Hidup dalam 24 Jam, Ini Hewan Usia Terpendek di Dunia tapi Produktif

Kristina - detikEdu
Kamis, 18 Nov 2021 12:30 WIB
Mayflies or shadflies - short living insect with two long tails
Gambar hewan yang hanya hidup 24 jam namun sangat produktif. Foto: Getty Images/iStockphoto/syaber
Jakarta - Usia makhluk hidup cukup beragam. Hewan dengan usia terpendek di dunia hanya mampu bertahan hidup selama 24 jam. Namun, dia bisa berkembang biak dengan cepat dan memiliki kemampuan terbang yang bagus.

Adalah Mayfly atau lalat capung. Serangga ini memiliki masa dewasa terpendek di antara serangga mana pun. Para ilmuwan memberinya nama Ephemeroptera, bahasa Latin untuk menyebut serangga bersayap berumur pendek.

Seorang profesor entomologi di Oregon State University (OSU) dan salah satu pakar terkemuka dunia di bidang penggunaan amber untuk mempelajari bentuk kehidupan kuno, George Poinar mengatakan, kehadiran genus dan spesies lalat capung telah membantu memahami ekologi masa lalu.

"Memahami ekologi dan sejarah lalat capung adalah penting, sebagian karena mereka adalah salah satu makanan ikan terpenting di dunia," kata Poinar, dilansir dari laman OSU, Kamis (18/11/2021).

Kehidupan lalat capung memang aneh. Ia hidup dalam bentuk nimfa selama sekitar satu tahun di air tawar. Kemudian, muncul hanya satu hari sebagai lalat capung dewasa untuk kawin, bertelur dan kemudian mati.

"Setelah kawin, lalat capung biasanya mati di penghujung hari," kata Poinar. "Hanya ada satu hal yang benar-benar mereka pedulikan pada hari yang penuh peristiwa itu, dan itu bukan makan. Mereka bahkan tidak memiliki bagian mulut yang berfungsi," lanjutnya.

Selama masa dewasanya yang singkat, lalat capung harus menemukan pasangan, bersanggama, dan bertelur kembali ke air tempat asalnya.

Meskipun lalat capung berumur pendek saat dewasa, mereka memainkan peran penting dalam ekosistem sungai dan danau. Melansir pbs.org, dalam jumlah yang sangat besar, lalat capung menjadi mata rantai penting dalam rantai makanan, salah satunya ikan.

Selain itu, keberadaan lalat capung juga menjadi petunjuk penting mengenai kualitas air di suatu tempat. Pada umumnya, lalat capung dalam populasi besar akan hidup di air bersih. Mereka tidak akan tinggal di air yang tercemar oleh berbagai polusi.

Simak Video "Pelaku UMKM yang Masuk Ekosistem Digital Alami Peningkatan"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia