Sejarah Bola Voli yang Ditemukan Lebih dari Seabad Lalu

Kristina - detikEdu
Rabu, 06 Okt 2021 07:00 WIB
Tim Volli Putra Indonesia Kalah Oleh Korsel

Tim bola volly Indonesia berhadapan dengan tim bola volly dari Korea Selatan di babak 

Asian Games 2018, Jakarta, Selasa (28/8/2018). Timnas volli putra Indonesia harus mengakui ketangguhan timnas volly Korea Selatan dalam 3 set langsung. Grandyos Zafna/detikcom
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Sejarah bola voli tak lepas dari peran tokoh Amerika Serikat, William G. Morgan, saat menjadi Direktur Pendidikan Jasmani di Young Men's Christian Association (YMCA), Massachusetts. Permainan ini ditemukan pada tahun 1895.

William G.Morgan lahir di Negara Bagian New York pada tahun 1870. Ia mencatat sejarah sebagai penemu permainan bola voli, yang awalnya ia beri nama "Mintonette".

Morgan sempat menempuh pendidikan sarjana di Springfield College of the YMCA. Di situlah ia bertemu dengan James Naismith, penemu bola basket pada tahun 1891. Setelah menamatkan studinya, Morgan menghabiskan tahun pertamanya di YMCA Auburn (Maine). Selama musim panas tahun 1895, ia pindah ke YMCA di Massachusetts.

Sejarah Bola Voli

Ketika di YMCA, Morgan menjadi Direktur Pendidikan Jasmani dan berkesempatan untuk membangun, mengembangkan, dan mengarahkan program latihan kelas olahraga untuk pria dewasa.

Tingginya antusias siswa yang diampunya membuat Morgan kemudian menyadari bahwa dia membutuhkan jenis permainan rekreasi yang kompetitif untuk memberikan variasi pada program kelasnya.

Nampaknya, Morgan terinspirasi dengan permainan bola basket, yang saat itu mulai berkembang dan cocok untuk anak muda. Dia lalu mencari alternatif lain untuk anggota yang lebih tua, agar tidak memerlukan latihan terlalu keras dan intens.

Dilansir dari Federasi Bola Voli Internasional (FIVB), Morgan kemudian mengembangkan permainan tersebut dari metode pelatihan olahraganya sendiri dan pengalaman praktiknya selama di YMCA.

Hingga pada akhirnya, Morgan meminta perusahaan A.G. Spalding & Bros untuk membuat bola. Hasilnya memuaskan, bola itu dilapisi kulit, dengan ban dalam karet, kelilingnya tidak kurang dari 25 dan tidak lebih dari 27 inci (masing-masing 63,5 cm dan 68,6 cm), dan beratnya tidak kurang dari 9 dan tidak lebih dari 12 ons (masing-masing 252 gr dan 336 gr).

Awal tahun 1896 sebuah konferensi diselenggarakan di YMCA College di Springfield yang menyatukan semua Direktur Pendidikan Jasmani YMCA. Dr. Luther Halsey Gulick, direktur sekolah pelatihan pendidikan jasmani profesional (dan juga direktur eksekutif departemen pendidikan jasmani Komite Internasional YMCA) mengundang Morgan untuk mendemonstrasikan permainannya di stadion perguruan tinggi yang baru.

Morgan membawa dua tim, masing-masing terdiri dari lima orang (dan beberapa penggemar setia) ke Springfield, di mana demonstrasi dilakukan di depan delegasi konferensi di gimnasium timur. Kapten salah satu tim adalah J.J. Curran dan John Lynch lainnya yang masing-masing adalah walikota dan kepala pemadam kebakaran Holyoke.

Morgan menjelaskan bahwa permainan baru dirancang untuk gimnasia atau ruang latihan, tetapi juga bisa dimainkan di udara terbuka. Jumlah pemain tidak dibatasi. Permainan ini bertujuan untuk menjaga agar bola tetap bergerak melewati jaring yang tinggi, dari satu sisi ke sisi lainnya.

Setelah melihat demonstrasi dan mendengar penjelasan Morgan, Prof Alfred T. Halstead meminta untuk menunjukkan aksi atau fase aksi dari penerbangan bola. Ia lalu mengusulkan agar nama "Mintonette" diganti dengan "Bola Voli." Nama ini diterima oleh Morgan dan konferensi.

Perkembangan Bola Voli

Permainan ini terus mengalami perkembangan dalam sejarah bola voli. Para Direktur Pendidikan Jasmani YMCA mengadopsi bola voli di seluruh Amerika Serikat. Pada tahun 1900, tercatat Kanada menjadi negara asing pertama yang mengadopsi permainan ini.

Negara-negara lain kemudian beramai-ramai mengadopsinya. Di antaranya Elwood S. Brown di Filipina (1910), J. Howard Crocker di Cina, Franklin H. Brown di Jepang (1908), Dr .JH Abu-abu di Burma, di Cina dan di India, dan lainnya di Meksiko dan Amerika Selatan, negara-negara Eropa dan Afrika.

Pada tahun 1913, bola voli mulai masuk dan berkembang di Benua Asia. Permainan tersebut pertama kali diikutsertakan dalam program Far-Eastern Games, yang diselenggarakan di Manila.

Sampai awal 1930-an, bola voli sebagian besar merupakan permainan santai dan rekreasi, dan hanya ada beberapa kegiatan dan kompetisi internasional. Ada aturan main yang berbeda di berbagai belahan dunia; namun, kejuaraan nasional dimainkan di banyak negara, misalnya, di Eropa Timur di mana tingkat permainannya telah mencapai standar yang luar biasa.

Nah, itulah sejarah bola voli dan perkembangannya. Menarik ya detikers!



Simak Video "Taliban Larang Wanita Ikut Kompetisi Olahraga"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia