Hukum Melakukan Sujud Tilawah Menurut para Ulama Mazhab

Kristina - detikEdu
Kamis, 28 Okt 2021 13:00 WIB
Sholat
Foto: iStock/Hukum Melakukan Sujud Tilawah Menurut para Ulama Mazhab.
Jakarta -

Sujud tilawah adalah sujud yang dikerjakan ketika membaca atau mendengar ayat-ayat sajdah, baik di dalam maupun di luar sholat. Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mazhab mengenai hukum melakukan sujud tilawah.

Istilah sujud tilawah berasal dari bahasa Arab dari penggabungan kata sujud dan tilawah. Secara etimologi, sujud berarti tunduk dan merendahkan diri. Sedangkan, kata tilawah artinya membaca. Istilah tilawah sering diartikan sebagai kegiatan membaca Al Quran.

Dalam istilah lain, sujud tilawah atau lengkapnya sujud tilawah Al Quran juga disebut sebagai sujud bacaan. Beberapa ulama seringkali menyebutnya sebagai sujud tilawah saja sebagaimana lebih populer hingga saat ini.

Ayat-ayat sajdah yang menyebabkan seseorang mengerjakan sujud tilawah terdapat di beberapa surah dalam Al Quran. Di antaranya surat Al A'raf, Ar Ra'd, An Nahl, Al Isra', Maryam, Al Furqan, An Naml, As Sajdah, Fussilat, An Najm, Al Insyiqaq, Al 'Alaq, dan surat Al Hajj.

Ayat sajdah biasanya ditandai dengan simbol seperti kubah. Tanda lain yang biasa digunakan berupa tulisan kecil berlafazkan as-sajdah. Biasanya tanda ini terletak di sisi halaman mushaf dan lurus dengan ayat tersebut atau berada di akhir ayat sajdah.

Disebutkan dalam riwayat Imam Muslim, bahwa orang yang bersujud ketika membaca ayat sajdah, maka akan dijauhi oleh setan. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا قَرَأَ ابْنُ آدَمَ السَّجْدَةَ فَسَجَدَ اعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِى يَقُولُ يَا وَيْلَهُ - وَفِى رِوَايَةِ أَبِى كُرَيْبٍ يَا وَيْلِى - أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُودِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ وَأُمِرْتُ بِالسُّجُودِ فَأَبَيْتُ فَلِىَ النَّارُ

Artinya: "Jika anak Adam membaca ayat sajadah, lalu dia sujud, maka setan akan menjauhinya sambil menangis. Setan pun akan berkata-kata: "Celaka aku. Anak Adam disuruh sujud, dia pun bersujud, maka baginya surga. Sedangkan aku sendiri diperintahkan untuk sujud, namun aku enggan, sehingga aku pantas mendapatkan neraka." (HR. Muslim)

Hukum Sujud Tilawah

Dikutip dari buku Serba-serbi Sujud Tilawah oleh Maharati Marfuah, para ulama sepakat bahwa sujud tilawah merupakan salah satu amalan yang disyariatkan dalam Islam. Namun, terdapat perbedaan di kalangan ulama mazhab, terutama Imam Hanafi.

Hukum melakukan sujud tilawah yaitu sunnah menurut madzab Syafi'i, Maliki, dan Hambali. Dalam pandangan ini, Asy-Syafi'iyah dan Al-Hanabilah sepakat bahwa hukum sujud tilawah adalah sunnah muakkadah. Sujud ini tidak diwajibkan dengan alasan bahwa Rasulullah SAW pernah tidak melakukan sujud ketika membaca atau dibacakan ayat sajdah. Sebagaimana disebutkan dalam riwayat berikut:

Dari Zaid bin Tsabit berkata, "Aku membaca surat An-Najm di depan Nabi SAW namun beliau tidak melakukan sujud." (HR. Bukhari dan Muslim)

Sementara itu, menurut ulama mazhab Hanafiah hukum melakukan sujud tilawah adalah wajib. Dijelaskan pula dalam buku Fiqih Islam wa Adilatuhu Jilid 2 oleh Wahbah az-Zuhaili, ulama Hanafiah mengatakan bahwa makhruh tahrim hukumnya meninggalkan atau tidak membaca ayat sajdah saat menemui ayat tersebut.



Simak Video "Risiko yang Dialami saat Lakukan Handstand Tanpa Latihan"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia