Museum Satria Mandala, Dulunya Rumah Istri Soekarno

Kristina - detikEdu
Jumat, 19 Nov 2021 13:00 WIB
Dimasa pandemi ini banyak tempat ditutup atau dibatasi segala aktivitasnya, terlebih lagi di area indoor yang masuk zona merah. Mau piknik? Nggak akan bisa.

Eits, jangan sedih... Cobain deh piknik yang gak usah jauh-jauh banget, masih berada di tengah kota Jakarta kok. Nih tempatnya.
Museum Satria Mandala. Foto: R Haryanto
Jakarta - Museum Satria Mandala menyimpan sejarah perjuangan bangsa, khususnya Tentara Nasional Indonesia (TNI), dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan. Museum ini dibangun di atas tanah bekas rumah istri Soekarno.

Sejarah pembangunan Museum Satria Mandala tak lepas dari keinginan untuk mewariskan nilai-nilai perjuangan dan nilai-nilai luhur TNI 1945. Untuk merealisasikannya, ditunjuklah Kepala Pusat Sejarah TNI pertama, Brigjen TNI Nugroho Notosusanto, untuk mempersiapkan rencana dan pelaksanaan pembangunan.

Melansir laman TNI, Museum Satria Mandala mulai dibangun pada 15 November 1971. Museum ini berdiri di tanah seluas 56.670 m² di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Tanah tersebut merupakan bekas rumah istri Presiden Soekarno, Ratna Sari Dewi Soekarno.

Dewi Soekarno, begitu panggilannya, merupakan istri kelima Soekarno. Dia merupakan wanita berdarah Jepang dengan nama asli Naoko Nemoto. Pembangunan dilakukan dengan merenovasi dan memugar bekas rumah Dewi Soekarno menjadi sebuah museum.

Pembangunan tahap pertama diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 5 Oktober 1972. Nama museum juga diberikan pada peresmian tersebut, yakni Museum Satria Mandala. Kata Satria Mandala diambil dari bahasa Sanskerta yang artinya lingkungan keramat para ksatria.

Museum Satria Mandala Menyimpan Sejarah tentang Apa?

Museum Satria Mandala menyimpan sejarah perjuangan TNI yang disajikan dalam bentuk diorama-diorama atau miniatur tiga dimensi. Terdapat 74 diorama yang menggambarkan peran TNI sejak 1945.

Beberapa diorama yang dipamerkan di museum antara lain gambaran Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 hingga penumpasan DI/TII di Jawa Barat Jawa Tengah, Aceh, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi pada tahun 60-an.

Museum ini juga menyimpan benda-benda bersejarah milik TNI, seperti senjata berat dan ringan, atribut ketentaraan, panji-panji, dan lambang-lambang di lingkungan TNI. Koleksi tersebut ditempatkan di ruang khusus. Selain itu, ada juga kendaraan perang seperti tank dan panser, dan berbagai jenis pesawat terbang hingga meriam yang dapat dilihat di pameran taman.

Fasilitas dan Jam Operasional Museum Satria Mandala

Museum Satria Mandala buka pada hari Selasa-Minggu pukul 09.00-15.00 WIB, sedangkan hari Senin dan hari libur nasional tutup. Museum ini memiliki beberapa fasilitas yang diberikan kepada pengunjung. Mulai dari Taman Bacaan Anak, kios cenderamata, kantin, hingga gedung serbaguna dengan kapasitas 600 kursi yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan.

Baru-baru ini, mantan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, meresmikan Plaza Museum Satria Mandala, Rabu (17/11/2021). Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti di Pusat Sejarah TNI.

Simak Video "Ide Awal Munculnya Taman Piknik di Museum Satria Mandala"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia