7 Sisi Negatif Jadi Terlalu Pintar, Penasaran Nggak Nih?

Novia Aisyah - detikEdu
Minggu, 26 Sep 2021 15:38 WIB
Apakah Tes IQ Masih Bisa Mengukur Dengan Tepat Tingkat Kecerdasan ?
Foto: ABC Australia/7 Sisi Negatif Jadi Terlalu Pintar, Penasaran Nggak Nih?
Jakarta -

Orang-orang sangat pintar ternyata memberi pengalaman unik. Seperti dua sisi mata uang, sejumlah riset menyatakan beberapa kondisi penyerta mereka yang terlalu pintar.

Ingin tahu, apa saja sisi negatif menjadi orang yang terlalu pintar? Berikut ini detikEdu merangkumnya dari BBC International dan Inc.

7 sisi negatif orang yang terlalu pintar

1. Perasaan terbebani

Pada anak-anak yang berbakat, sering mengalami perasaan terbebani, utamanya jika ditambahkan dengan harapan dari orang lain. Salah satu contohnya adalah Sufiah Yusof.

Seperti dikutip dari BBC, ia terdaftar sebagai mahasiswa Oxford University di usia 12 tahun. Namun, ia keluar dari studinya sebelum ujian akhir dan mulai menjadi pramusaji.

2. Lebih mudah cemas seharian

Alexander Penney dari MacEwan University, Kanada menemukan bahwa orang-orang dengan IQ lebih tinggi dari rata-rata, merasakan lebih banyak kecemasan sepanjang hari. Hal ini ia temukan setelah mewawancarai sejumlah mahasiswa tentang berbagai topik diskusi.

Namun, Penney menjelaskan bahwa bukan berarti kekhawatiran yang mereka alami ini mendalam. Hanya saja, orang-orang itu mengkhawatirkan lebih banyak hal. Jika ada hal buruk terjadi, mereka lebih memikirkannya.

Setelah meneliti lebih dalam, Penney menemukan bahwa orang-orang sangat pintar ini mempunyai kemampuan verbal lebih baik sehingga kemungkinan membuat mereka lebih cenderung mengungkapkan dan merenungkan kecemasannya.

3. Mental blind spots

Keith Stanovich dari University of Toronto menemukan bahwa membuat keputusan yang bijak tidak ada hubungannya dengan IQ seseorang. Tak hanya itu, dalam penelitiannya yang menggunakan tes kognitif ini, ditunjukkan bahwa orang-orang sangat pintar cenderung tidak bisa melihat kesalahannya sendiri, meskipun cukup mampu mengkritik orang lain.

Kecenderungan dalam mengandalkan insting daripada pemikiran yang rasional ini juga mungkin menjelaskan kenapa banyak anggota Mensa yang percaya paranormal.

4. Orang pandai cenderung menyendiri

"Mereka yang punya lebih banyak kepandaian dan kapasitas menggunakannya, cenderung tidak menghabiskan banyak waktu untuk bersosialisasi karena fokus pada beberapa tujuan jangka panjang," ujar seorang peneliti dari Brookings Institution, Carol Graham menyebutkan pada Washington Post, seperti dikutip dari Inc.

Meski tidak terlalu terhubung secara sosial, sains menunjukkan bahwa kesibukan orang-orang sangat cerdas ini juga membuat mereka cenderung tidak kesepian.

Daftar sisi negatif orang terlalu pintar berikutnya, klik di sini ya

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia