Bangsa Kolonisator Pertama di Indonesia, Berebut Monopoli Rempah di Maluku

Trisna Wulandari - detikEdu
Jumat, 20 Agu 2021 06:19 WIB
Wilayah Maluku pada peta regional dari Atlas Miller tahun 1519
Bangsa kolonisator pertama di Indonesia mulai kapan masuk ke Nusantara? Foto: Wikimedia Commons
Jakarta - Bangsa yang dapat disebut sebagai kolonisator pertama adalah bangsa yang pertama kali melakukan perjalanan ke sebuah wilayah lalu menguasai rakyat dan sumber dayanya. Bangsa kolonisator atau bangsa penjajah memiliki kepercayaan bahwa bangsanya lebih hebat dari bangsa jajahannya. Apa bangsa kolonisator pertama di Indonesia?

Bangsa yang dapat disebut sebagai kolonisator pertama di Indonesia adalah bangsa Portugis dan Spanyol.

Faktor pendorong kedatangan bangsa Eropa ke Asia adalah kebijakan Turki Utsmani menutup kota Konstantinopel dari pedagang-pedagang Eropa, seperti dikutip dari Modul Sejarah Indonesia Kelas XI oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2020.

Bangsa-bangsa Eropa ini semula datang lewat kongsi-kongsi perdagangan. Lambat laun, kongsi-kongsi perdagangan tersebut berusaha menguasai perdagangan rempah-rempah di Indonesia melalui praktik monopoli.

Bangsa Portugis semula berhasil mencapai India di Kalikut pada 1498. Bangsa Portugis lalu mendirikan kantor dagang di Gowa pada 1509.

Bangsa Portugis pertama kali mendarat di Malaka pada tahun 1511. Bangsa Portugis lalu menguasai jalur perdagangan penting ini dibawah pimpinan Alfondo d'Albuquerque pada tahun yang sama.

Bangsa Portugis pertama kali mendarat di Indonesia di daerah Maluku. Dari Malaka, bangsa Portugis berlayar ke Maluku di bawah pimpinan d'Abreu pada 1512.

Para pelayar Portugis diterima dengan baik oleh Sultan Ternate yang saat itu bermusuhan dengan Tidore. Bangsa Portugis saat itu berhasil mendirikan benteng dan mendapatkan hak monopoli perdagangan rempah-rempah.

Bangsa Portugis saat itu juga aktif menyebarkan agama Kristen Katolik. Salah satu tokoh penyebar agama Kristen Katolik di Maluku saat itu adalah Franciscus Xaverius.

Bangsa Portugis juga melebarkan kegiatan monopoli perdagangan rempah-rempah ke Pajajaran pada 1522. Bangsa Portugis saat itu diterima dengan baik agar mau membantu dalam menghadapi ekspansi Demak.

Kedatangan bangsa Portugis di Pajajaran menghasilkan Perjanjian Sunda Kelapa (1522). Isi Perjanjian Sunda Kelapa yaitu sebagai berikut:

1. Portugis diizinkan mendirikan benteng di Sunda Kelapa

2. Pajajaran akan menerima barang-barang yang dibutuhkan dari Portugis, termasuk senjata

3. Portugis akan memperoleh lada dari Pajajaran sesuai kebutuhannya

Bangsa Portugis sebagai kembali ke Pajajaran pada 1527 untuk untuk merealisasi Perjanjian Sunda Kelapa. Kedatangan bangsa Portugis disambut dengan pertempuran oleh pasukan Demak di bawah pimpinan Fatahilah. Perang tersebut dimenangkan pasukan Demak, sehingga Sunda Kelapa berganti nama jadi Jayakarta, yang memiliki arti kota yang menang.

Kedatangan bangsa Portugis ke Maluku segera diikuti bangsa Spanyol pada 1521. Kedatangan bangsa Spanyol di di bawah pimpinan Sebastian del Cano diterima baik oleh Sultan Tidore yang bermusuhan dengan Portugis.

Kedatangan bangsa Spanyol di Maluku dianggap sebagai pelanggaran atas hak monopoli bagi bangsa Portugis. Kedatangan bangsa Spanyol menimbulkan persaingan antara bangsa Portugis dan bangsa Spanyol. Sebelum terjadi perang besar, kedua bangsa penjajah ini mengadakan Perjanjian Saragosa pada 22 April 1529.

Isi Perjanjian Saragosa adalah sebagai berikut:
1. Spanyol harus meninggalkan Maluku, dan memusatkan kegiatannya di Filipina
2. Portugis tetap melakukan aktivitas perdagangan di Maluku

Kedatangan bangsa-bangsa Eropa ini ke Maluku menjadikan bangsa yang dapat disebut sebagai kolonisator pertama adalah bangsa Portugis dan bangsa Spanyol. Selamat belajar ya, detikers!



Simak Video "Polisi Rangkul Tokoh Agama-Adat Cegah Bentrok di Maluku Berlanjut"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia