Mengapa Laron dan Serangga Lain Tertarik dengan Cahaya?

Fahri Zulfikar - detikEdu
Selasa, 16 Nov 2021 18:30 WIB
laron
Foto: Istimewa
Jakarta - Ketika malam hari, seringkali laron atau serangga lain terlihat mengerubungi cahaya di lampu teras rumah atau pinggir jalan. Mengapa hal itu bisa terjadi?

Merangkum laman sciencefriday.com, serangga yang aktif di malam hari seperti laron atau ngengat saat tertarik pada cahaya merupakan sebuah fenomena yang disebut fototaksis positif.

Sumber penelitian mengungkapkan bahwa sumber yang kaya akan Ultra Violet (UV) sangat meningkatkan daya tarik serangga terhadap cahaya.

Serangga, terutama laron dan ngengat, sangat sensitif terhadap bagian UV dari spektrum elektromagnetik.


Untuk menentukan arah


Ada beberapa teori yang menjelaskan mengapa laron dan ngengat tertarik dengan cahaya. Sebuah teori umum menyatakan bahwa ngengat tertarik ke bulan dan karena itu mereka harus terbang lebih tinggi pada malam yang diterangi cahaya bulan.

Teori lain menjelaskan bahwa laron dan ngengat dapat menggunakan bulan atau bintang untuk menentukan arah. Mereka menyesuaikan jalur terbangnya untuk menjaga sumber cahaya pada sudut konstan ke mata.

Namun, sementara sinar dari sumber langit semuanya akan terlihat paralel, sinar dari lampu memancar ke sekeliling.

Oleh karena itu, laron dan ngengat sering terlihat terus-menerus berputar ke dalam untuk menjaga dirinya pada sudut konstan terhadap cahaya, berakhir di jalur spiral yang akhirnya akan membuatnya bertabrakan dengan lampu.

Memiliki jangkauan

Pada tahun 1978, sebuah penelitian oleh Robin Baker dan rekan-rekannya di Universitas Manchester menunjukkan bahwa kebanyakan laron atau ngengat tertarik pada perangkap cahaya hanya berada dalam jangkauan cahaya beberapa meter saja.

Percobaan lain di Jerman di wilayah yang jauh dari paparan cahaya, telah menunjukkan bahwa lampu jalan dapat menarik laron atau ngengat hanya hingga sekitar 9-24 meter jauhnya.

Sementara itu, daya tarik cahaya akan bekerja lebih baik pada malam yang gelap atau di tempat-tempat di mana tidak ada persaingan dengan sumber cahaya lain, termasuk terutama bulan, sehingga respons jarak yang lebih jauh juga harus bekerja.


Perilaku serangga tersebut bertujuan untuk menjaga sudut konstan antara lintasan terbangnya dan sinar cahaya yang dipancarkan oleh sumber buatan.

Hal itu akan memungkinkan serangga untuk tiba di satu sumber cahaya paling terang yang dirasakan dari hitungan kilometer seolah-olah itu adalah bintang atau bulan.

Simak Video "Ini Dia Artefak dari Peradaban Sumeria di Irak"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia