Indonesia Jadi 20 Besar Kekuatan Militer Terbaik, Ini Sejarah TNI

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Senin, 18 Okt 2021 09:00 WIB
Parade alutsista dihadirkan dalam acara HUT ke-74 TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Lihay yuk.
Foto: Rifkianto Nugroho/Indonesia Jadi 20 Besar Kekuatan Militer Terbaik, Ini Sejarah TNI
Jakarta - Indonesia masuk 20 besar kekuatan militer dunia berdasarkan data dari lembaga analis dunia Global Firepower (GFP). Dengan skor Power Index 0,2684, Indonesia menduduki peringkat ke-16 di dunia.

Kekuatan militer Indonesia digawangi TNI yang terdiri dari matra darat, laut, dan udara. Tahukah kamu bagaimana sejarah Tentara Nasional Indonesia (TNI)? Berikut penjelasannya.

Sebelum kemerdekaan, ada lembaga militer yang dibentuk berisikan prajurit dari pribumi bernama Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger (KNIL) dan juga Pembela Tanah Air (PETA).

KNIL merupakan tentara kerajaan Hindia-Belanda yang dibentuk ketika Perang Diponegoro berlangsung. Sementara, PETA dibentuk pemerintahan Jepang yang dibentuk untuk melawan tentara sekutu pada tahun 1943.

Setelah menyatakan kemerdekaan Indonesia melalui proklamasi, pemerintah membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada 22 Agustus 1945. BKR dianggap sangat dibutuhkan karena beredar kabar bahwa Belanda masih berniat untuk menjajah Indonesia.

Namun, BKR bukanlah institusi militer resmi Indonesia. Melainkan di bawah Komite Nasional Indonesia (KNI). Secara bertahap, mulai dibentuklah BKR Darat, BKR Laut, dan BKR Udara.

Selanjutnya, BKR mengalami pergantian nama sebanyak dua kali sebelum menjadi dikenal sebagai TNI seperti sekarang. Pertama, diubah menjadi Tentara Kemanan Rakyat (TKR) pada 5 Oktober 1945.

Perubahan untuk memperbaiki susunan yang sesuai dengan dasar militer internasional, membuat TKR kembali berganti nama. Kemudian, digantikan dengan Tentara Republik Indonesia (TRI).

"Selanjutnya pada tanggal 5 Oktober 1945 menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), dan untuk memperbaiki susunan yang sesuai dengan dasar militer international, diubah menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI)," tulis laman resmi Tentara Nasional Indonesia.

Untuk menyatukan kekuatan bersenjata TRI sebagai tentara regular dan badan-badan perjuangan rakyat, Presiden Soekarno mengesahkan berdirinya TNI pada 3 Juni 1947, seperti dikutip dari laman resmi Tentara Nasional Indonesia.

Selama Perang Kemerdekaan (1945-1949), TNI berhasil menjadi tentara rakyat, tentara revolusi, dan tentara nasional. Jabatan Panglima TNI pertama pada saat itu diamanatkan kepada Jenderal Sudirman. Ia telah memiliki pengalaman di PETA, bahkan turut mendirikan BKR.

Seiring waktu peran, fungsi dan tugas TNI berubah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004. TNI berperan sebagai alat negara di bidang pertahanan yang dalam menjalankan tugasnya berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara.

TNI sebagai alat pertahanan negara berfungsi sebagai penangkal terhadap setiap bentuk ancaman militer dan bersenjata. Ancaman ini bisa berasal dari luar dan dalam negeri yang mengancam kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa.

Selain itu, TNI juga menjadi penindak terhadap setiap bentuk ancaman dan memulihkan kondisi negara yang terganggu akibat kekacauan keamanan. Gimana nih, menurut detikers? Pastinya bangga 'kan Indonesia punya TNI yang melindungi negara?

Simak Video "Moeldoko Yakin 400 Hari Jenderal Andika Optimal Jadi Panglima TNI"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia