Arti Kurban Menurut Bahasa, Begini Penjelasannya

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Jumat, 24 Sep 2021 18:00 WIB
Jelang perayaan Idul Adha. sejumlah warga Palestina terlihat sibuk membeli hewan kurban di kawasan Nablus.
Foto: AP/Majdi Mohammed/Arti Kurban Menurut Bahasa, Begini Penjelasannya.
Jakarta - Menurut bahasa, kata kurban berasal dari bahasa Arab yakni qoroba, yaqrobu, qurban, qurbanan, qirbanan, dan uban wa qurbanan yang mengandung arti dekat. Sementara itu, secara istilah kata kurban berarti mendekatkan diri kepada Allah SWT seperti yang dilansir dari situs Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPP) Kabupaten Cilacap.

Dalam pengertian sehari-hari, kata kurban juga sebenarnya diambil dari kata udhhiyah. Kata ini merupakan bentuk jamak dari kata dhahiyyah yang artinya sembelihan pada waktu dhuha tanggal 10- 13 Dzulhijjah. Menurut situs Fisip Universitas Mulawarman (Unmul) akar kata inilah yang melahirkan istilah Idul Adha atau lebaran haji.

Seiring dengan berjalannya waktu, kata kurban kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia dengan penyesuaian ejaan dan perkembangan makna. Dilansir dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata kurban bermakna persembahan kepada Allah, seperti biri-biri, sapi, unta yang disembelih pada hari lebaran haji.

Perintah berkurban ini sudah diterangkan dalam salah satu firman Allah melalui surat Al Hajj ayat 34 yang berbunyi,

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۗ فَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا ۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ

Artinya: "Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserahdirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah (Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)."

Berdasarkan ayat di atas, kurban dianjurkan bagi tiap muslim yang mampu. Melalui kurban juga bisa meningkatkan pengorbanan untuk kepentingan agama Allah dan menenangkan jiwa sebagaimana dalam sebuah hadits disebutkan berikut,

ا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلاً أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هِرَاقَةِ دَمٍ وَإِنَّهُ لَيَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلاَفِهَا وَأَشْعَارِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا

Artinya: "Tidak ada amalan yang diperbuat manusia pada Hari Raya Qurban yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan. Sesungguhnya hewan kurban itu kelak pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulu, dan kuku-kukunya. Sesungguhnya sebelum darah qurban itu mengalir ke tanah, pahalanya telah diterima di sisi Allah. Maka tenangkan lah jiwa dengan berqurban." (HR Tirmidzi).

Jadi, dapat disimpulkan bahwa menurut bahasa kurban berarti perwujudan pengorbanan kita sebagai umat muslim dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga bermanfaat ya, Sahabat Hikmah!

Simak Video "Berkah Hewan Kurban Bagi Pengepul Kulit Hewan"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia