Rekam Pendidikan Jenderal Andika Perkasa, Calon Panglima TNI Pilihan Jokowi

Trisna Wulandari - detikEdu
Rabu, 03 Nov 2021 13:35 WIB
Serda (K) Aprilia Manganang didampingi oleh KASAD Andika Perkasa dan Isteri KASAD Heti Andika Perkasa menghadiri persidangan secara daring dari Pengadilan Negeri Tondano atas kasus pengajuan pergantian jenis kelamin dan pergantian nama di Mabes Angkatan Darat, Jakarta, Jumat (19/3/2021).
Calon Panglima TNI KSAD Jenderal Andika Perkasa. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Presiden Joko Widodo mengusulkan KSAD Jenderal Andika Perkasa sebagai calon Panglima TNI. Seperti apa rekam jejak pendidikan calon Panglima TNI Andika Perkasa?

Kabar pengusulan calon Panglima TNI pada Jenderal Andika Perkasa disampaikan Ketua DPR Puan Maharani. Ia mengatakan, lembaganya menerima Surat Presiden (Surpres) mengenai pengajuan calon Panglima TNI dari Presiden Jokowi.

"Presiden mengusulkan nama satu calon Panglima TNI. Atas nama Jenderal TNI Andika Perkasa," kata Puan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (3/11/2021).

Ia menjelaskan, Jokowi hanya mengusulkan satu nama. Setelah menerima Surpres, sambungnya, DPR akan segera mempersiapkan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test.

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto diinfokan akan pensiun pada 8 November 2021. Hadi Tjahjanto menjabat sebagai Panglima TNI sejak 2017, menggantikan Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

Pendidikan Calon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa

Calon Panglima TNI ini diketahui memiliki gelar pendidikan sebagai Jenderal Andika Perkasa, S.E., M.A., M.Sc., M.Phil., Ph.D. Pria kelahiran 21 Desember 1964 ini juga mengenyam studi di Amerika Serikat dan Indonesia di awal masa berkarier, di antaranya yaitu:

  • Akademi Militer (1987)
  • Sekolah Dasar Kecabangan (Sesarcab) Infanteri
  • Pendidikan Komando
  • Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) (1999)
  • Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI
  • Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI
  • The Military College of Vermont, Norwich University, Norwich, AS
  • National War College, National Defense University, Washington D.C., AS (2003)
  • The Trachtenberg School of Public Policy and Public Administration, University of George Washington, Washington D.C., AS (2005)

Terkait operasi militer, Andika pernah memimpin penangkapan seorang yang dituduh sebagai pimpinan Al Qaeda, Omar Al-Faruq, di Bogor, pada 2002. Ia juga disebut pernah melaksanakan operasi dan operasi teritorial di Timor Timur pada 1990 dan 1992, dan operasi bakti TNI di Aceh pada 1994. Andika juga disebut-sebut pernah melakukan misi operasi khusus di Papua.

Sebelumnya pada 2018, Presiden Joko Widodo melantik Letnan Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal TNI Mulyono yang saat itu memasuki masa pensiun. Pengangkatan Andika bersamaan dengan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Jenderal TNI yang didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 98/TNI/TAHUN 2018.

Sebagai informasi, calon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa sebelum menjadi KSAD menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Dankodiklat TNI AD, Pangdam XII/Tanjungpura, Danpaspampres, dan Kadispen TNI AD.


"Kita melihat rekam jejak. Saya kira Pak Andika ini pernah di Kopassus, Kodiklat, Pangdam, Kostrad, kemudian sebelumnya pernah di Penerangan juga. Saya kira tour of duty-nya komplet. Pernah juga menjadi Komandan Paspampres. Saya kira komplet semua," ujar Presiden Jokowi, Kamis (22/11/2018).



Simak Video "Jenderal Andika Soroti Kasus Mayor Dokter TNI: Saya Kawal Bener Ini!"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/dar)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia