ADVERTISEMENT

Apa Itu Archipelago? Ini Penjelasan Selengkapnya

Anatasia Anjani - detikEdu
Jumat, 29 Okt 2021 16:00 WIB
Kawasan Asia Tenggara dan batas lautnya
Foto: United Nations
Jakarta -

Archipelago adalah pandangan, tinjauan, atau penglihatan indrawi. Archipelago berasal dari kata Italia Archipelagos yang akar katanya adalah Archi yang berarti terpenting, terutama, dan pelagos yang berarti laut atau wilayah lautan.

Akar kata tersebut kemudian membentuk kata mawas yang berarti memandang, meninjau, atau melihat. Sedangkan istilah nusantara berasal dari kata nusa yang diapit di antara dua hal.

Nusantara sendiri dipakai untuk menggambarkan kesatuan wilayah perairan dan gugusan pulau-pulau Indonesia yang terletak di antara Samudra Pasifik dan Samudra Indonesia, serta di antara Benua Asia dan Benua Australia.

Istilah Archipelago dalam wilayah kepulauan Indonesia berarti wilayah lautan dengan pulau-pulau di dalamnya.

Archipelago kemudian berubah menjadi pulau-pulau saja tanpa menyebut unsur lautnya sebagai akibat dari serapan bahasa barat. Sehingga Archipelago adalah kepulauan atau kumpulan pulau.

Melansir dari buku Buku Modul Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan karya Elly Kusumawati dan Femmy Asdiana, Archipelago memiliki arti bahwa pulau-pulau tersebut selalu dalam kesatuan utuh, sementara tempat unsur perairan atau lautan antara pulau-pulau berfungsi sebagai unsur penghubung dan bukan unsur pemisah.

Awal-mula asas dan wawasan kepulauan ini pertama kali dijumpai pada the Indian Archipelago. Kata Archipelago pertama kali digunakan oleh Johan Crawford dalam bukunya yang berjudul the history of Indian Archipelago tahun 1820.

Kemudian kata Indian Archipelago diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda Indische Archipel yang semula ditafsirkan sebagai wilayah Kepulauan Andaman sampai Marshanai.

Selain itu dalam perkembangan hukum laut internasional ada beberapa konsepsi mengenai pemilikan dan penggunaan wilayah laut yaitu sebagai berikut:

1. Res Nullius, yaitu menyatakan bahwa laut tidak dimiliki oleh siapapun.

2. Res Cimmunis yaitu bahwa laut adalah milik masyarakat dunia dan tidak dapat dimiliki oleh masing-masing negara.

3. Mare Liberum, menyatakan bahwa wilayah laut bebas untuk semua bangsa.

4. Mare Clausum (the right and dominion of the sea), yaitu bahwa hanya laut sepanjang pantai saja yang dimiliki oleh suatu negara sejauh yang dapat dikuasai dari darat (waktu itu kira-kira sejauh tiga mil).

5. Archipelagic State Pinciples (asas negara kepulauan) ini merupakan dasar konvensi PBB tentang hukum laut. Saat ini Konvensi PBB tentang hukum laut (United Nation Convention on the Law of the sea UNCLOS) mengakui adanya keinginan untuk membentuk tertib hukum laut dan samudra yang digunakan untuk memudahkan komunikasi internasional dan memajukan penggunaan laut dan samudra secara damai.

Di samping itu juga ada keinginan pula untuk mendayagunakan kekayaan alam secara adil dan efisien, konservasi, dan pengkajian hayatinya untuk melindungi laut.

Jadi Archipelago adalah pulau-pulau tanpa ada unsur laut di dalamnya. Apakah detikers sudah memahaminya?



Simak Video "Lautan Sampah di Laut Pulau Sangiang Banten"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/nwy)

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia