Sidang BPUPKI Dilaksanakan di Gedung Mana? Ternyata Ini Tempatnya

Fahri Zulfikar - detikEdu
Selasa, 31 Agu 2021 18:00 WIB
sidang bpupki
Foto: Dok. Wikipedia Commons
Jakarta - Sidang BPUPKI dilaksanakan sebanyak dua kali sebelum kemerdekaan Indonesia. Siang pertama dilaksanakan tanggal 29 Mei-1 Juni 1945, sedangkan sidang kedua dilaksanakan pada 10-16 Juli 1945.

BPUPKI atau dalam bahasa Jepang disebut sebagai Dokuritsu Junbi Cosakai didirikan oleh Letnan Jenderal Kumakichi Harada pada 1 Maret 1945. Tujuannya adalah meredam semangat nasional bangsa Indonesia agar tidak membahayakan kedudukan Jepang.

Tugas BPUPKI sendiri adalah untuk menyelidiki dan mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan tata pemerintahan atau pembentukan negara Indonesia merdeka.

Sidang BPUPKI dilaksanakan di gedung mana dan apa hasilnya?

Dilansir dari laman resmi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), sidang BPUPKI dilaksanakan di gedung Chuo Sangi In (Dewan Pertimbangan Pusat).

Gedung yang beralamat di Jalan Pejambon 6 Jakarta Pusat itu kini lebih dikenal dengan sebutan Gedung Pancasila. Dinamakan gedung Pancasila karena di gedung inilah Presiden Soekarno pertama kali mengemukakan istilah Pancasila.

Adapun hasil dalam sidang BPUPKI pertama dan kedua yang dilaksanakan di gedung Chuo Sangi In, di antaranya adalah:

Hasil sidang pertama BPUPKI

Agenda dari sidang pertama BPUPKI yang dilaksanakan pada 29 Mei-1 Juni 1945 adalah merumuskan dasar falsafah negara Indonesia yang akan dibentuk.

Selama sidang, ada berbagai pandangan yang dikemukakan tentang dasar negara Indonesia. Pandangan-pandangan itu disampaikan oleh Moh. Yamin, Prof. Soepomo, dan Ir. Soekarno.

Hasilnya, kelima dasar negara yang diusulkan ketiga tokoh kemudian dinamakan Pancasila. Oleh karena itu, pada 1 Juni 1945 dikenal sebagai hari lahirnya Pancasila.

Meski sudah mencetuskan ide Pancasila, namun hingga sidang BPUPKI pertama ini berakhir, mereka masih belum menghasilkan rumusan tentang dasar negara. Hal inilah yang membuat BPUPKI membentuk sebuah panitia kecil.

Panitia kecil yang diketuai oleh Ir. Soekarno ini bertugas untuk menampung saran, usul, dan konsep-konsep yang diberikan.

Jadi secara garis besar, hasil sidang BPUPKI pertama masih belum berhasil untuk menetapkan dasar negara, tetapi telah ada kesepakatan bahwa dasar negara yang akan digunakan adalah Pancasila.

Hasil Sidang BPUPKI Kedua

Sidang BPUPKI kedua masih dilaksanakan di gedung Chuo Sangi In. Sidang kedua bertujuan untuk membicarakan bentuk negara, wilayah negara, kewarganegaraan, rancangan Undang-Undang Dasar (UUD), ekonomi dan keuangan, pembelaan negara, pendidikan, dan pengajaran.

Hasilnya sidang kedua di antaranya adalah:

- Menyetujui negara republik sebagai bentuk negara Indonesia

- Menyetujui bahwa wilayah Indonesia yaitu seluruh wilayah Kepulauan Indonesia yang semula jadi wilayah kekuasaan Hindia-Belanda

- Membentuk tiga panitia kecil, yaitu Panitia Perancang Undang-Undang Dasar (dipimpin Sukarno), Panitia Pembela Tanah Air (dipimpin Abikusno Cokrosuyoso), serta Panitia Ekonomi dan Keuangan (dipimpin Mohammad Hatta).

Adapun 3 persoalan pokok dalam rancangan Undang-Undang Dasar (UUD) yang disampaikan Soekarno di sidang BPUPKI kedua adalah

- Pernyataan tentang Indonesia Merdeka
- Pembukaan Undang-Undang Dasar
- Batang Tubuh Undang-Undang Dasar yang kemudian dinamakan sebagai "Undang-Undang Dasar 1945".

Pada tanggal 7 Agustus 1945, BPUPKI resmi dibubarkan karena dianggap telah dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik, yaitu menyusun rancangan Undang-Undang Dasar bagi negara Indonesia Merdeka.

BPUPKI lalu digantikan dibentuknya Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau Dokuritsu Junbi Inkai.

Simak Video "Karangan Bunga Berjejer di Rumduk Mendiang Istri Terakhir Soekarno"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia