Begini Akibat Posisi Geologi Jepang Terletak di Ring of Fire

Kristina - detikEdu
Jumat, 17 Sep 2021 19:00 WIB
An aerial view shows an eruption of Mount Aso in Aso, Kumamoto prefecture, southwestern Japan, in this photo taken by Kyodo September 14, 2015. Mount Aso, a volcano on Japans main southern island of Kyushu, erupted on Monday, Japans Meteorological Agency said, blasting a plume of black smoke 2 km (1.2 miles) high, but there were no immediate reports of damage or injuries. Mandatory credit. REUTERS/KyodoATTENTION EDITORS - THIS PICTURE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. REUTERS IS UNABLE TO INDEPENDENTLY VERIFY THE AUTHENTICITY, CONTENT, LOCATION OR DATE OF THIS IMAGE. FOR EDITORIAL USE ONLY. NOT FOR SALE FOR MARKETING OR ADVERTISING CAMPAIGNS. MANDATORY CREDIT. JAPAN OUT. NO COMMERCIAL OR EDITORIAL SALES IN JAPAN.  THIS IMAGE WAS PROCESSED BY REUTERS TO ENHANCE QUALITY, AN UNPROCESSED VERSION WILL BE PROVIDED SEPARATELY.      TPX IMAGES OF THE DAY
Foto: REUTERS/Kyodo
Jakarta -

Jepang merupakan negara yang terletak di kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire. Posisi geologi Jepang yang berada pada Ring of Fire menyebabkan wilayah Jepang sering mengalami gempa bumi dan gunung meletus.

Cincin Api Pasifik adalah gugusan gunung berapi yang terletak di Samudera Pasifik. Beberapa negara yang terletak di kawasan tersebut antara lain Jepang, Indonesia, Selandia Baru, Filipina, hingga beberapa wilayah Amerika.

Terletak di Ring of Fire menjadikan wilayah Jepang didominasi oleh pegunungan. Sekitar tiga perempat dari tanah nasional adalah pegunungan. Jepang memiliki sekitar 200 gunung berapi, sekitar 60 di antaranya aktif. Akibatnya, gempa bumi dan letusan gunung berapi sering terjadi, seperti dilansir dari mlit.go.jp.

Jepang memiliki potensi gempa bumi dan bencana yang begitu besar karena negara tersebut berada di atas empat lempengan besar kerak bumi, yang disebut lempeng tektonik. Lempeng-lempeng ini saling bertabrakan dan memicu gempa bumi mematikan. Kira-kira 90 persen dari semua gempa bumi di dunia dan 80 persen yang terbesar terjadi di sepanjang Ring of Fire, dilansir Live Science.

Bentangan Ring of Fire Jepang adalah tempat pertemuan lempeng Amerika Utara, Pasifik, Eurasia, dan Filipina. Jepang Utara sebagian besar berada di atas ujung barat lempeng Amerika Utara. Jepang Selatan sebagian besar berada di atas lempeng Eurasia.

Sekitar 1.500 gempa bumi melanda negara kepulauan tersebut setiap tahun. Getaran kecil terjadi hampir setiap hari. Gempa mematikan adalah bagian tragis dari masa lalu bangsa. Seperti gempa besar Kanto tahun 1923 yang menewaskan lebih dari 100.000 orang di sekitar Tokyo, kini diperingati sebagai Hari Pencegahan Bencana nasional.

Selain rentan gempa bumi dan letusan gunung berapi, Jepang juga rawan terjadi banjir hingga tsunami. Wilayah pegunungan yang mendominasi Jepang menciptakan sungai yang pendek dan memiliki lereng saluran yang curam. Sungai-sungai membawa sedimen ke dataran untuk membentuk dataran aluvial berukuran sedang.

Sungai-sungai Jepang rentan terjadi banjir bandang karena kemiringan lereng di sepanjang cekungan dan relatif pendek. Rasio debit aliran puncak terhadap daerah cekungan relatif besar, berkisar antara 10 kali hingga 100 kali lipat dari sungai-sungai besar di negara lain. Permukaan air akan naik dan turun sangat cepat.

Terlepas dari ancaman bencana alam yang begitu besar akibat terletak di Ring of Fire, Negeri Sakura ini memiliki potensi keindahan alam dan budaya yang kental. Salah satunya Gunung Fuji merupakan gunung tertinggi yang menjadi daya tarik turis mancanegara dan Ojigi, budaya hormat orang Jepang.



Simak Video "Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Kota Melbourne"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia