Dear Siswa, Sudah Tahu Sejarah Piala Sudirman? Simak di Sini Infonya

Anatasia Anjani - detikEdu
Selasa, 28 Sep 2021 13:15 WIB
Chinese badminton player Lin Dan holds up the trophy on the podium during the awarding ceremony of the 2011 Sudirman Cup world mixed team badminton championships in Qingdao, the coast city in Shandong province on May 29, 2011. China defeated Denmark 3-0. AFP PHOTO / LIU JIN (Photo by LIU JIN / AFP)
Foto: LIU JIN / AFP
Jakarta -

Indonesia memastikan menang atas Kanada pada laga Grup C Piala Sudirman atau Sudirman Cup 2021. Sudirman Cup 2021 digelar mulai dari 26 September hingga 3 Oktober 2021 di Vantaa, Finlandia.

Apakah detikers mengetahui sejarah Piala Sudirman ini? Berikut sejarah Piala Sudirman yang dikutip dari laman resmi International Badminton Federation (IBF):

Sejarah Piala Sudirman

Piala Sudirman merupakan kejuaraan beregu campuran dunia yang diadakan setiap dua tahun sekali. Piala Sudirman adalah ajang yang berfokus untuk menguji kekuatan tim secara menyeluruh.

Dalam Piala Sudirman, terdapat lima pertandingan di setiap seri yaitu Tunggal Putra, Tunggal Putri, Ganda Putra, Ganda Putri, dan Ganda Campuran.

Piala Sudirman didirikan oleh Dick Sudirman. Ia juga merupakan salah satu pendiri Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Dia juga pernah menjabat sebagai Ketua PBSI selama 22 tahun.

Sudirman juga memiliki andil dalam menggabungkan dua organisasi bulutangkis dunia, International Badminton Federation (IBF) dan World Badminton Federation (WBF).

Untuk mengenang kematian Sudirman pada 10 Juni 1986, teman lamanya yang merupakan Wakil Presiden PBSI Suharso Suhandinata menulis surat kepada Presiden IBF Arthur Jones untuk mengingat jasa-jasa Sudirman.

Dalam surat pada Agustus 1986 itu, Suhandinata menyarankan agar ada sesuatu yang nyata untuk mengingat Sudirman. Dia juga bertanya apakah IBF akan mempertimbangkan proposal Indonesia untuk diadakan kompetisi di rumahnya atas nama Sudirman.

Kemudian gagasan tersebut didiskusikan pada pertemuan Dewan IBF oleh Arthur Jones. Pada tahun 1988 IBF mengadakan Kejuaraan Beregu Campuran Dunia dan menerima tawaran piala dari Indonesia.

Karena jadwal yang padat, Dewan IBF memutuskan Piala Sudirman diselenggarakan bersamaan dengan kejuaraan dunia tetapi pada tahun-tahun alternatif.

Piala Sudirman sama halnya dengan piala besar bulu tangkis lainnya seperti Piala Thomas, Piala Uber, dan Piala Suhandinata.

Piala Sudirman terbuat dari perak padat berlapis emas 22 karat. Piala ini memiliki spesifikasi terbuat dari perak padat berlapis emas 22 karat.

Piala Sudirman memiliki tinggi 80 cm dan berdiri di atas alas segi delapan yang terbuat dari kayu jati terbaik. Badan cangkirnya berbentuk seperti kok, sedangkan tutupnya dirancang seperti Candi Borobudur Indonesia yang terkenal di dunia.

Gagangnya berbentuk seperti benang sari, melambangkan benih bulu tangkis. Trofi tersebut dibuat oleh Perusahaan Masterix Bandung dengan biaya US$ 15.000 saat diserahkan kepada Federasi Bulu Tangkis Internasional pada Mei 1989.

Sudirman Cup pertama kali diadakan di Gelora Bung Karno Indonesia pada 24-29 Mei 1989 dengan 28 tim yang berpartisipasi. Gelaran ini sangat populer di kalangan pemain dan penggemar bulu tangkis.

Pada edisi kedelapan, Piala Sudirman telah membangun momentum yang dapat dipentaskan sebagai acara yang berdiri sendiri.

Piala Sudirman diadakan setiap dua tahun sekali sejak tahun 1989. Indonesia memenangkan edisi perdana Piala Sudirman.

Selanjutnya Korea menjuarai Piala Sudirman 2 kali berturut-turut, diikuti oleh China yang memenangkan semua acara kecuali satu dari 1995 hingga 2015.

Nah detikers itu tadi adalah sejarah mengenai Piala Sudirman. Jangan lupa dukung tim favorit kalian ya!



Simak Video "Move On All England, Greysia Polii Fokus Olimpiade Tokyo"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia