Mubah Adalah Hukum yang Dibolehkan dalam Islam, Ini Dalilnya

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Selasa, 02 Nov 2021 04:35 WIB
Lansia belajar mengaji selama Ramadhan di Pekalongan
Foto: Robby Bernardi/detikcom/Mubah Adalah Hukum yang Dibolehkan dalam Islam, Ini Dalilnya
Jakarta - Mubah adalah salah satu hukum Islam. Secara bahasa, mubah artinya diizinkan atau dibolehkan seperti yang dikutip dari buku Hukum Islam dalam Formulasi Hukum Indonesia karya Hikmatullah dan Mohammad Hifni.

Adapun secara terminologi, mubah adalah suatu perbuatan yang memberikan pilihan kepada mukalaf untuk melakukannya atau meninggalkannya. Apabila dilakukan tidak dijanjikan ganjaran pahala, pun bila ditinggalkan tidak akan mendapat dosa atau pun siksa.

Ketentuan hukum mubah merupakan ketentuan yang bersifat fleksibel dalam Islam. Sebab itu, ketentuan ini dikembalikan kepada masing-masing pribadi. Apakah perbuatan yang hendak dikerjakan akan mendatangkan manfaat atau justru membawa mudharat bagi diri sendiri.

"Terdapat berbagai perbuatan dalam kehidupan manusia di dunia ini yang boleh dikerjakan atau tidak dikerjakan. Ketentuan ini menuntut kejelian seseorang untuk menggunakan akal pikirannya. Apakah perbuatan tersebut baik atau tidak untuk dikerjakan," tulis Harjan Syuhada dan Sungarso dalam tulisannya yang bertajuk Fikih Madrasah Aliyah Kelas XII.

Para ulama ushul mengemukakan ada tiga bentuk mubah berdasarkan keterkaitannya dengan mudharat dan manfaat. Tiga bentuk mubah yang dimaksud yakni,

  1. Mubah yang apabila dilakukan atau tidak dilakukan, perbuatannya tidak mengandung mudharat. Contohnya, makan, minum, berpakaian, dan berburu.
  2. Mubah yang apabila dilakukan tidak ada mudharatnya, sementara perbuatan tersebut pada dasarnya diharamkan. Misalnya, makan daging babi dalam keadaan darurat.
  3. Mubah yang pada dasarnya bersifat mudharat dan tidak boleh menurut syara'. Namun, Allah memaafkan pelakunya sehingga perbuatan itu menjadi mubah. Misalnya, mengawini dua orang wanita yang bersaudara sekaligus.

Berdasarkan pengelompokkan ini, diketahui pula bahwa mubah adalah sesuatu yang mulanya diharamkan. Namun, karena faktor tertentu menyebabkan perbuatan tersebut dihalalkan dan berakhir menjadi perbuatan yang dibolehkan.

Dalil dan Contoh Mubah

Beberapa contoh dari perbuatan yang hukumnya mubah telah dijelaskan dalam firman Al Quran. Salah satunya termaktub dalam surat Al Jumu'ah ayat 10,

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya: "Apabila sholat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung."

Selain itu, contoh perbuatan mubah juga dijelaskan dalam surat Al Ma'idah ayat 2. Berikut bunyi suratnya,

وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوا

Artinya: "...Tetapi apabila kamu telah menyelesaikan ihram, maka bolehlah kamu berburu..."

Hukum dan pengaruh terhadap suatu perbuatan disebut ibahah, sedangkan mubah adalah perbuatan yang diberi pilihan untuk berbuat tersebut. Jadi, apabila perbuatan ibadah dinilai baik, sebaiknya dikerjakan saja. Sebaliknya, bisa ditinggalkan bila tidak membawa manfaat.

Simak Video "Melihat Madrasah di Afghanistan di Bawah Kepemimpinan Taliban"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia