Terumbu Karang: Pengertian, Fungsi, dan Jenis-jenisnya

Fahri Zulfikar - detikEdu
Kamis, 02 Sep 2021 15:00 WIB
Fish swim at a coral reef garden in Nusa Dua, Bali, Indonesia, May 28, 2021. Picture taken May 28, 2021. REUTERS/Nyimas Laula
Foto: REUTERS/NYIMAS LAULA
Jakarta -

Terumbu karang adalah sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga yang disebut zooxanthellae. Fungsi terumbu karang dalam kehidupan manusia dan ekosistem laut sangatlah banyak.

Terumbu karang termasuk dalam jenis filum Cnidaria kelas Anthozoa yang memiliki tentakel. Kelas Anthozoa tersebut terdiri dari dua Subkelas yaitu Hexacorallia (atau Zoantharia) dan Octocorallia, yang keduanya dibedakan secara asal-usul, yakni morfologi dan fisiologi.

Hewan ini memiliki bentuk unik dan warna beraneka rupa serta dapat menghasilkan CaCO3. Terumbu karang merupakan habitat bagi berbagai spesies tumbuhan laut, hewan laut, dan mikroorganisme laut lainnya yang belum diketahui.

Berikut Serba-serbi Terumbu Karang

A. Fungsi Terumbu Karang

Dilansir dari laman Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), manfaat terumbu karang bagi ekologi maupun ekonomi sangatlah besar dan beragam.

Jenis manfaat yang terkandung dalam terumbu karang dapat diidentifikasi menjadi dua yaitu manfaat langsung dan manfaat tidak langsung. Berikut ulasannya:

1. Manfaat Terumbu Karang Langsung

Terumbu karang dapat dimanfaatkan oleh manusia sebagai tempat hidup ikan yang banyak dibutuhkan manusia dalam bidang pangan, seperti ikan kerapu, ikan baronang, ikan ekor kuning, batu karang, pariwisata, wisata bahari melihat keindahan bentuk dan warnanya.

Selain itu, terumbu karang juga bisa berfungsi sebagai objek penelitian dan pemanfaatan biota perairan lainnya yang terkandung di dalamnya.

2. Manfaat Terumbu Karang Tidak Langsung

Sedangkan yang termasuk dalam pemanfaatan terumbu karang tidak langsung adalah sebagai penahan abrasi pantai yang disebabkan gelombang dan ombak laut, serta sebagai sumber keanekaragaman hayati.

B. Habitat Terumbu Karang

Habitat terumbu karang pada umumnya hidup di pinggir pantai atau daerah yang masih terkena cahaya matahari kurang lebih 50 m di bawah permukaan laut.

Beberapa jenis terumbu karang dapat hidup jauh di dalam laut dan tidak memerlukan cahaya. Namun terumbu karang tersebut tidak bersimbiosis dengan zooxanthellae dan tidak membentuk karang.

Ekosistem terumbu karang sebagian besar terdapat di perairan tropis, sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan hidupnya terutama suhu, salinitas, sedimentasi, Eutrofikasi dan memerlukan kualitas perairan alami (pristine).

Jenis Terumbu Karang...

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia