Pentingnya Membaca untuk Anak-anak, Kapan Orang Tua Harus Memulainya?

lus - detikEdu
Sabtu, 06 Nov 2021 11:00 WIB
Ilustrasi ibu dan anak membaca buku
Foto: Getty Images/iStockphoto/Choreograph
Jakarta - Bayi dan anak kecil menyerap hampir semua hal yang ada di lingkungan mereka. Bahkan selama waktu cerita saat membaca buku, pikiran mereka bekerja, menyerap semua bahasa yang mereka dengan dan pelajaran yang dipelajari karakter.

Membaca untuk anak bisa dimulai sejak dini. Karena membaca akan meningkatkan perkembangan otak dan juga ikatan emosional. Mengajarkan si kecil membaca hanya dibutuhkan beberapa buku, motivasi dan sedikit waktu.

Manfaat membaca buku sejak kecil yang dilansir dalam Healthline:

1. Belajar sambil bermain

Orang tua bisa mengajak si kecil memilih buku yang paling disukai. Dudukan anak di pangkuan dan membaca halaman pertama yang paling menarik. Tentunya pilih buku yang warna-warni.

Dengan cara ini anak-anak secara tidak sadar akan merekam memori mengenai hal baru tetapi dengan cara yang menyenangkan.

2. Lebih dekat dengan orang tua

Membaca memberikan kesempatan luar biasa untuk anak dan orang tua. Ini adalah cara yang bagus untuk menghabiskan waktu bersama.

Penelitian dari tahun 2008 menunjukkan bagaimana membaca dapat mendukung hubungan orangtua dan anak semakin kompak. Anak-anak merasa aman ketika mereka dibacakan. Selain itu, pengasuh yang memiliki sikap positif terhadap buku dan membaca nantinya kana membantu anak-anak belajar membaca juga.

3. Keterampilan mendengarkan

Mendengarkan cerita yang dibacakan melibatkan beberapa tingkat pemahaman di pihak anak. Dan pemahaman bergantung pada perhatian, dengan kata lain keterampilan mendengarkan.

Para ahli di Scholastic menjelaskan bahwa mendengarkan adalah keterampilan yang harus dimiliki anak-anak sebelum mereka dapat membaca sendiri. Buku dengan tambahan suara dapat diperkenalkan pada anak-anak yang lebih muda.

4. Perkembangan kognitif dan bahasa

Sebuah studi tahun 2013 menunjukkan bahwa bayi yang dibacakan dan diajak bicara memiliki skor yang lebih tinggi dalam keterampilan bahasa dan perkembangan kognitif seperti pemecahan masalah.

Penelitian dari tahun 2018 menunjukkan bahwa hubungan ini meluas sepanjang masa kanak-kanak hingga remaja. Faktanya, para peneliti mengatakan bahwa interaksi verbal (membaca dan berbicara) antara orang tua dan anak kecil dapat meningkatkan bahasa dan skor IQ hingga usia 14 tahun.

5. Memiliki banyak kosa kata

Para ahli dari National Center on Early Childhood Development, Teaching and Learning menjelaskan bahwa membacakan buku untuk anak membantu memperluas jumlah dan variasi kata yang mereka gunakan.

Anak-anak yang secara teratur dibacakan buku dalam 5 tahun menjelang taman kanak-kanak akan terpapar 1,4 juta kata lebih banyak daripada anak-anak yang tidak dibacakan selama tahun-tahun itu.

Membaca untuk bayi hingga anak sekolah

Bayi di bawah 6 bulan mendapat manfaat dari buku yang memiliki gambar sederhana namun cerah dengan banyak kontras. Bicaralah dengan bayi saat Anda melihat buku.

Untuk usia 7 hingga 12 bulan, Anda bisa memperluas koleksi ke buku dengan frasa sederhana atau hanya sebaris teks yang berhubungan dengan gambar di halaman bukunya.

Bayi usia 12 hingga 18 bulan mungkin menganggap buku dengan gambar anak-anak menarik. Hal yang sama berlaku untuk buku yang memiliki binatang, karakter televisi atau adegan akrab lain di dalamnya.

Membaca untuk balita usia 19 hingga 30 bulan menikmati buku-buku yang menampilkan karakter akrab dengan mereka.

Di usia ini anak-anak cenderung menyukai buku dengan banyak aksi, gambar, dan detail dibandingkan dengan banyak kata di halamannya. Carilah buku yang berisi cerita pendek, terutama yang memiliki hubungan sebab-akibat.

Anak-anak prasekolah dan anak usia sekolah dasar memiliki kemampuan membaca yang luas. Saat anak mulai membaca sendiri, Anda dapat melibatkan mereka dalam proses membaca bersama dengan meminta mereka membacakan kata atau kalimat dengan keras.

Tips ajarkan anak membaca:

1. Konsisten

Baik itu satu buku per hari atau banyak buku, cobalah untuk menjadikan membaca sebagai bagian dari rutinitas rutin. Anak-anak suka mendengarkan cerita yang sama berulang-ulang, mereka belajar melalui jenis pengulangan.

2. Sediakan waktu

Pastikan untuk menyisakan cukup waktu membaca. Jika sibuk, orang tua bisa bergantian membacakan buku sebelum si kecil tidur atau saat libur.

3. Buat suasana yang menyenangkan

Gunakan suara yang berbeda untuk karakter, jeda, atau lagu untuk membuat cerita menjadi hidup. Membaca dengan bakat akan membantu anak lebih memahami cerita.

4. Hubungkan ke kehidupan sehari-hari

Anak-anak suka menerapkan bacaan cerita ke dalam kehidupan mereka sendiri. Ini tidak hanya membuat teks lebih bermakna, tetapi juga dapat membantu anak mengatasi berbagai situasi yang mereka hadapi dalam pengalaman sehari-hari mereka.



Simak Video "Suku Rimba Antusias Belajar Membaca dan Berhitung, Jambi"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia