Surah Ali Imran Ayat 185 Menjelaskan 1 Takdir Manusia, Apa Itu?

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Kamis, 11 Nov 2021 07:30 WIB
Moeslem Woman Reading Al-Quran
Foto: Getty Images/iStockphoto/Poetra Dimatra/Surah Ali Imran Ayat 185 Menjelaskan 1 Takdir Manusia, Apa Itu?
Jakarta - Surat ke-3 dalam susunan mushaf Al Quran adalah surat Ali Imran yang termasuk ke dalam salah satu surat besar dalam Al Quran. Sebab, terdiri dari 200 ayat yang volumenya mencakup kurang lebih 1/5 juz Al Quran.

Dari 200 ayat yang dikandungnya, surat Ali Imran ayat 185 menjelaskan salah satu takdir yang akan terjadi pada manusia yaitu kematian. Berikut bunyi bacaannya beserta latin dan artinya.

Surah Ali Imran Ayat 185 Beserta Artinya

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Bacaan latin: Kullu nafsin żā`iqatul maụt, wa innamā tuwaffauna ujụrakum yaumal-qiyāmah, fa man zuḥziḥa 'anin-nāri wa udkhilal-jannata fa qad fāz, wa mal-ḥayātud-dun-yā illā matā'ul-gurụr

Artinya: "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya."

Kandungan utama dalam ayat ini telah dirangkum dalam tafsir Al Quran Kementerian Agama (Kemenag). Beberapa di antaranya yakni,

1. Setiap makhluk yang bernyawa akan merasakan kematian. Pada Hari Kiamat nanti, tiap perbuatan yang dikerjakan makhluk ciptaanNya selama di dunia akan diberikan pembalasan yang adil.

Penjelasan mengenai poin pertama isi kandungan surat Ali Imran ayat 185 juga dijelaskan dalam tafsir Ibnu Katsir. Dikatakan bahwa tiap manusia memiliki masa dan nutfah yang telah ditakdirkan masing-masing. Takdir kematian tersebut tidak mengenal usia muda atau pun tua.

2. Balasan dari perbuatan amal baik dan buruk tersebut berupa keputusan akhir di akhirat, yakni surga dan neraka. Mereka yang terpilih sebagai penghuni surga dan dijauhkan dari neraka disebut sebagai orang yang mendapat kemenangan dan kebahagiaan yang hakiki.

"Kebahagiaan hakiki bukanlah berupa kedudukan dan pangkat yang tinggi, harta yang melimpah, rumah dan istana yang mewah. Semua itu akan musnah." tulis Kemenag.

Rasulullah SAW pernah menerangkan bagaimana cara menjadi bagian orang yang berbahagia tersebut. Ia bersabda,

"Siapa ingin dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, hendaklah ia mati di dalam keadaan beriman kepada Allah dan hari akhirat, dan agar ia berbuat kepada manusia seperti yang ia sukai diperbuat orang kepadanya." (HR Imam Ahmad).

3. Kehidupan di dunia hanya sementara dan penuh tipu daya. Baik kenikmatan berupa makanan, minuman, pangkat, kedudukan, dan sebagainya mampu membawa kerugian besar bagi manusia di akhirat kelak. Hal ini berlaku bagi mereka yang terlena dengan kenikmatan sementara tersebut.

Sebab itu, surat Ali Imran ayat 185 ini bertujuan untuk mengingatkan manusia untuk memanfaatkan waktu di dunia dengan sebaik-baiknya. Sebagaimana dijelaskan pula oleh Ibnu Katsir,

"Ambillah dari kehidupan ini sebagai sarana untuk taat kepada Allah, jika kalian mampu dan tidak ada kekuatan (untuk melakukan ketaatan), kecuali berkat pertolongan Allah SWT," tulis Ibnu Katsir.

Semoga penjelasan mengenai surat Ali Imran ayat 185 ini juga bisa menjadi pengingat kita semua ya, detikers. Aamiin.

Simak Video "Melihat Madrasah di Afghanistan di Bawah Kepemimpinan Taliban"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia