Mengenal Microsleep yang Bisa Picu Kecelakaan dan Cara Pencegahannya

Kristina - detikEdu
Sabtu, 06 Nov 2021 18:00 WIB
Seorang wanita ngantuk saat nyetir
Foto: GEM Motoring Assist/Mengenal Microsleep yang Bisa Picu Kecelakaan dan Cara Pencegahannya
Jakarta - Salah satu hal yang perlu diwaspadai saat berkendara adalah munculnya microsleep, terutama bagi orang yang kurang tidur atau kelelahan. Bahkan, kondisi ini kerap menjadi penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Kondisi microsleep sendiri dikaitkan dengan kecelakaan tol yang menimpa pasangan artis Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah beberapa waktu lalu. Pakar Telematika, Roy Suryo, menduga kecelakaan tersebut akibat microsleep yang dialami sopir.

"Ada yang mungkin mengatakan fatigue itu blank di tengah jalan karena yang namanya microsleep jadi dia tiba-tiba blank karena capek di tengah jalan," ujar Roy saat ditemui wartawan di sela-sela pemakaman Vanessa dan Bibi, Jumat (5/11/2021).

Apa Itu Microsleep?

Microsleep adalah periode tidur yang berlangsung sangat singkat. Kondisi ini terjadi dalam waktu kurang dari 30 detik. Melansir Healthline, microsleep seringkali tidak disadari dan bisa saja terjadi di tengah aktivitas penting.

Microsleep dapat disebabkan karena serangan kantuk akibat gangguan tidur seperti insomnia, sleep apnea obstruktif, dan narkolepsi. Sleep apnea obstruktif adalah penyumbatan di saluran pernapasan bagian atas yang dapat mengganggu pernapasan ketika tidur. Sedangkan narkolepsi adalah kondisi yang memicu kantuk ekstrem.

Ciri-ciri Microsleep

Beberapa ciri-ciri seseorang terserang microsleep antara lain sebagai berikut:

- Tidak merespons informasi
- Tatapan kosong
- Menundukkan kepala
- Mengalami sentakan tubuh secara tiba-tiba
- Tidak bisa mengingat kejadian satu atau dua menit terakhir
- Berkedip lambat

Orang yang mengalami microsleep cenderung sulit menjaga mata agar tetap terbuka. Mereka juga menguap berlebihan dan mencoba terus berkedip untuk tetap terjaga.

Cara Pencegahan Microsleep

Microsleep dapat dicegah dengan tidur yang cukup dan istirahat secara berkala, terlebih ketika hendak berkendara. Tidur selama 20 menit atau lebih diketahui dapat membantu mencegah timbulnya microsleep selama beraktivitas.

Selain itu, berbicara dengan seseorang juga dapat dilakukan untuk menjaga kondisi tetap fokus. Berbicara juga dapat mempercepat pernapasan dan memompa oksigen lebih banyak ke dalam darah.

Antisipasi terjadinya microsleep juga dapat dilakukan dengan memasang perangkat sensor pada kendaraan, seperti yang dilakukan mahasiswa asal Universitas Gadjah Mada Tifani Galuh Utami dalam penelitiannya yang bertajuk 'Pendeteksi Microsleep berbasis Electroencephalograph (EEG) Menggunakan Mikrokontroler'.

Perangkat sensor yang digunakan adalah sensor Mindwave yang dibuat oleh Neurosky. Parameter microsleep menggunakan gelombang Delta, Theta, Alpha, nilai atensi, dan relaksasi. Hasilnya, sistem tersebut berhasil mendeteksi microsleep pada pengemudi dengan respons berupa bunyi alarm.

Simak Video "Hati-hati! Ini Jam Rawan Kecelakaan di Tol karena Microsleep"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia