Taliban Buru Harta Karun Afghanistan Berisi Emas, Bagaimana Nasibnya?

Anatasia Anjani - detikEdu
Minggu, 26 Sep 2021 16:31 WIB
harta karun afghanistan
Foto: Live Science/Taliban Buru Harta Karun Afghanistan Berisi Emas, Bagaimana Nasibnya?
Jakarta - Peninggalan arkeologi di Afghanistan menghadapi masa depan yang suram. Hal ini dikarenakan beberapa laporan berita menunjukkan bahwa Taliban sudah memburu salah satu tempat persembunyian yang paling terkenal di Afghanistan yaitu Hartu Karun Baktria.

Harta karun Baktria memiliki koleksi lebih dari 20 ribu artefak yang terbuat dari emas. Harta karun tersebut pertama kali ditemukan di kuburan berusia 2.000 tahun dalam sebuah situs bernama Tilya Tepe pada tahun 1978.

Selain itu, peninggalan arkeologi lainnya yang terancam oleh Taliban yaitu Mes Aynak, atau kota Budha yang ada sejak 1600 tahun yang lalu. Kota ini terletak di sepanjang Jalur Sutra yang ikonik dan digunakan untuk perdagangan dan ibadah. Di kota ini banyak biara Budha kuno dan artefak Budha lainnya.

"Situasi warisan budaya tidak baik, karena saat ini tidak ada yang merawat situs dan monumen," kata Khair Muhammad Khairzada, seorang arkeolog yang memimpin penggalian di Mes Aynak yang dikutip dari laman Live Science.

Khair juga menambahkan jika semua situs arkeologi di Afghanistan berisiko. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya pemantauan, perawatan, dan tidak ada uang dan fasilitas lain yang diperlukan untuk melakukan perawatan.

Khair juga mengatakan jika semua peralatan yang digunakan untuk penggalian di Mes Aynak tersebut menghilang. China memegang hak penambangan di daerah terdekat dan bahkan sebelum Taliban mengambil alih, para arkeolog khawatir bahwa bagian dari situs itu dapat dihancurkan jika diubah menjadi tambang.

Seorang profesor dari Universitas Chicago, Gill Stein bersama timnya mengatakan mereka telah melakukan pemetaan harta karun Afghanistan. Pemetaan menggunakan citra satelit untuk memetakan dan memantau ribuan situs arkeologi di Afghanistan.

Ia telah memetakan lokasi sekitar 25.000 situs arkeologi di Afghanistan sejauh ini. Menurut Gill, penjarahan di Afghanistan adalah masalah lama.

Saat ini Taliban telah menguasai Kabul dan sebagian Afghanistan utara baru-baru ini, mereka telah menguasai sebagian Afghanistan selatan selama beberapa tahun. Di Afghanistan bagian Selatan yang telah dikuasai oleh Taliban selama bertahun-tahun tidak memiliki penjarahan skala besar.

"Pada dasarnya, Taliban tidak mensponsori penjarahan sebagai sumber pendapatan seperti yang dilakukan Isis," ujar Stein.

Namun, tim telah menemukan banyak kasus di Afghanistan selatan di mana ladang pertanian, yang sering ditanami opium, dibangun di atas situs arkeologi. Selanjutnya wilayah utara Afghanistan yang baru saja diduduki oleh Taliban memiliki lebih banyak situs arkeologi daripada wilayah Selatan.

"Bahkan jika kepemimpinan Taliban di Kabul telah memutuskan untuk melindungi peninggalan arkeologis, tidak ada jaminan bahwa kelompok-kelompok Taliban di bagian lain Afghanistan akan mengikuti perintah itu," kata Stein.

Stein juga mengatakan jika banyak pengamat budaya dan ahli sejarah Afghanistan khawatir akan peninggalan di negaranya. Selama dua dekade terakhir, beberapa artefak yang dijarah atau dicuri dari Afghanistan ditemukan di Amerika Serikat dan dipulangkan ke Afghanistan.

Simak Video "Pendiri Taliban Bantah Diisukan Terbunuh Gegara Bentrok Internal"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia