Asal Bahasa Kata Aurat dan Penjelasannya, Siswa Sudah Tahu Belum?

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Kamis, 02 Sep 2021 16:00 WIB
Arab woman with veil against orange yellow sky
Foto: Getty Images/iStockphoto/vanbeets
Jakarta - Aurat menjadi istilah dalam Islam yang sering digandengkan dengan topik adab berpakaian bagi umat Muslim. Sebenarnya apa definisi dan asal bahasa dari kata aurat tersebut?

Menurut buku bertajuk Ibadah Ringan Berpahala Besar untuk Wanita yang ditulis oleh Inayati Ashriyah, secara bahasa, kata aurat berasal dari bahasa Arab, yakni:

  • 'awira artinya hilang perasaan, hilang cahaya, atau lenyap penglihatan (untuk mata)
  • 'aara artinya menutup atau menimbun
  • 'awara artinya mencemarkan jika tampak
  • a'wara (derivasi atau kata turunan) dari 'awira artinya mata yang buruk, hilang cahya penglihatannya

Sementara dalam konteks tubuh, penulis Zaitunah Subhan dalam buku Al-Qur'an dan Perempuan menyebut 'aurat berarti celah, kekurangan, atau anggota tubuh yang memalukan jika terlihat. Sebab itu, celah yang terbuka itu harus ditutup.

Berdasarkan penjelasan di atas, definisi aurat secara dapat disimpulkan menjadi anggota atau bagian dari tubuh manusia yang jika terbuka atau tampak, menimbulkan rasa malu, aib, dan keburukan-keburukan lainnya.

Sementara secara istilah, aurat disebut sebagai sesuatu yang diharamkan oleh Allah untuk memperlihatkannya di depan orang yang tidak halal melihatnya.

Kata aurat telah disadur ke dalam bahasa Indonesia. Hal ini dapat terlihat dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang mendefinisikan aurat sebagai bagian badan yang tidak boleh kelihatan (menurut hukum Islam), kemaluan, atau organ untuk mengadakan perkembang biakan.

Selain KBBI, tentu kata aurat juga disebut dalam Al Quran. Kata ini bahkan disebut sebanyak empat kali baik dalam bentuk tunggal maupun bentuk jamak. Untuk bentuk jamaknya dapat dilihat dalam firman Allah QS. An Nur ayat 58,

ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَكُمْ ۚ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ ۚ طَوَّافُونَ عَلَيْكُمْ بَعْضُكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Artinya: "... (Itulah) tiga aurat (waktu) bagi kamu. Tidak ada dosa bagimu dan tidak (pula) bagi mereka selain dari (tiga waktu) itu; mereka keluar masuk melayani kamu, sebagian kamu atas sebagian yang lain. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat itu kepadamu. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana."

Kata aurat pun memiliki beberapa sebutan di dalam Al Quran. Salah satunya disebut dengan sau'ah. Abu Al-Hasan Ali bin Muhammad al-Mawardi dalam tafsir al-Mawardi mendefinisikannya sebagai sesuatu yang wajib ditutup dan merupakan hal yang buruk apabila diperlihatkan.

Sebutan sau'ah untuk pengganti kata aurat dapat ditemukan dalam QS. Al A'raf ayat 26,

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Artinya: "Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat."

Adapun pembahasan mengenai aurat berbeda-beda. Tergantung dari jenis kelamin, umur, serta status muhrim dan bukan muhrim.

Jumhur ulama sepakat bahwa aurat laki-laki yakni di antara pusar sampai lutut. Sementara batasan aurat wanita yakni seluruh tubuhnya, kecuali wajah dan telapak tangannya.

Jadi, sudah bisa dipahami tentang asal kata aurat yang berasal dari bahasa Arab, bukan? Semoga bermanfaat ya, Sahabat Hikmah.

Simak Video "Melihat Madrasah di Afghanistan di Bawah Kepemimpinan Taliban"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia