Asal-usul Kuda Modern, dari Kuda Perang hingga Ternak

Trisna Wulandari - detikEdu
Senin, 25 Okt 2021 14:05 WIB
Aloitadores (fighters) try to tame a wild horse during the rapa das bestas (taming of the beasts) in Pontevedra, Spain. During the more than 400-year-old festival, that lasts four-days, wild horses Bestas that roam free on Mount Montouto throughout the year are rounded up and lead to Sabucedo where they will be for three days. Wild horses will be lead on the second day to the Curro were they will be wrestled to the ground by hand to have their manes and tails sheared. (Photo by David Ramos/Getty Images)
Kuda di tradisi Rapa Das Bestas di Spanyol. Foto: Getty Images/David Ramos
Jakarta - Menurut Prof Ronny Rachman Noor, Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, perjalanan sejarah manusia tidak pernah terlepas dari kuda. Ia menambahkan, kuda merupakan hewan ternak yang berperan besar dalam perkembangan sejarah sosial serta budaya manusia.

Sejarah mencatat, Genghis Khan berhasil menaklukkan dunia dengan kuda Mongol yang terkenal karena ketahanannya terhadap suhu hingga -40°C , kekuatan, kecepatan, hingga pemanfaatan daging dan susunya. Apakah detikers tahu, kapan sebenarnya kuda mulai didomestikasi dan dimanfaatkan oleh manusia, mulai dari tenaga, daging, hingga susunya?

"Selama ini, asal-usul kuda dan kapan mulai didomestikasi masih menjadi tanda tanya besar, walaupun serangkaian penelitian telah dilakukan," kata Prof. Ronny.

Asal-usul Kuda Modern

Menurut Prof. Ronny, misteri terbesar terkait kuda tersebut mulai terungkap ketika para peneliti gabungan beberapa negara berhasil menganalisis DNA dan menentukan usia tulang serta fosil kuda yang ditemukan dari berbagai wilayah di dunia. Penelitian ini dipublikasi dengan judul The origins and spread of domestic horses from the Western Eurasian steppes pada 20 Oktober 2021 oleh Pablo Librado dkk.

"Hasil penelitian yang dianggap sangat penting sekaligus mengakhiri spekulasi tentang asal-usul kuda ini dipublikasikan minggu ini di jurnal bergengsi dunia Nature," ujarnya.

1. Nenek Moyang Kuda Modern

Berdasarkan hasil penelusuran DNA kuda modern yang hidup saat ini, para peneliti tersebut menyimpulkan bahwa kuda yang hidup 4.200 tahun lalu di padang stepa wilayah Volga dan Sungai Don di Rusia merupakan nenek moyang kuda modern yang ada saat ini. Simpulan tersebut berdasarkan hasil analisa pada 273 genom kuda purba dan membandingkannya dengan genom kuda modern.

Dari penelitian tersebut didapat bahwa di samping kuda dari stepa Dom, kuda dari pegunungan Ural, kuda Przewalski di Mongolia, dan kuda dari masa Paleolitikum Akhir di Perancis Selatan di antaranya juga menyumbang garis kekerabatan dengan kuda modern dengan proporsi lebih kecil.

Menurut Ronny, hasil penelitian ini tidak saja terkait dengan asal-usul dan sejarah domestikasi kuda saja. Namun para peneliti juga berhasil menghubungkannya dengan sejarah peradaban dan pergerakan manusia. Sebab, dari wilayah Eurasia barat tersebut, kuda lalu berkembang dan menyebar dengan sangat cepat ke wilayah Eropa lainnya dan Asia.

"Dari hasil penelitian inilah kapan dan di wilayah mana kuda pertama kali didomestikasi berhasil diungkap," ujarnya.

2. Kuda untuk Daging dan Susu dari 4.200 Tahun Lalu

Semula, para peneliti menduga bahwa kuda didomestikasi untuk keperluan daging dan susu oleh kelompok Botai yang hidup di wilayah timur Kazakhstan sekitar 5.500 tahun yang lalu. Namun ternyata hasil penelitian terbaru ini berhasil mematahkan teori tersebut.

Menurut Prof. Ronny, hasil penelitian ini sangat signifikan karena berhasil menentukan titik awal domestikasi kuda.

"Sebelumnya, berdasarkan bukti arkeologi, para peneliti menduga bahwa kuda modern yang ada saat ini merupakan keturunan dari kuda yang didomestikasikan di wilayah Asia Tengah, sekitar 3.400 tahun sebelum masehi," ucapnya.

3. Asal-usul Kuda Jarak Jauh dan Kuda Perang

Para peneliti lalu mengaitkan sejarah domestikasi kuda ini dengan mengamati penyebarannya ke wilayah Asia. Ini tentunya tidak terlepas dari perkembangan peradaban manusia yang dikenal sebagai Sintashta yang sangat erat dengan budaya perang.

Prof. Ronny menjelaskan, hasil analisa genetik yang dilakukan oleh para peneliti membuktikan bahwa orang Sintashta di stepa Eurasia secara khusus mengembangkan dan membiakkan kudanya untuk tujuan menempuh jarak jauh dan untuk diikutsertakan dalam perang.

Ia menambahkan, catatan arkeologi juga mendukung temuan tersebut. Sebab, beberapa abad setelah orang Sintashta berhasil menjinakkan kuda-kuda mereka, mereka juga berhasil mengembangkan perlengkapan perang canggih lainnya yaitu kereta dengan roda berjari-jari yang jauh lebih ringan dan lebih cepat daripada roda-roda padat yang digunakan peradaban lain seperti orang Yamnaya di Laut Hitam.

"Catatan sejarah juga menunjukkan, dengan kuda dan kereta perang inilah akhirnya Sintashta berhasil menaklukan Asia Tengah yang mengubah sejarah peradaban manusia dan juga sejarah domestikasi kuda," jelasnya.

4. Kuda Perang dan Perjalanan Jauh jadi Kuda Modern

Hasil domestikasi kuda perang itulah, kata Prof. Ronny, yang selanjutnya menghasilkan kuda Eropa dengan daya tahan tinggi dan temperamen yang lebih cocok dengan manusia.

"Penelitian terbaru ini berhasil mengungkap bahwa di Eropa, kuda-kuda ini dapat berkembang dengan baik dan beradaptasi dengan lingkungan setempat. Ini yang akhirnya menggantikan kuda-kuda lokal yang ada di wilayah tersebut," jelas Ronny.

5. Sejarah Pergerakan Manusia

Prof. Ronny mengatakan, di samping mematahkan teori domestikasi kuda dari Siberia, penelitian ini juga didukung oleh catatan sejarah pergerakan manusia ke wilayah Eropa.

Ia menjelaskan, Suku Yamnaya di Laut Hitam bermigrasi membawa kuda ke Eropa untuk keperluan susu dan daging, kendati kuda-kuda tersebut bukan nenek moyang kuda modern.

"Hasil penelitian terbaru ini memang sangat menarik karena juga dikaitkan dengan sejarah manusia yang mencatat bahwa sekitar 5.000 tahun yang lalu terjadi migrasi suku nomaden Yamnaya dari wilayah stepa barat ini ke wilayah Eropa," ujarnya.

Prof. Ronny mengatakan, keberhasilan para peneliti dalam mengungkap asal-mula kuda didomestikasi rupanya membuka sejarah evolusi kuda modern dan sejarah perkembangan peradaban manusia. Itu dia asal-usul kuda modern dari penelitian, detikers. Tertarik jadi peneliti?

Simak Video "Menengok Relief Raksasa di Taman Sejarah Majalengka"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia