13 Penyebab Orang dengan IQ Tinggi Kurang Bahagia, Apa Saja?

Trisna Wulandari - detikEdu
Kamis, 25 Nov 2021 14:45 WIB
ilustrasi wanita
Kenapa orang dengan IQ tinggi kurang bahagia? Ini sebabnya. Foto: iStock
Jakarta -

Menurut ahli, intelligence quotient atau IQ tinggi dapat mendorong kesuksesan pelajar di sekolah hingga pencapaian karier ke depan. Tidak heran, orang tua, siswa, hingga profesional mencoba menggali dan menerapkan strategi untuk meningkatkan IQ dan kecerdasan.

Di sisi lain, memiliki IQ tinggi juga punya dampak bagi kebahagiaan. Dilansir dari Psychology Today, sejumlah penelitian mendapati orang dengan IQ tinggi tidak jadi lebih puas dengan hidupnya. Penelitian ilmuwan pendidikan dan psikologi dari Universitas Clark AS Lewis Madison Terman mendapati, dalam sejumlah kasus, orang dengan IQ tinggi justru malah tidak cukup bahagia dengan hidupnya.

Penyebab Orang IQ Tinggi Kurang Bahagia

Psikolog klinis dan penulis Leon F. Seltzer Ph.D. menuturkan, para ahli yang meneruskan penelitian Terman lalu mendapati sejumlah hal yang membebani orang-orang dengan IQ tinggi. Seltzer mengatakan, faktor-faktor tersebut rupanya berpengaruh pada rasa bahagia yang kurang dirasakan orang-orang dengan kecerdasan tinggi detik.com/tag/kecerdasan tersebut. Berikut di antaranya.

1. Ekspektasi Tinggi pada Diri Sendiri

Orang yang sangat cerdas umumnya tahu dirinya cerdas. Kondisi ini membuat orang dengan IQ tinggi rentan membuat ekspektasi yang tinggi untuk dirinya sendiri dan sering tidak tercapai. Pencapaian di bawah ekspektasi ini cenderung membuat mereka kecewa dan rentan depresi. Di samping itu, pencapaian di bawah ekspektasi orang lain juga menjadi beban tambahan bagi orang dengan kecerdasan tinggi.

2. Rentan dengan Masalah Kecemasan

Orang dengan IQ tinggi cenderung lebih banyak berpikir tentang hal negatif yang mereka alami terus-menerus, berulang-ulang, untuk mengidentifikasi apa yang salah. Kecenderungan ini rentan membuat orang cerdas tersebut terobsesi dengan hal-hal yang dipandang orang lain remeh atau tidak masalah.

3. Tidak Selalu Keputusan Lebih Baik

Penelitian mendapati, orang dengan IQ tinggi tidak lepas dari bias dan asumsi. Bias personal ini memengaruhi objektivitas mereka dan pembuatan keputusan yang tepat.

4. Prokrastinasi dan Meninggalkan Hal Baru

Orang dengan IQ tinggi mudah mencerna pelajaran saat muda. Karena itu, orang-orang cerdas tersebut rentan tidak mengembangkan kebiasaan bekerja keras dan tekun, yang merupakan kunci dasar kinerja yang sangat baik.

Seltzer menuturkan, kecenderungan orang dengan IQ tinggi untuk tidak perlu berjuang keras dalam mempelajari hal baru di masa muda membuatnya rentan pada prokrastinasi. Di samping itu, orang dengan IQ tinggi juga punya kecenderungan untuk meninggalkan proses belajar tersebut sama sekali karena tampak terlalu sulit atau terlalu jauh di luar zona nyaman.

5. Rentan Mengesampingkan Emosi

Karena cenderung berpikir terus-menerus, orang dengan IQ tinggi rentan mengesampingkan emosi. Karena itu pula, perasaan yang sebenarnya dapat mereka ungkapkan dengan fasih jadi tidak disampaikan.

6. Overthinking dan Overanalyzing

Orang dengan IQ tinggi punya pikiran yang sibuk hingga waktu tidur, sehingga terlalu berpikir dan terlalu menganalisis semua hal membuat mereka terlalu terstimulasi dan susah tidur.

Karena kecenderungan untuk menganalisis dan berpikir itu, orang dengan kecerdasan tinggi juga cenderung menghindar untuk cepat-cepat bertindak. Hal ini berisiko membuat mereka kehilangan kesempatan yang ditawarkan di waktu singkat.

Selanjutnya penyebab orang dengan IQ tinggi kurang bahagia>>>

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia