4 Tips Atasi Cyberbullying Pelajar, Guru Bisa Contoh Ini

Novia Aisyah - detikEdu
Kamis, 11 Nov 2021 20:30 WIB
30 orang siswa dan 3 orang guru SDN 15 Kresna, Cicendo, Kota Bandung menjalani tes PCR. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 di lingkungan sekolah atau klaster COVID-19 di lingkungan sekolah.
Foto: Wisma Putra
Jakarta -

Maraknya cyberbullying antarsiswa turut menimbulkan keresahan tersendiri bagi sejumlah guru. Dalam sebuah kesempatan daring yang diselenggarakan Kemendikbudristek bertajuk 'Kuliah Umum PembaTIK Level 4: Berbagi dan Berkolaborasi Belajar Bersama di Portal Rumah Belajar' pada Kamis (11/11/2021), seorang guru asal Bali menanyakan perihal apa yang dapat dilakukan terhadap fenomena ini.

Menjawab keresahan tersebut, penulis, pegiat literasi, sekaligus konsultan komunikasi Maman Suherman membagikan beberapa tips yang dapat dilakukan para pengajar.

4 Tips untuk Para Guru Atasi Cyberbullying Antarsiswa

1. Beritahu Siswa Soal Rekam Jejak Digital

Saran pertama yang disampaikan Maman adalah rekam jejak yang bisa saja membahayakan pelaku cyberbullying suatu hari nanti. Dirinya mencontohkan, seorang mahasiswa bisa saja dibatalkan beasiswanya apabila ketahuan mempunyai jejak digital yang kurang baik sebagai pelaku bully atau perundungan.

Di samping itu, orang lain juga bisa menggunakan rekam digital untuk melaporkan perundungan, sehingga yang bersangkutan dikenai hukuman legal.

2. Beritahu Korban untuk Tidak Merasa Bersalah

Bagi siswa yang mendapat perundungan, Maman menyarankan agar guru memberitahu mereka bahwa yang bersangkutan tidak salah. Korban juga perlu menyampaikan yang dialaminya pada guru dan orang tua.

"Jangan ditanggung sendiri, bahaya," ujar Maman.

3. Imbau Siswa Tidak Asal Sebar Foto di Media Sosial

Maman mengungkapkan, meskipun membagi foto di media sosial bukan berarti salah, terkadang ada orang yang berniat jahat menyalahgunakan foto kita.

"Yang lebih bahaya itu kalau jenis bully-nya impersonate," imbuhnya. Contoh perundungan jenis impersonate adalah menggunakan foto dan identitas orang lain untuk membuat akun palsu dengan tujuan buruk.

Kemudian akun palsu tersebut digunakan untuk berperilaku kurang pantas di media sosial. Ini menyebabkan pengguna akun lain berpikir bahwa orang yang identitasnya digunakan tersebut adalah sosok yang tidak baik. Perundungan jenis impersonate digunakan untuk menjatuhkan orang lain.

4. Ajarkan Siswa untuk Speak up

Tips terakhir yang disampaikan Maman adalah mengajak para pelajar untuk berani terbuka. "Ajar anak-anak untuk berani berbicara," pungkasnya.

Itulah sejumlah tips bagi para guru untuk mengatasi cyberbullying pada siswa. Detikers juga wajib hindari, ya!



Simak Video "Game Bikin Anak Kasar dan Suka Nge-bully?"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia