Bentuk dan Penjelasan Soal Objektif Secara Lengkap

atj - detikEdu
Rabu, 18 Agu 2021 13:00 WIB
Sejumlah anak belajar secara daring di rumahnya kawasan Sunter Agung, Jakut. Sistem daring ini telah berjalan 1,5 tahun karena pandemi COVID-19 belum usai.
Foto: Pradita Utama/Bentuk dan Penjelasan Soal Objektif Secara Lengkap
Jakarta - Soal objektif adalah soal soal yang memiliki model benar-salah, menjodohkan, dan isian pendek. Pemberian istilah bentuk tes objektif sendiri, berasal dari sudut pandang cara pemeriksaannya, yaitu bahwa dalam pemeriksaannya bentuk tes ini dilakukan secara objektif.

Dalam soal objektif pemeriksaannya dilakukan secara pasti karena memiliki satu jawaban yang sudah pasti benar. Jawaban yang pasti ini membuat proses pemeriksaan hasil ujian menjadi relatif lebih mudah.

Mengapa tes objektif digunakan?

Pemeriksa hasil ujian tes objektif tidak terbatas hanya pengajar yang bersangkutan saja. Bahkan, pemeriksaan hasil ujian tes objektif dapat dilakukan dengan bantuan alat pemindai dan komputer. Bantuan alat elektronik ini membuat selembar hasil tes objektif hanya mengalami proses pemeriksaan dalam hitungan detik.

Soal objektif adalah soal yang digunakan untuk mengatasi kelemahan utama bentuk tes esai atau uraian.

Soal objektif itu bagaimana?

Melansir dari laman Kemenkeu, bentuk tes objektif juga memiliki beberapa keterbatasan atau kelemahan. Dari sisi fungsi tes sebagai instrumen evaluasi, kelemahannya adalah bentuk tes ini cenderung untuk mengungkapkan ingatan dan daya pengenalan kembali saja. Bentuk tes ini sulit untuk mengukur proses mental yang tinggi.

Proses mental yang tinggi dapat diartikan sebagai proses kognisi atau proses pemahaman pengetahuan yang mendalam dan kompleks. Soal ini memiliki kelemahan kedua dari sisi fungsinya yaitu peserta tes dapat menebak jawaban ketika tidak mengetahui jawaban yang benar dari soal.

Sedangkan dari sisi penyusunan, soal objektif lebih sulit disusun daripada soal esai. Untuk menghasilkan soal tes objektif yang baik, perlu pengetahuan yang cukup untuk menyusun pokok soal dan/atau pengecoh yang tepat.

Kelemahan-kelemahan soal objektif dapat diminimalisasi dengan beberapa cara yaitu:

1. Menggunakan tabel spesifikasi. Tabel spesifikasi sangat penting dalam proses penyusunan soal. Tabel spesifikasi dikenal juga dengan kisi-kisi soal. Kisi-kisi soal memuat informasi tentang pokok bahasan untuk penyusunan soal yang disertai dengan informasi jenjang kemampuan yang akan dituju.

2. Penggunaan tabel spesifikasi perlu didukung oleh tingkat keterampilan yang mumpuni dari penyusun soal. Penyusun soal yang semakin sering berpraktik dalam menyusun soal tes akan semakin terampil dalam menyusun soal. Jenjang kemampuan yang tinggi identik dengan tingkat pemahaman pengetahuan yang mendalam dan kompleks.

3. Norma penilaian hasil dapat dimodifikasi untuk mengurangi kecenderungan menebak dari para peserta ujian. Salah satu contoh modifikasi norma penilaian adalah dengan memberi skor minus pada jawaban yang salah.

Nah itu tadi adalah penjelasan mengenai soal objektif. Jadi soal objektif adalah soal pilihan ganda yang memiliki satu jawaban pasti.

Simak Video "Melihat Progres Pembangunan Tugu Sepeda di Sudirman Jakpus"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia