Vaksin Pfizer Vs Moderna, Lebih Efektif yang Mana?

Novia Aisyah - detikEdu
Selasa, 12 Okt 2021 16:00 WIB
Ilustrasi vaksin Moderna
Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom/Vaksin Pfizer Vs Moderna, Lebih Efektif yang Mana?
Jakarta - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengungkapkan vaksin COVID-19 yang lebih efektif di antara ketiga jenis vaksin, yaitu Moderna, Pfizer, dan Johnson & Johnson.

Pernyataan ini didapatkan dari hasil sebuah studi yang mereka lakukan dengan melibatkan lebih dari 3.600 orang dewasa. Mereka yang dilibatkan adalah yang menderita COVID-19 dan dirawat di rumah sakit pada rentang waktu 11 Maret-15 Agustus 2021.

CDC juga mengungkapkan penurunan efikasi vaksin Pfizer pada empat bulan setelah diperoleh dosis kedua. Efektifitas vaksin Pfizer/BioNTech mencapai 91% di 14-120 hari setelah mendapat vaksin dosis kedua dan menurun signifikan menjadi 77% setelah lebih dari 120 hari.

Laporan tim tersebut menyebutkan, perbedaan efektivitas vaksin COVID-19 Moderna dan Pfizer mungkin disebabkan sejumlah hal. Pertama, kandungan mRNA pada vaksin Moderna yang lebih tinggi dibandingkan dua jenis lainnya.

Kedua, perbedaan waktu antar dosis, di mana 3 minggu untuk vaksin Pfizer/BioNTech dan 4 minggu untuk Moderna. Atau, kemungkinan perbedaan antara kelompok yang menerima tiap vaksin yang tidak diperhitungkan dalam analisis.

Vaksin Pfizer dan Moderna sama-sama menggunakan materi genetik yang disebut dengan messenger RNA (mRNA) untuk memberi kekebalan tubuh. Namun, dosis dan formulasi keduanya sedikit berbeda.

Sementara, vaksin J&J menggunakan virus flu biasa yang tidak aktif dan disebut adenovirus atau vektor virus untuk menimbulkan instruksi genetik ke dalam tubuh. "Satu dosis vaksin vektor virus Janssen memiliki respons antibodi anti-SARS-CoV-2 yang relatif lebih rendah dan efektivitas vaksin terhadap rawat inap COVID-19," kata tim penelitian ini.

Walau efektivitas vaksin Janssen lebih rendah, satu dosisnya masih bisa mengurangi risiko rawat inap COVID-19 sebesar 71 persen.

Tujuan CDC melakukan perbandingan efikasi vaksin COVID-19 ini adalah untuk mendorong dan memandu masyarakat memahami pilihan vaksin. Di samping itu, studi ini dapat dijadikan pedoman kebijakan program booster vaksin.

Terlepas hasil studi yang dipaparkannya, CDC menyatakan bahwa semua vaksin COVID-19 yang disetujui Lembaga Pengawas Makanan dan Obat-obatan AS (FDA) memberi perlindungan substansial pada pasien rawat inap COVID-19. Semua vaksin COVID-19 tersebut juga efektif mencegah berbagai varian virus SARS-CoV-2.

Simak Video "Vaksin Moderna Jadi Primadona, Pakar Ingatkan Stoknya Terbatas"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia