Kenapa Kucing Suka Meniru Perilaku Manusia? Ini Penjelasannya

Anatasia Anjani - detikEdu
Minggu, 21 Nov 2021 20:00 WIB
tabby kitten sniffling at african violet flower
Foto: iStock
Jakarta -

Sebuah tim peneliti dari Departemen Etologi Universitas Eötvös Loránd di Budapest mengamati seekor kucing yang dipelihara dapat mengenali dan meniru perilaku manusia. Hasil penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal Animal Cognition.

Temuan tersebut dianggap mengejutkan karena kucing tidak dianggap memiliki kemampuan kognitif yang diperlukan untuk secara sengaja meniru tindakan makhluk lain.

Penelitian tentang perilaku kucing tersebut datang secara tidak langsung. Peneliti utama yaitu Claudia Fugazza, ahli perilaku hewan bertemu dengan rekannya yang bernama Fumi Higaki yang bercerita bahwa dia telah mengajari kucing pelihataraannya untuk meniru beberapa perilakunya atas perintahnya.

Kemudia Fugazza dan Higaki mempelajari teknik pelatihan hewan yang disebut "Lakukan seperti yang saya lakukan," di mana seekor hewan dilatih untuk melakukan suatu tindakan, seperti berguling, dan kemudian diajarkan untuk melakukannya ketika pelatih mengucapkan kata-kata "lakukan seperti Saya bersedia."

Pelatihan lalu dilanjutkan sampai seekor hewan memperlihatkan perilaku baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya, dan diminta untuk melakukannya sekali lagi oleh para pelatih. Tidak hanya dengan kucing, mereka juga melakukan teknik tersebut dengan anjing.

Melansir dari laman Phys, pelatihan ini dilakukan dengan mengatur demonstrasi kucing beraksi di toko hewan peliharaannya. Agar tidak menakuti para kucing, Fugazza duduk agak jauh dari Higaki dan kucingnya, yang bernama Ebisu.

Fugazza mengamati kucingnya saat menanggapi 18 permintaan untuk melakukan tindakan yang belum pernah dilakukan sebelumnya, seperti mengikuti permintaan meniru Higaki, termasuk membuka laci, berputar, menjangkau dan menyentuh mainan, dan berbaring dalam posisi tertentu.

Dari hasil penelitian tersebut ditemukan kucing merespon tindakan yang diinginkan dengan memakan waktu 81%. Menurut para peneliti kucing menunjukkan kemampuannya dengan memetakan bagian tubuhnya sendiri dengan makhluk lain dan untuk memahami bagaimana bagian-bagian itu dapat digunakan dengan cara yang sama.

Kucing juga kerap menggunakan bahasa tubuhnya saat berinteraksi dengan manusia. Berikut adalah penjelasannya:

1. Mendengkur (purring)

Pakar Sandy Robins menyebutkan salah satu kesalahpahaman umum di antara pemilik kucing. Mereka menganggap bahwa kucing yang mendengkur (purr) artinya kucing tersebut berada dalam kondisi nyaman.

Namun, ia menjelaskan bahwa tidak semua dengkuran kucing berarti ia dalam keadaan nyaman. Dengkuran kucing juga dapat menjelaskan keadaan kucing yang merasa cemas atau kesakitan.

2. Menggerakkan ekor

Menurut studi dari Newman, Alexander, dan Weiztman tahu 2015, seekor kucing yang berjalan dengan ekor tegak artinya kucing tersebut dalam keadaan santai dan ramah.

Sementara, kucing dengan ekor yang berayun cepat dapat diartikan bahwa kucing sedang marah atau penasaran.

Selain berkomunikasi dengan ekor, kucing juga beberapa kali menggunakan bulu-bulunya untuk berkomunikasi. Jika bulu-bulu kucing berdiri, itu artinya kucing tersebut tengah merasa terancam. Biasanya ia tengah menakut-nakuti ancaman yang dihadapinya.

3. Menggosokkan kepala (head-butting)

Perilaku umum kucing lainnya adalah ketika kucing menggosokkan kepada mereka pada manusia. Para ilmuwan meyakini bahwa ini merupakan salah satu cara kucing untuk menyapa manusia dan mengatakan mereka senang melihat manusia.

Pendapat lain menyebutkan, hal ini sebagai cara kucing untuk menyebarkan aroma tubuh mereka dan menandai wilayah mereka. Biasanya, aroma tersebut hanya bisa diketahui oleh sesama kucing lainnya.



Simak Video "Ini Lego, Kucing Anies yang Hanya Memiliki Tiga Kaki"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia