3 Cara Mudah Tingkatkan Minat Anak Belajar Bahasa Arab

Lusiana Mustinda - detikEdu
Kamis, 26 Agu 2021 15:41 WIB
Yayasan Wisata Hati membuka kelas  belajar membaca Al Quran untuk tukang becak di Solo. Kelas belajar membaca Al Quran itu tidak dipungut biaya alias gratis.
Foto: Agung Mardika/Detikcom
Jakarta - Bahasa Arab sama pentingnya dengan bahasa asing lain seperti Inggris serta Mandarin. Dengan mahir berbahasa Arab, anak-anak tentu akan lebih mudah meraih cita-citanya kelak.

Bahasa Arab juga menjadi bahasa keenam yang paling banyak digunakan di dunia, hampir 420 juta orang menuturkan bahasa ini. Mempelajari bahasa Arab akan memudahkan anak-anak untuk mengerti Al-Qur'an. Terlebih lagi jika si kecil sudah bisa menghafal Al-Qur'an ketika nanti memasuki perguruan tinggi pun bisa mendapatkan kemudahan.

Tak hanya itu, bagi kita yang beragama muslim tentunya bahasa Arab sangat diperlukan. Salah satunya adalah untuk melancarkan pelaksanaan ibadah salat, berhaji dan juga ibadah lainnya.

Selain mulai mengajari kosa kata dasar, anak-anak juga dapat mempelajari huruf-huruf dan kemudian mengenal kalimatnya.

Dilansir dalam Gerakan Literasi Nasional Kemendikbud, ada beberapa cara untuk tingkatkan minat anak belajar bahasa Arab. Apa saja?

1. Metode Fun Learning

Metode ini dapat orang tua manfaatkan untuk mengajari anak belajar bahasa Arab. Anak lebih suka belajar sambil bermain. Menurut (Kaewdang, 2002) metode ini dapat mendorong anak-anak memiliki kegiatan belajar yang menyenangkan.

Metode ini dapat melibatkan media atau alat bantu seperti kartu bergambar, video, permainan dan sebagainya.

2. Menghubungkan dengan Kegiatan Sehari-hari

Menghubungkan bahasa Arab dengan kegiatan sehari-hari seperti bacaan salat, wudhu, doa-doa harian dan membaca Al-Qur'an bisa jadi pilihan. Sebagai contoh, guru atau Ayah-Bunda bisa membahas bacaan doa sehari-hari anak seperti doa hendak tidur atau doa bangun tidur.

Anak yang sudah hafal doa tersebut diajak untuk mengetahui makna doa dengan cara mengartikan per kosa kata. Bisa juga bacaan doa dan arti doa disatukan dalam sebuah lagu yang mengasyikan.

3. Jangan Paksa Kemampuan Anak

Kita tidak boleh terlalu memaksa anak menguasai banyak kemampuan sekaligus dalam waktu singkat. Terutama jika guru terlalu banyak memberi materi, anak-anak tentu akan bosan dan semakin tidak tertarik dengan bahasa yang diajarkan.

Misalnya, anak Sekolah Dasar dalam sehari guru dapat memberikan lima kosakata seputar perlengkapan yang ada di sekolah. Meskipun hanya sedikit, akan tetapi kosakata tersebut bisa langsung dipraktekkan dalam komunikasi. Di pertemuan selanjutnya tambah lagi sedikit demi sedikit kosakata baru.

Selain ketiga cara di atas, Ayah dan Bunda juga bisa memberikan pengajaran lain yang lebih seru tentang bahasa Arab. Yang terpenting adalah bagimana kita sebagai orangtua atau guru dapat menarik perhatian dan minat anak agar lebih menyukai pelajaran bahasa Arab.





Simak Video "Minat Belajar Bahasa Korea di Dunia Makin Melejit Gegara Squid Game"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia