Belajar dari Pakar

Aurora si Cahaya Cantik, Bukti Bumi Melindungi Manusia

Dixon Thomas - detikEdu
Kamis, 18 Nov 2021 08:15 WIB
Dixon Thomas
Dixon Thomas
Dixon Thomas pendiri akun Physible, seorang lulusan fisika yang cukup berbahagia. Physibles adalah akun edukasi populer yang mempunyai misi untuk mengobati alergi orang – orang terhadap fisika.
aurora australis
Fenomena langit aurora (Foto: (Getty Images/iStockphoto/Rattapon_Wannaphat))
Jakarta -

Teman-teman detikers sudah tahu belum apa itu aurora? Bukan princess di film Disney ya, tapi fenomena langit yang bersinar di malam hari itu loh..

Nama kerennya itu aurora borealis kalau di Kutub Utara dan aurora australis kalau di Kutub Selatan. Namun, teman-teman tahu engga ternyata aurora ini bukti kalo Bumi itu ngelindungin kita, manusia loh!

Melindungi manusia dari apa? Dari angin matahari! Angin matahari itu apa sih? Angin matahari ini hembusan partikel dari Matahari yang gerakannya itu kencang banget, sekitar 1,4 juta km/jam.

Engga cuma itu, angin ini energinya juga tinggi banget. Kalau kita sampai kena angin matahari ini secara langsung, yakin deh, engga akan selamat.

Makanya Bumi ngelindungin kita dari angin satu ini. Cuma pakai apa ya?

Pake medan magnetnya dong! Kok bisa? Karena kayak yang kita pelajarin di sekolah, muatan listrik yang bergerak bakalan dibelokin kalo dia masuk ke dalam medan magnet.

Dibelokin sama siapa tuh? Sama gaya lorentz!

Nah, partikel-partikel yang ada di angin matahari ini punya muatan listriknya masing-masing. Makanya waktu mereka mendekat ke Bumi dan masuk ke medan magnet Bumi, bakalan terkena gaya lorentz. Jadinya, gerakan angin tersebut akan berbelok ngejauhin Bumi!

Hanya saja walaupun sebagian besar angin matahari tersebut engga masuk ke Bumi, masih ada bagian kecil angin matahari ini yang tetap lolos. Mereka masuk ke Bumi lewat Kutub Selatan dan Kutub Utara.

Bahayain manusia di sana dong? Engga! Karena Bumi masih punya perlindungan kedua, atmosfernya! Nah angin matahari yang masuk ke Bumi ini nantinya bakalan diserap sama partikel-partikel udara di atmosfer.

Akibatnya, partikel-partikel udara ini jadi 'kekenyangan' energi. Dan karena kekenyangan, nantinya mereka bakal 'muntahin' energi berlebih itu dalam bentuk energi cahaya yang engga berbahaya untuk manusia.

Makanya saat terjadi peristiwa ini, langit di Kutub Utara dan Selatan itu jadi bersinar indah banget di malam hari dengan beragam warna. Baik banget kan Bumi?



Simak Video "Rekor! Suhu Arktik Mencapai 38 Derajat Celcius"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia