Sebutan Orang yang Wajib Membayar Zakat, Ini Penjelasannya

Rosmha Widiyani - detikEdu
Kamis, 02 Sep 2021 13:15 WIB
Concept of zakat in Islam religion. Selective focus of money and rice with alphabet of zakat on wooden background.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Mohamad Faizal Bin Ramli/Sebutan Orang yang Wajib Membayar Zakat., Ini Penjelasannya
Jakarta - Orang yang wajib membayar zakat dinamakan muzakki. Dikutip dari tulisan berjudul Muzakki dan Kriterianya dalam Tinjauan Fikih Zakat, ada syarat yang harus dipenuhi sebelum seorang muslim wajib berzakat.

"Telah disepakati umat Islam, zakat hanya diwajibkan kepada muslim, merdeka, dewasa yang berakal, pemberian orang tua yang memiliki kekayaan dalam jumlah tertentu dengan syarat tertentu," tulis Isnawati Rais dari MUI Pusat dalam papernya.

Penjelasan tersebut dikutip dari Kitabul Fiqh 'alal Mazaahibil arba'ah karya Yusuf Qardhawi. Tidak semua harta milik muzakki dikenakan zakat. Islam telah mengatur harta yang wajib dikenai zakat.

Syarat harta yang harus dikeluarkan zakatnya adalah:

1. Milik sendiri, sehingga pemilik bisa menggunakan dan mengambil seluruh manfaat harta

2. Harta tersebut punya potensi berkembang atau telah dikembangkan

3. Memenuhi nisab yaitu jumlah minimal yang diwajibkan zakat, misal 85 gram emas dan lima ekor unta

4. Lebih dari kebutuhan pokok biasa misal untuk makan, pakaian, tempat tinggal, kendaraan, dan sarana mencari nafkah

5. Harta yang akan dizakati bebas dari hutang

6. Lamanya harta dimiliki adalah satu tahun untuk ternak, uang, perdagangan atau perusahaan.

Untuk jenis harta yang wajib dikenakan zakat adalah:

1. Binatang ternak: unta, sapi, kambing, domba, kuda yang untuk diperdagangkan

2. Emas dan perak, termasuk zakat uang dan perhiasan dengan berbagai ketentuannya

3. Perdagangan.

4. Pertanian

5. Madu dan produksi hewani misal sutera, susu, dan produk lainnya

6. Barang tambang dan hasil laut misal mutiara

7. Investasi misal pabrik dan gedung

8. Pencarian dan profesi

9. Saham dan obligasi.

Dengan penjelasan ini, orang yang wajib membayar zakat bisa menilai sendiri kondisi dan kelayakan dirinya melakukan kewajiban tersebut.

Zakat adalah kewajiban umat Islam yang mampu dan memenuhi syarat kepada mereka yang perlu bantuan. Membayar zakat adalah upaya saling bantu sehingga nantinya ekonomi umat bisa makin kuat.

Kewajiban zakat tercantum dalam beberapa ayat Al Quran, salah satunya Al Baqarah ayat 43,

وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرْكَعُوا۟ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ

Arab latin: Wa aqīmuṣ-ṣalāta wa ātuz-zakāta warka'ụ ma'ar-rāki'īn

Artinya: "Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'."

Allah SWT juga telah menyatakan ancaman bagi hambaNya yang tidak mengeluarkan zakat, seperti yang tercantum dalam Ali Imran ayat 180,

وَلَا يَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ هُوَ خَيْرًا لَّهُم ۖ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَّهُمْ ۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا۟ بِهِۦ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۗ وَلِلَّهِ مِيرَٰثُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Arab latin: Wa lā yaḥsabannallażīna yabkhalụna bimā ātāhumullāhu min faḍlihī huwa khairal lahum, bal huwa syarrul lahum, sayuṭawwaqụna mā bakhilụ bihī yaumal-qiyāmah, wa lillāhi mīrāṡus-samāwāti wal-arḍ, wallāhu bimā ta'malụna khabīr

Artinya: "Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Orang yang wajib membayar zakat harus menunaikan kewajiban tersebut secepatnya. Gimana detikers, sudah bayar zakat?

Simak Video "Pembayaran Zakat Online BAZNAS Meningkat Pesat Saat Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(row/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia