Doa Turun Hujan Sesuai yang Dicontohkan Rasulullah SAW

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Rabu, 27 Okt 2021 16:00 WIB
Close-up of woman in orange rubber boots jumping on the puddle
Foto: thinkstock/Doa Turun Hujan Sesuai yang Dicontohkan Rasulullah SAW.
Jakarta - Doa turun hujan beberapa kali dicontohkan Rasulullah SAW semasa hidup dalam haditsnya. Bacaan doa ini biasa diucapkan saat hujan tak kunjung turun hingga tanah kering, tandus, hingga kesulitan air.

Melansir dari buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit karya H. Hamdan Hamedan, dikisahkan dalam sebuah hadits, ada sekelompok orang yang datang sambil menangis kepada Rasulullah SAW. Mereka meminta beliau berkenan berdoa agar turun hujan.

Lalu Rasulullah SAW melafalkan sebuah doa dan hujan pun turun. Berikut ini beberapa versi bacaan doa meminta hujan yang dicontohkan Rasulullah SAW,

Doa turun hujan sesuai hadits Rasulullah SAW dalam tiga versi

1. Doa turun hujan versi pertama

اَللَّهُمَّ أَسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا مَرِيْئًا مَرِيْعًا، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلاً غَيْرَ آجِلٍ

Bacaan latin: Allahummasqinaa ghaitsam mughiitsam marii-am marii'an naafi'an ghaira dharrin 'aajilan ghaira aajil

Artinya: "Ya Allah, berilah kami hujan yang merata, menyegarkan tubuh, menyubutkan tanaman, bermanfaat, dan tidak membahayakan. Kami mohon hujan secepatnya, tidak ditunda-tunda," (HR Abu Dawud).

2. Doa turun hujan versi kedua

اللَّهُمَّ أَغِثْنَا ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا

Bacaan latin: Allahumma agitsnaa, allahumma agitsnaa, allahumma agitsnaa

Artinya: "Ya Allah, berilah kami hujan. Ya Allah, berilah kami hujan. Ya Allah, berilah kami hujan,"

3. Doa turun hujan versi ketiga

اللهمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمَكَ وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ وَأَحْيِ بَلَدَكَ الْمَيِّتَ

Bacaan latin: Allahummasqi 'ibaadaka wa bahaa-imika wansyur rohmataka wa ahyi baladakal mayyit

Artinya: "Ya Allah, berilah hujan kepada hamba-hambaMu, hewan ternak, berilah rahmatMu dengan merata, dan suburkan bumiMu yang tandus,"

Ketentuan membaca doa turun hujan di atas menurut Ustaz Enjang Burhanudin Yusuf dalam bukunya yang bertajuk Panduan Lengkap Shalat, Doa, Zikir & Shalawat, dianjurkan untuk dibaca sebanyak-banyaknya setelah melaksanakan sholat Istisqa atau sholat meminta hujan. Bisa juga dibaca pada saat waktu-waktu mustajab doa.

Kemudian setelah hujan turun, Rasulullah SAW memberi contoh bacaan doa sebagai bentuk syukur dan beriman kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda,

قَالَ مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ ‏.‏ فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِي وَكَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ وَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا ‏.‏ فَذَلِكَ كَافِرٌ بِي مُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ

"Barangsiapa yang mengatakan, 'Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah', maka orang itu beriman kepadaKu (Allah SWT) dan tidak beriman kepada bintang-bintang. Sebaliknya orang yang berkata, 'Kita diberi hujan oleh binatang ini atau bintang itu', maka orang tersebut kafir terhadapKu (Allah SWT) dan beriman kepada bintang-bintang," (HR Muslim).

Bacaan doa saat hujan turun yang dimaksud dalam hadits di atas yakni sebagai berikut,

مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِه

Bacaan latin: Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih'

Artinya: "Diturunkan kepada kami hujan berkat anugerah Allah dan rahmatNya."

Menurut Syekh Muhammad ibn Abdul Wahhab yang dikutip dari buku Syama'il Rasulullah tulisan Ahmad Mustafa Mutawalli, Hadi Rahman, dan Muflih Kamil, ia berkata seperti yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW.

Ada beberapa cara yang dilakukan beliau dalam melafalkan doa meminta hujan. Berikut ini 5 cara yang dilakukan Rasulullah SAW:

  • Saat sedang khutbah di atas mimbar pada hari Jumat
  • Menjadwalkan suatu hari khusus agar orang-orang keluar bersama ke tempat sholat. Beliau keluar ketika matahari terbit dengan merendahkan diri, khusyuk, berwasilah, dan dalam keadaan tunduk
  • Membaca doa meminta hujan di atas mimbar Madinah pada hari selain Jumat. Tidak diketahui bahwa saat itu beliau melakukan sholatMembaca doa Istisqa dengan posisi duduk di dalam masjid seraya mengangkat tangan
  • Berdoa meminta hujan di Ahjar Zait yang berdekatan dengan Dzuwara. Tepatnya di luar pintu masjid yang sekarang dikenal dengan nama Babussalam (kira-kira seukuran lemparan batu balok ke kanan dari luar masjid)

Nah, itu dia penjabaran mengenai bacaan doa turun hujan hingga cara-cara Rasulullah SAW dalam membaca doa tersebut. Semoga bermanfaat ya, Sahabat Hikmah!

Simak Video "Jelang Libur Maulid Nabi, Arus Kendaraan di Tol Cipularang Ramai"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia