dan pembelajaran Al Quran menginspirasi Frideswidi. Gadis kelahiran 1999 ini bertekad melanjutkan dakwah sang kakek dengan jalan yang dipilihnya sendiri.

"Mungkin dengan cara saya berdakwah melalui media sosial, itu menjadi hal yang baik dan Insya Allah bermanfaat bagi orang banyak," ujar putri dari Erweesbe Maimanati anak ketiga KH As'Ad Humam.

Muslimah 22 tahun yang kini kuliah di Fakultas Bisnis Dan Ekonomika bercita-cita juga berharap membangun sebuah usaha berbasis syariah. Bisnis dan melanjutkan dakwah kakek Iqro kini menjadi harapan utama Frideswidi.

Simak Video "Melihat Madrasah di Afghanistan di Bawah Kepemimpinan Taliban"
[Gambas:Video 20detik]
(row/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia