Manusia sebagai Makhluk Ekonomi, Ini Pengertian dan Ciri-cirinya

Olivia Sabat - detikEdu
Senin, 29 Nov 2021 15:15 WIB
Pedagang melayani pembeli di wisata Pasar Terapung Siring Sungai Martapura di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (28/11/2021). Pemerintah Kota Banjarmasin kembali membuka salah satu obyek wisata andalan yaitu pasar terapung seiring status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 dengan pengawasan protokol kesehatan ketat serta pengunjung yang ingin masuk harus mengakses aplikasi PeduliLindungi. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym.
Pedagang melayani pembeli di wisata Pasar Terapung Siring Sungai Martapura di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (28/11/2021). Kegiatani ni merupakan contoh manusia sebagai makhluk ekonomi Foto: ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S
Jakarta - Manusia tidak hanya dikenal sebagai makhluk sosial, tetapi juga dikenal sebagai makhluk ekonomi. Apa yang dimaksud dengan manusia sebagai makhluk ekonomi? Ini penjelasannya.

Pada dasarnya, manusia sebagai makhluk ekonomi dilandasi oleh keadaan terbatasnya sumber daya, sedangkan kebutuhan manusia selalu bertambah. Dengan demikian, manusia perlu melakukan suatu usaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Pengertian Manusia sebagai Makhluk Sosial

Mengutip buku 'IPS Terpadu (Sosiologi, Geografi, Ekonomi, Sejarah)' yang ditulis oleh Nana Supriatna, dkk., konsep dasar manusia sebagai makhluk ekonomi (homo economicus) dikemukakan pertama kali oleh Adam Smith, yang dikenal sebagai Bapak Ilmu Ekonomi.

Dalam bukunya berjudul 'An Inquiry into The Nature and Causes of The Wealth of The Nations', Smith mengartikan manusia sebagai makhluk ekonomi karena manusia cenderung tidak pernah puas dengan apa yang telah diperoleh dan selalu berusaha terus-menerus memenuhi kebutuhan hidupnya.

Sementara itu, dalam kamus ekonomi Collins, manusia ekonomi adalah manusia yang selalu bertindak secara rasional dalam mencapai tujuannya. Kemudian, seseorang akan mengambil keputusan yang konsisten dengan tujuan tersebut.

Dengan begitu, jika ia seorang produsen atau pengusaha, ia akan berusaha memaksimalkan keuntungan yang diperoleh dengan cara menentukan harga jual dan jumlah produksi yang sesuai.

Lalu, jika seorang konsumen, ia akan berusaha memaksimalkan kegunaan atau laporannya dengan cara menentukan pembelian barang atau jasa menurut seleranya dengan harga yang murah.

Pengertian selanjutnya, dilansir dari situs Sumber Belajar Kemdikbud, manusia disebut sebagai makhluk ekonomi karena memiliki sifat selalu berusaha mencari kepuasan dan kesejahteraan hidup dengan mempertimbangkan pengorbanan yang harus dilakukan.

Artinya, individu harus tahu kapan dan untuk apa ia berkorban yang diikuti dengan tindakan yang efisien.

Ciri-ciri Manusia sebagai Makhluk Ekonomi

Berdasarkan pengertian yang sudah dijabarkan sebelumnya, mengutip situs Sumber Belajar Kemdikbud, secara garis besar manusia sebagai makhluk ekonomi memiliki ciri-ciri:

1. Seseorang melakukan tindakan ekonomi atas dasar kepentingan sendiri, bukan karena faktor lain.

2. Seseorang melakukan tindakan ekonomi secara efisien. Tindakan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan prinsip ekonomi, yaitu dengan pengorbanan tertentu akan memperoleh keuntungan yang maksimal.

3. Seseorang cenderung memilih suatu kegiatan atau aktivitas yang paling dekat dengan pencapaian tujuan yang diinginkan.

Simak Video "Keyakinan Jokowi RI Jadi Negara Ekonomi Terbesar Ketujuh di Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia