Belajar dari Pakar

Kiat Memulai Paparan Sidang Skripsi

Dessy Irawan - detikEdu
Senin, 18 Okt 2021 18:10 WIB
Dessy Irawan
Dessy Irawan
Dessy Irawan saat ini bekerja sebagai Manajer Produk, Digital, dan Humas Narabahasa. Narabahasa adalah perusahaan penyedia layanan edukasi, konsultasi, aplikasi, publikasi, dan kreasi kebahasaan.
Female student with long hair sitting in the library while writing on the book with laptop at desk
Kiat Memulai Paparan Sidang Skripsi (Foto: iStock)
Jakarta - Usai berlelah-lelah menyusun bab demi bab skripsi, tahap selanjutnya ialah membuktikan hasil sajian tulismu dalam bentuk lisan di hadapan dewan penguji. Kita menyebutnya sebagai momen sidang skripsi. Dalam sidang skripsi, kamu akan mempresentasikan keseluruhan isi skripsimu, dari bab pendahuluan, pembahasan, hingga bab penutup. Lalu, dewan penguji akan mengajukan pertanyaan untuk mengukur pemahamanmu terhadap penelitianmu.

Wajar, lo, jika menjelang sidang, dalam kepalamu hinggap rasa gugup bahkan rasa takut. Kamu perlu ingat bahwa rasa gugup atau takut itu adanya hanya di kepala. Perasaan-perasaan tersebut tidaklah nyata. Kamu bisa menghilangkannya dengan mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Selain perlu menguasai isi skripsimu, kamu juga perlu melatih diri dalam memulai paparan. Lima menit awal presentasi merupakan penentu tingkat kepercayaan diri pada menit-menit berikutnya. Sebabnya, kamu perlu membuka paparan dengan lancar. Yakinkan dewan penguji bahwa kamu siap menyajikan hasil kerja kerasmu.

Awali paparanmu dengan mengucapkan salam pembuka. Pengetahuan tentang latar belakang dewan penguji pun akan menjadi nilai tambah agar salam pembuka yang kamu ucapkan tepat sasaran. Salam pembuka yang umum disampaikan ialah sebagai berikut. Selamat pagi/siang/sore/malam, Bapak/Ibu. Salam sejahtera bagi kita semua. Kamu juga bisa, lo, menyapa satu per satu dewan penguji agar salam pembukamu terkesan lebih personal.

Setelah salam pembuka, ucapkan terima kasih atas kesediaan dewan penguji, baik penguji ahli maupun dosen pembimbing. Contoh ucapan terima kasih ialah sebagai berikut. Terima kasih atas kesediaan waktu dan tenaga Bapak/Ibu. Kesediaan Bapak/Ibu sangat berarti bagi salah satu momen bersejarah dalam hidup saya. Silakan tambahkan pemanis lain pada ucapan terima kasihmu sesuai selera.

Komponen ketiga yang mesti kamu sampaikan ialah informasi mengenai diri kamu sendiri. Kamu bisa menyebutkan nama lengkapmu, nama panggilan, jurusan, dan hal-hal lain yang relevan. Berikut merupakan contoh perkenalan diri. Perkenalkan, saya Dessy Irawan. Saya bernama panggilan Dessy. Saya merupakan mahasiswa Program Studi Indonesia Angkatan 2014 yang semoga akan dinyatakan lulus pada hari ini dengan skripsi sebagai syarat.

Terakhir, setelah memperkenalkan diri dan sebelum menyajikan isi skripsi, kamu perlu menyebutkan judul dan gambaran besar isi skripsi. Contohnya sebagai berikut. Penelitian saya yang dituliskan menjadi skripsi ini saya beri judul Pemadanan Istilah Bidang Komputer dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Lahirnya skripsi ini merupakan bentuk kecintaan saya terhadap ilmu leksikografi. Secara umum, paparan saya hari ini akan dibagi menjadi tiga. Pertama, latar belakang dan hal-hal pendukung yang mengawali penelitian. Kedua, pembahasan hasil penelitian. Ketiga, simpulan dan saran yang dapat saya berikan berdasarkan hasil penelitian.

Nah, empat hal tersebut perlu kamu sampaikan dengan lancar sebagai permulaan paparan. Berlatihlah di depan cermin. Jangan lupa untuk bersikap tenang dan meyakinkan diri bahwa rasa takut yang menghantui itu tidaklah nyata. Semangat berjuang!

Simak Video "Studi Plasma Konvalesen: Bisa Jadi Alternatif Namun Efektifitasnya Rendah"
[Gambas:Video 20detik]
(erd/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia