Mengapa Masyarakat Senantiasa Mengalami Perubahan Sosial Budaya? Ini Alasannya

Puti Yasmin - detikEdu
Rabu, 10 Nov 2021 15:30 WIB
Smiling african-american business woman at work talking on phone and taking notes, sitting at her working place in office, copy space
Foto: iStock/Mengapa Masyarakat Senantiasa Mengalami Perubahan Sosial Budaya? Ini Alasannya
Jakarta -

Perubahan sosial dan budaya selalu terjadi dalam sebuah masyarakat. Namun, mengapa masyarakat senantiasa mengalami perubahan sosial budaya?

Dalam buku 'Perubahan Sosial Budaya' karya Sriyana dijelaskan perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam sistem sosial. Tepatnya, ada perbedaan keadaan dalam sistem tertentu dalam jangka waktu berlainan perubahan sosial pasti memiliki suatu arah dan tujuan tertentu.

Walaupun begitu, perubahan sosial bisa berupa kemajuan (progress) atau kemunduran (regress). Unsur-unsur kemasyarakatan yang mengalami perubahan biasanya adalah mengenai nilai-nilai sosial, norma-norma sosial, pola-pola perikelakuan, organisasi sosial, lembaga-lembaga kemasyarakatan, stratifikasi sosial, kekuasaan, tanggung jawab, kepemimpinan, dan sebagainya.

Mengapa Manusia Harus Mengalami Perubahan Sosial?

Perubahan sosial terjadi karena proses yang dialami dalam kehidupan sosial, yaitu perubahan yang mengenai sistem dan struktur sosial. Perubahan tersebut ada yang direncanakan, tidak direncanakan, cepat atau lambat.

Dilansir buku 'Sosiologi SMP Kelas 3' karya Taufik Rohman Dhohiri, adanya telepon genggam (handphone) orang tidak perlu lagi mengirim surat panjang lebar melalui pos, yang bisa memakan waktu berhari-hari untuk sampai tujuan. Cukup dengan menulis pesan singkat.

Budaya berkirim surat di kalangan masyarakat berganti menjadi budaya berkirim pesan singkat lewat handphone. Perubahan ini akan terus berlangsung tanpa henti, hanya kecepatan dan arahnya saja yang berbeda-beda.

  • Faktor Perubahan Sosial

1. Faktor intern (dari dalam masyarakat)

Perubahan sosial budaya bisa terjadi karena bertambah atau berkurangnya penduduk, misalnya dengan mengetahui sistem kepemilikan tanah, bagi hasil, gadai, hingga pembagian kerja.

Kemudian, faktor lainnya bisa terjadi karena adanya penemuan-penemuan baru. Dengan munculnya inovasi di masyarakat, misalnya penemuan listrik atau lampu merah.

2. Faktor ekstern (dari luar masyarakat)

Perubahan sosial juga bisa terjadi karena adanya dorongan dari luar masyarakat, seperti lingkungan fisik atau alam. Contohnya, terjadinya bencana alam, seperti gunung meletus, gempa bumi masyarakat akan berpindah atau menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya

Selain itu, peperangan bisa juga membuat masyarakat mengalami perubahan sosial budaya, karena kelompok yang menang dalam perang akan memaksa kelompok yang kalah menerima budayanya.

Selain itu, menurut Soerjono Soekanto ada beberapa faktor perubahan sosial budaya yang lain, seperti di bawah ini

1. Kontak dengan kebudayaan masyarakat lain
2. Sistem pendidikan dan ilmu pengetahuan yang maju
3. Sikap menghargai karya orang lain dan kegiatan-kegiatan untuk maju
4. Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang
5. Sistem lapisan masyarakat yang terbuka
6. Penduduk yang heterogen
7. Ketidakpuasan manusia pada bidang-bidang kehidupan tertentu
8. Orientasi manusia ke masa depan
9. Adanya nilai bahwa manusia harus berikhtiar untuk memperbaiki hidupnya.

Semoga detikers paham alasan mengapa masyarakat senantiasa mengalami perubahan sosial budaya, ya!



Simak Video "Mensos Risma: Kalau Saya Tidak Mampu, Saya Akan Mundur!"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia