8 Kegiatan Ini Meningkatkan IQ, Bukan Mendengarkan Musik Ya

Trisna Wulandari - detikEdu
Sabtu, 27 Nov 2021 17:01 WIB
bermain kartu UNO
Permainan kartu juga merupakan salah satu kegiatan yang meningkatkan IQ. Foto: Getty Images/iStockphoto/Prostock-Studio
Jakarta - Ada beragam kegiatan yang bisa meningkatkan intelligence quotient (IQ). Dikutip dari Healthline, minum multivitamin, mendengarkan musik, dan latihan tes IQ bukan contoh aktivitas yang membantu naiknya IQ atau kecerdasan seseorang. Lalu, apa kegiatan yang dapat meningkatkan IQ?

Penelitian mendapati, minum multivitamin sampai mendengarkan musik tidak signifikan mengasah kecerdasan seseorang. Untuk meningkatkan IQ, seseorang rupanya harus fokus pada kegiatan yang melatih kecerdasan lebih permanen.

Kegiatan yang Meningkatkan IQ

1. Permainan Asah Memori

Bermain puzzle, teka-teki silang, kartu, persamaan gambar, sampai sudoku ternyata punya andil dalam mengasah memori dan kecerdasan. Penelitian Harmen B. Gudde dkk. mendapati bahwa kegiatan asah memori tersebut juga melatih kecerdasan seseorang dalam bahasa, pemikiran, dan pengetahuan terhadap sebuah hal.

Dalam penelitian berjudul The Spatial Memory Game: Testing the Relationship Between Spatial Language, Object Knowledge, and Spatial Cognition tersebut, diketahui bahwa pemikiran dan bahasa merupakan salah satu indikator kecerdasan. Ini artinya, mengasah memori bisa mengembangkan kecerdasan.

2. Permainan Latihan Kognitif

Sejumlah permainan seperti scrabble, pictionart, lampu merah-lampu hijau, dan asah otak bisa membantu mengasah fungsi kontrol eksekutif pada seseorang. Executive control adalah kemampuan seseorang untuk untuk menjalankan kegiatan kogniif kompleks, yang merupakan bagian dari fungsi eksekutif. Penelitian mendapati, fungsi eksekutif pada otak memengaruhi cemerlangnya pemikiran seseorang.

3. Permainan Visuospasial

Permainan labirin, point of view (PoV), model 3D, dan acak bangun ruang melatih kecakapan visuospasial seseorang. Kecerdasan visuospasial juga didukung oleh kemampuan kontrol eksekutif dan daya ingat seseorang.

4. Kecakapan Relasional

Kegiatan belajar bahasa asing dengan buku, analogi perbandingan benda, dan perbandingan ukuran jumlah rupanya merupakan latihan asosiasi relasional yang membantu perkembangan kognisi dan kecerdasan bahasa.

Penelitian Sarah Cassidy dan Bryan Roche mendapati, kegiatan yang menggunakan dasar Relational Frame Theory signifikan meningkatkan skor IQ pada anak, penalaran verbal, dan numerik.

5. Bermain Musik

Penelitian mendapati musisi memiliki daya ingat yang lebih baik ketimbang yang bukan musisi. Karena daya ingat berperan penting pada kecerdasan seseorang, maka bermain musik mendukung peningkatan kecerdasan.

6. Belajar Bahasa Baru dan Bicara

Belajar bahasa baru sejak dini rupanya punya manfaat untuk peningkatan IQ. Dikutip dari penelitian Language Experience in the Second Year of Life Predicts Language Outcomes in Late Childhood oleh Jill Gilkerson, PhD dkk., belajar bahasa lewat interaksi dan percakapan di usia 18-24 bulan paling signifikan mempengaruhi kemampuan kognitif seseorang.

7. Rutin Membaca

Membaca buku secara rutin punya pengaruh signifikan dalam pengembangan kognitif manusia, terutama jika menjadi aktivitas bonding anak-orang tua. Penelitian Reading Aloud and Child Development: A Cluster-Randomized Trial in Brazil mendapati, seorang anak bisa punya perkembangan kecakapan bahasa dan kognitif yang lebih baik jika orang tua membacakan cerita dengan lantang untuknya.

8. Melanjutkan Pendidikan

Pendidikan penting untuk perkembangan kecerdasan manusia. Penelitian mendapati, setiap satu tahun tambahan pada pendidikan formal lanjutan bisa meningkatkan skor IQ hingga 5 angka.

Nah, itu dia kegiatan yang meningkatkan IQ atau kecerdasan. Gimana detikers, mana yang suka kamu lakukan?



Simak Video "PTM 100% Dikhawatirkan, Ini Respons Wagub DKI"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia