Apa Itu Sistem Monarki? Ini Penjelasan, Jenis, dan Contoh Negaranya

Anatasia Anjani - detikEdu
Minggu, 17 Okt 2021 19:04 WIB
Kaisar Akihito memutuskan untuk turun takhta usai memimpin monarki Jepang selama tiga dekade. Proses abdikasi Akihito pun akan dilakukan hari ini.
Foto: Reuters/Apa Itu Sistem Monarki? Ini Penjelasan, Jenis, dan Contoh Negaranya.
Jakarta - Monarki berasal dari kata monarch yang berarti raja yang berkembang menjadi cara kerja negara. Sistem monarki berarti jenis kekuasaan politik di mana raja atau ratu sebagai pemegang kekuasaan dominan negara (kerajaan).

Menurut para pendukung monarki, mereka berpendapat jika kekuasaan yang dipegang oleh satu tangan lebih efektif untuk menciptakan suatu stabilitas di dalam proses pembuatan kebijakan.

Selain itu perbedaan pendapat dan perdebatan, atau persaingan antar kelompok menjadi relatif terkurangi karena hanya ada satu kekuasaan yang dominan. Berikut penjelasan sistem monarki lebih detail

A. Jenis Sistem Monarki

Melansir dari buku Kewarganegaraan 3 oleh Chotib, dkk, berikut adalah jenis-jenis sistem monarki:

1. Monarki mutlak

Monarki mutlak adalah bentuk pemerintahan yang seluruh kekuasaan pemerintahannya bersifat tidak terbatas atau mutlak.

2. Monarki konstitusional

Monarki kontitusional adalah bentuk pemerintahan di mana kekuasaan raja dibatasi oleh konstitusi atau undang-undang dasar. Maka, tindakan raja harus sesuai dengan konstitusi.

3. Monarki parlementer

Monarki parlementer adalah sistem kerajaan yang di dalam pemerintahannya terdapat parlemen atau dewan perwakilan rakyat. Para menteri, baik secara individu maupun keseluruhan, bertanggung jawab kepada parlemen tersebut.

Dalam sistem pemerintahan monarki parlementer, raja merupakan lambang kesatuan negara, tidak dapat diganggu gugat, dan kedudukannya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Yang dimaksud tidak dapat dipertanggungjawabkan adalah the king can do no wrong atau raja tidak melakukan kesalahan.

B. Contoh Negara Sistem Monarki

Melansir dari buku Ensiklopedia Penyelenggaraan Pemerintahan karya Nurul Akhmad, negara-negara yang menerapkan sistem monarki hingga saat ini adalah Inggris, Swedia, Denmark, Belanda, Norwegia, Belgia, Luxemburg, Jepang, Muangthai, dan Spanyol.

Di negara-negara tersebut, monarki menjadi alat pemersatu yang cukup efektif, hal ini dikarenakan adanya simbol persatuan antar berbagai kelompok yang ada di tengah masyarakat.

Namun, di negara-negara tersebut, penguasa monarki harus berbagi kekuasaan dengan pihak lain, terutama parlemen. Proses berbagi kekuasaan tersebut dikukuhkan melalui konstitusi (Undang-Undang Dasar).

Oleh karena itu, monarki di era negara-negara modern bukan lagi absolut melainkan bersifat monarki konstitusional. Bahkan, kekuasaannya pun bersifat simbolik yaitu hanya sebagai kepala negara.

Dalam suatu negara monarki, pihak yang relatif lebih berkuasa untuk menentukan jalannya pemerintahan adalah parlemen dengan perdana menteri sebagai kepala pemerintahannya.

Sistem monarki juga diterapkan di Arab Saudi. Negara ini menerapkan raja sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Kekuasaan raja tidak dibatasi secara konstitusional, tidak ada partai politik dan oposisi. Pola kekuasaan sistem monarki di Arab Saudi juga dikenal sebagai dinasti yaitu pewaris raja adalah keturunannya.

Simak Video "Parlemen Ukraina Mengesahkan UU Anti-Oligarki"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia